Sabtu, 11 Januari 2014

[6] Adab Masuk Rumah Orang Lain

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتاً غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ -٢٧- 
Terjemahan:
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
(QS An-Nuur ; 27)  

Kemarin di grup Odoj-ku aku kebagian membaca juz 18 yang antara lain adalah surat An-Nuur ini. Membaca ayat ini, langsung keingat jaman dulu di kampung, ada tetangga bertamu dengan cara selonong boy,  masuk dulu baru manggil-manggil nama tuan rumah.
Dulu sebelum mengerti konsep aurat, aku tidak menganggap itu sebagai masalah meskipun Bapak dan Ibu mengajarkan tidak demikian. kalau kita bertamu ya kulonuwun dulu, udah di monggo-in  baru masuk.

Dan ternyata dari berabad-abad lalu, Allah SWT telah menunjukkan tata caranya kepada kita melalui ayat ini.
Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.

Rasulullah SAW mengajarkan kalau kita sudah mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebanyak tiga kali dan penghuni rumah tidak membukakan pintu, maka sebaiknya kita kembali (pulang),  tidak memaksa masuk dengan mengetuk lebih keras seperti menggedor. Siapa tahu penghuni rumah memang sedang tidak siap untuk menerima tamu.
Rasulullah pun mengajarkan saat mengetuk pintu, maka posisi beliau tidak di depan pintu persis  yang memungkinkan bisa melihat langsung isi rumah saat pintu terbuka yang mungkin akan membuat yang punya rumah malu. Jadi posisi beliau adalah miring di sisi kanan atau kiri pintu. Setelah penghuni rumah membuka pintu dan mempersilakan masuk, barulah beliau masuk.

Subhanallaah..

[5] : Kejahatan Yang Tersembunyi


Terjemah
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia
(QS An-Naas;1-6) 

Aku pernah mendengar taujih tentang ini dari Ust. Abu Syauqi.

Surat An- Naas adalah doa yang diajarkan langsung oleh Allah SWT kepada kita. Doa apa ? Doa memohon perlindungan dari sesuatu.
Mari kita cermati doa ini. 
Yang pertama adalah kita memohon dengan menghadirkan sifat Allah sebagai Rabb/Tuhan. (a'udzu bi rabbin-naas) Rabb adalah Dia yang membina, mengarahkan, memelihara dan melindungi makhluq-Nya.
Kemudian yang kedua menyebut asma Allah sebagai Malik/Raja (Yang Memiliki, Yang Menguasai,Yang Mengambil Tindakan )
Yang ketiga adalah menghadirkan Allah SWT sebagai Ilah. Ilah adalah Yang Disembah, Yang Maha Mendominasi, Yang Maha Mengungguli.

Allah SWT adalah Rabb, Malik dan Ilah seluruh jagad raya dan isinya, tetapi di sini disebutkan khusus sebagai Tuhan manusia, Raja manusia dan Sesembahan manusia agar manusia merasa dekat dengan Allah SWT.
Karena menyeru, memohon hingga tiga kali menyebut Sifat Allah SWT, pastilah yang akan dimintakan setelah itu adalah hal yang sangat sangat penting. Atau hal yang sangat berat untuk ditanggung oleh manusia.
Apa itu ? yaitu kita memohon agar dilindungi dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi.
Modus atau cara beroperasinya setan adalah membisikkan kejahatan itu langsung ke dada manusia. Seolah-olah itu adalah suara dalam diri kita. Jadi seringnya manusia enggak sadar bahwa bisikan itu adalah bisikan kejahatan.
Siapa pelaku pembisik itu ?  Ternyata pelakunya bisa jin bisa juga manusia. Dari sesamanya. Pastilah akan sulit menolak bisikan bisikan tersebut.

Inilah salah satu rahasia Allah SWT mengajarkan kepada kita doa ini. Agar sering sering dibaca. Minimal pas mau tidur yah... baca surat Al Falaq dan Annas, tiupkan ke kedua tangan dan usapkan ke seluruh  tubuh. Atau kita jadikan salah satu bacaan wirid pagi dan petang sebagaimana dalam buku doa Al Ma'tsurot.
Wallahu 'alam

Senin, 06 Januari 2014

[4] Dalam Limpahan Nikmat-Nya

Arrahmaan


Terjemahan :
Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?
(QS Ar-Rahman ;13)
Dan diulang kembali di ayat 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, dan 77.





Kalau kita membicarakan nikmat Allah, tentu tidak akan ada habisnya. Lebih tepatnya kita tidak dapat menghitungnya. Karena buaaaanyaaakkk... sekali nikmat yang Allah berikan, bukan bukan berikan, mungkin lebih tepat jika dikatakan nikmat yang Allah limpahkan kepada kita karena saking banyaknya.
Mulai dari yang tidak terasa dan tidak terlihat, hati yang terbuka menerima hikmah, otak yang senantiasa berfikir, jantung yang terus menerus memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, mata yang dapat melihat keindahan dan dapat berkedip setiap saat, saluran pernafasan yang bekerja dengan baik, saluran pencernaan yang menjalankan fungsinya, pendengaran, indra perasa, tangan, kaki, tulang-tulang yang menopang tubuh untuk tegak berdiri dan menjalankan ibadah, otot-otot yang menopang di balik kulit, udara yang tersedia gratis, makanan yang relatif mudah kita dapatkan, waktu yang tersedia untuk beraktifitas dalam kebaikan, bumi / tempat tinggal yang aman, keluarga yang samara,  teman-teman yang baik, tempat kerja yang enak, penghasilan yang cukup, dsb dsb ....

Pernah dengar cerita tentang orang yang masih menjadi pegawai sementara (belum diangkat menjadi pegawai tetap) di suatu tempat, padahal dia sudah sekian lama bekerja, dan kerjanya baik. Ketika ditanya oleh seorang kyai tentang kondisinya itu dia menjawab : nggak masalah buat saya, karena saya di dunia ini juga hanya sementara saja.
Subhanallah.. inilah contoh pandangan orang yang bersabar atas kondisinya, membuatnya  mudah bersyukur.

Maka ketika Allah bertanya : Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? kita tidak ragu lagi menjawab : tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan

dan masih banyak lagi tentunya....