Kamis, 20 Maret 2014

I'm In : Menularkan Kebahagiaan

Dapat cerita ini dari teman :

 Bahagia itu "Pilihan"
Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari... Memanggil taksi, dan naik...
"assalaamu alaykum Pak..."katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
"Pagi yang cerah bukan?" sambungnya sambil tersenyum...

Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dgn senang hati
Ia melajukan taksinya...
Sesampainya ditempat tujuan.. 

Pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu...
"Kembaliannya buat bapak saja...selamat bekerja Pak.." kata pemuda dengan senyum...
"Terima kasih..." jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

"Wah.. aku bisa sarapan dulu nih..." Pikir sopir taksi itu...
Dan ia pun menuju kesebuah warung.

"Biasa Pak?" tanya si mbok warung.
"Iya biasa.. Nasi sayur...Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam "..jawab Pak sopir dgn tersenyum

Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah 
"Buat jajan anaknya si mbok... " begitu katanya.
Dgn tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar
Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini...  Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.
Begitulah...cerita bisa berlanjut.. Bergulir... .spt bola salju...
Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
Begitu juga keluarga si mbok...
Teman2 si anak...

keluarga mereka...
Semua tertular kebahagiaan...

Kebahagiaan, spt juga kesusahan, bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...
Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

Bisa menerima itu adalah berkah...
Tapi bisa memberi adalah anugerah....

Semoga sisa hidup kita selalu bahagia dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita...
Semangat pagi Sahabat, ayo selalu berbagi, walaupun itu hanya sebuah senyum...

Nah, kayaknya cerita di atas, pas banget ya... sama program eh apalah namanya si I'm In ini....

I’m participating in the Pay-it-Forward initiative. The first 5 people who comment on this status with “I’m in” will receive a surprise from me at some point in this calendar year – anything from a sweet dessert, a lovely CD, a ticket, a book or just absolutely any surprise I see fit! There will be no warning and it will happen when I find something that I believe would suit you and make you happy! These 5 people must make the same offer in their status (FB or Path or Twitter, etc.) and distribute their own joy. Simply copy this text onto your profile, (don’t share) so we can form a web of connection and kindness.
Let’s do more nice and loving things for each other in 2014, without any reason other than to make each other smile and show that we think of each other. Here’s to a more enjoyable, more friendly and love-filled year!


Nah karena aku sudah dapat hadiah dari Mbak Tituk, maka aku berkomitmen akan membagi hadiah juga insya Allah.
Hadiahnya spesial, tas rajut yang kubuat sendiri. Dirajut dengan penuh cinta dan kehangatan seorang sahabat.
Karena ini perlu waktu untuk membuatnya, maka insya Allah tiap bulan cuma bisa kirim satu. Akan dibuat berurutan sesuai urutan komen ya....
Ya kalau sampai belum terkirim semua aku udah keburu nggak ada maaf maaf aja... tolong diiklaskan. Karena anakku belum ada yang tahan bikin sampai segini gedenya. hehe...
Ukurannya kurang lebih masuk tab 7 inch / ipad mini.
Yang komen duluan boleh pilih duluan warna yang tersedia.
Silakaaan....


penampakan tas
detil rumbai rumbai di sisi
warna yang bisa dipilih. ungu terong, gradasi coklat, gradasi hitam, gradasi biru, dan gradasi kuning-tosca

Kamis, 06 Maret 2014

Mendadak Model

Sabtu akhir pekan lalu, setelah melingkar bersama teman-teman aku nganterin Teteh untuk pemotretan.
Aiih... nggaya... pemotretan.
Iyah, Teteh diminta untuk jadi model katalog kerudung produksi temanku.
Awalnya waktu temen itu meminta aku enggak berani kasih ijin. Ya, untuk segala keputusan penting, bepergian dsb perijinan di tangan Abi. Supaya satu pintu aja siih...
Temen ini sudah deket banget sama kami. Dulu semasa doi masih bujangan, sering ngajak Fikri jalan-jalan.
Waktu aku nglairin Faiz, kan bulan Ramadhan habis maghrib,  aku dan suami masih di RS. Temen inilah yang kami telpon buat datang dan membelikan makanan untuk buka puasa anak-anak. Kebayang kan kedekatannya ?
Sekarang setelah menikah alhamdulillah bertambah dekat dengan istri dan anaknya. Alhamdulillah.

Nah pas dia cerita bikin kerudung, trus aku dikasih lihat semacam 'dummy'-nya gitu... Aiiih... bagus bagus ternyata. Modelnya juga belum pernah aku lihat di iklan kerudung yang seabreg di majalah muslimah.
Trus perpaduan warnanya cakep. Nanti kita tunggu aja launchingnya ya... mereka mengusung tag line "my first jilbab". Dengan pangsa pasar utama dari bayi sampai abege. Dari kerudung sekolah sampai kerudung main.

Nah dari awal, setelah Abi kasih ijin, baru aku bilang Teteh. Secara Teteh itu kan agak pemalu dan mbok-mbok'en. Kalau mau nanti Ummi temenin. Kalau enggak mau ya nggak papa supaya Amah dan Ami cari pengganti. Kata Teteh kalau ditemenin dia mau.
Kami janjian jam 9 di play ground salah satu perumahan di Bandung Timur. Molor- molor dikit karena si bos kerudung belum sarapan dan fotografer sama make up/ hijab stylist-nya (haiyaaaah istilahe) belum datang.
Jadinya ya agak kesiangan.
Setauku dari Kak Monda, golden time untuk foto dengan cahaya alam itu jam 7-10 kalau pagi, kalau sore ya menjelang senja gitu. Ini di alam kita kali ya... kalau di luar negri kata Sondang bisa bagus terus. Kan cahaya mataharinya beda sama negeri katulistiwa ini.
Selain itu karena udah mulai panas ya anak anak udah mulai rungsing. Faiz dan Teteh udah gantian aja badmood. Berebut inilah, itulah.
Pas yang ngedandanin datang, Teteh ngambek gak mau didandanin. Malah keluar air mata gitu. Alamaaak....
Ya kuajak bicara lah dia ... kan udah besar udah kelas 4. Kan Teteh ke sini atas kemauan Teteh. Kalau sampai enggak jadi, kasian Amah udah membayar fotografer dan yang make up. Mbak-nya itu sengaja didatangkan dari sebuah salon muslimah di Suropati Core.
Setelah dibujuk sana sini, jalan tengahnya aku yang ngedandanin Teteh.

Akhirnya dia mau walaupun sangat malu-malu. Sayang aku enggak mengambil gambar setiap momen. Sibuk berteriak teriak dan menciptakan suasana supaya Teteh dan little H (anaknya bos kerudung) bisa tersenyum dan ketawa. Alhamdulillah selama pemotretan Faiznya baik banget enggak rewel minta  perhatian.
Ini sebagian foto-nya diambil pake kamera bb biasa.
Nanti beli ya.. klo kerudungnya udah dijual ...

pakai kerudung sekolah

 
bermain bersama
 

pakai reflektor biar enggak silau
 

yah malu malu gini nih gayanya

Selasa, 04 Maret 2014

Wonderful Wife Wannabe

Setelah teman-teman membaca  resensiku atas buku Wonderful Husband, maka supaya seimbang,akupun ikut GA Mak Ida  Laila tentang wonderful wife.
Terus terang, agak kesulitan menulis tema ini, karena Mak Ida Laila hanya meminta 3 poin saja karena beliau suka dengan angka tiga..
Pengennya sih aku bisa posting ini di tanggal tiga bulan tiga supaya lebih fenomenal lagi angka tiga-nya. Tapi apa daya menunggu pinjaman leppi ke Abi enggak cocok aja waktunya. Jadi sampai detik terakhir ini ya aku postingnya pakai hape juga akhirnya. Gapapa lah ya... ya maap maap aja kalau settingnya kurang bagus. Hehehe...

Bicara tentang wonderful wife,  tentunya bicara tentang ranah idealisme. Bila seseorang bicara tentang idealisme, belum tentu orang tersebut sudah ideal ya .... ya seperti aku ini. Jangan dianggap aku sudah menjadi istri yang ideal. Jauuh... masih jauuuh sekali.
Hanya saja, bagiku idealisme ini semacam  mercusuar, dialah pemandu arah kemana kita hendak menuju. Maka lampu mercusuar ini harus selalu menyala agar tidak ada yang tersesat jalan.
Jadi, menurutku, sebagai istri kita harus mempunyai suatu idealisme tertentuagar kita selalu ingat bahwa ada sebuah cita - cita yang tengah kita usahakan, dan ada sebuah tujuan yang tengah kita perjuangkan.

Adapun karakteristik wonderful wife, menurutku terwakili oleh tiga poin berikut :

Yang pertama : seorang wonderful wife hendaknya selalu berusaha menjadi pribadi yang taat kepada Allah.
Kriteria pertama ini mencakup 3 hal :
* menyadari bahwa penikahannya adalah dalam rangka taat kepada Allah dan  tuntunan sunah Nabi-Nya.
Sehingga, semuanya pun dalam kerangka ibadah pada Allah yang muaranya adalah keridhaan Allah.
Dengan semangat ibadah ini, maka setiap tantangan yang dihadapi di dalam pernikahannya akan dia kembalikan kepada Allah.
Semua kesulitan bukan jadi halangan, melainkan menjadi pintu untuk menuju ridha Allah semata. Intinya, sebuah pernikahan hendaknya membuat istri makin dekat kepada Allah. Bukan sebaliknya.
* seorang wonderful wife menyadari sepenuhnya, bahwa ikatan pernikahan adalah sebuah perjanjian yang kokoh /mitsaqan ghalizha yang disaksikan oleh Allah.  Maka sang istri akan selalu menjaga kesetiaan janjinya, di saat ramai ataupun sepi, di hadapan suami maupun di belakangnya,  bahwa dia akan selalu setia terhadap  pernikahannya.
* mencintai dan membenci dengan cara- cara yang  Allah ajarkan.
Dalam kehidupan berumah tangga tentu tentu banyak ditemukan perbedaan antara suami dengan istri.  Suami juga manusia, manusia biasa pula. Jadi pasti ada saja kekurangannya. Mungkin ada sesuatu hal dari suami yang  tidak disukai istri, tapi sesungguhnya, bila kita buat daftar antara yang disukai dan tidak, maka kita akan menemukan hal lain yang disukai jauh lebih banyak dari yang tidak disukai.  Maka janganlah kita membenci satu hal, karena bisa jadi hal itu lebih baik buat kita. Jangan pula kita terlalu mencintai sesuatu karena bisa jadi hal tsb buruk buat kita.

Kriteria kedua : seorang wonderful wife selalu berusaha untuk  taat pada suaminya.
Kriteria inipun mencakup 3 hal :
*mengikuti perintah suami sepanjang tidak bertentangan dengan aturan Allah.
*selalu menambahkan cinta di dalam setiap pelayanan terhadap suami dan keluarganya.
Salah satu kekuatan cinta adalah memberi. Pelayanan penuh cinta, untuk orang yang dicintai, tentu kualitas pelayanannya akan jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang melayani hanya sebatas menjalankan kewajiban.
*menjaga harta dan kehormatan suami. Mempergunakan harta suami dengan sebaik-baiknya untuk dibelanjakan di jalan Allah sesuai ijinnya.  Selalu menjaga kehormatan suami dan menjaga rahasianya. Jangan sampai kehormatan suami jatuh gara-gara kita, sikap kita yang kurang baik atau kurang amanah.

Ketiga : Seorang wonderful wife adalah partner terbaik suami dalam mendidik generasi.
* mendidik anak-anak dengan penuh semangat dan penuh cinta
* senantiasa menjadi teladan dalam rumahnya
* bersabar dalam mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anaknya.

Nah, itulah kriteria wonderful wife menurutku.
Sedangkan masukan untuk blog Mak Ida, menurutku sudah bagus. Apalagi pasca operasi. Sudah lengkap pula isinya.
Satu saja masukannya, Mak Ida kan sudah makin banyak 'penggemar' nih, mungkin perlu menambahkan alokasi waktu untuk blog walking.
Iih... aku seneng lhooo klo Mak Ida berkenan mampir ke blog ini.
Makasih ya Maaak... sudah menginpirasi dan berbagi dengan kami.
Sukses untukmu, Mak Ida.

ARTIKEL INI DISERTAKAN DALAM GA “WONDERFUL WIFE By Ida Nur Laila