يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتاً غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ -٢٧-
Terjemahan:
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
(QS An-Nuur ; 27)
Dulu sebelum mengerti konsep aurat, aku tidak menganggap itu sebagai masalah meskipun Bapak dan Ibu mengajarkan tidak demikian. kalau kita bertamu ya kulonuwun dulu, udah di monggo-in baru masuk.
Dan ternyata dari berabad-abad lalu, Allah SWT telah menunjukkan tata caranya kepada kita melalui ayat ini.
Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.
Rasulullah SAW mengajarkan kalau kita sudah mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebanyak tiga kali dan penghuni rumah tidak membukakan pintu, maka sebaiknya kita kembali (pulang), tidak memaksa masuk dengan mengetuk lebih keras seperti menggedor. Siapa tahu penghuni rumah memang sedang tidak siap untuk menerima tamu.
Rasulullah pun mengajarkan saat mengetuk pintu, maka posisi beliau tidak di depan pintu persis yang memungkinkan bisa melihat langsung isi rumah saat pintu terbuka yang mungkin akan membuat yang punya rumah malu. Jadi posisi beliau adalah miring di sisi kanan atau kiri pintu. Setelah penghuni rumah membuka pintu dan mempersilakan masuk, barulah beliau masuk.
Subhanallaah..


