Pekan lalu, aku nggak sengaja bisa nongki di warung kopi. Kok bisa ? Ceritanya ... aku dan F3 ada acara yang waktunya bersamaan. Berangkat dari rumah bareng, sama sama rapat tapi di tempat yang berbeda dan urusan yang berbeda. Kalau F3 rapat alias meeting ya mereka bilang, di warung kopi. Kalau umi ya cukup ketemuan dan ngumpul di salah satu rumah, lengkap dengan cemilan-cemilan, udah cukuplah buat teman ketawa ketiwi di sela-sela pembahasan.
Aku nganterin F3 ke Mokopi yang di jalan IBrahim Adji, tepatnya di pojokan perempatan itu, dekat jalan layang.
Pas aku tanya kira-kira selesai jam berapa, katanya maghrib. Okelah... Umi bisa pergi ke dua lokasi, setelah peremuan bisa silaturahim dulu.
Kurang lebih jam 5 sore ketika aku pertama masuk Mokopi. Suasana masih relatif sepi. Tapi hampir semua meja indoor di lantai bawah udah keisi. Sebenernya ada lantai dua juga, tapi aku lagi malas naik tangga. Jadi aku memilih di area outdoor. Waktu itu habis hujan, jadi suasana syahdu-syahdu gimana gitu...
Seperti yang pernah diajarkan sama anak nongkrong, minuman nggak boleh langsung dihabisin, tapi pelan pelan aja minumnya, dikit-dikit. Karena kita kan bakalan lama di situ. Karena nggak ada teman nongkrongnya, aku sih ada yang kukerjain, Milih milih foto untuk tempat yang belum sempat kurevieuw di Google Map, sambil foto-foto di lokasi buat menyiapkan reviewnya.
Mokopi ini tempatnya lumayan luas. Selain indoor di gedung utama, di belakang juga ada. Dan lantai duanya juga bukan hanya yang di belakang ternyata di atas gedung utama juga ada, cuman aku taunya pas mau pulang terus nengok ke atas. Yah telat deh ya..
Waktu terus berjalan, sampai adzan hampir berkumandang, si F3 belum ada tanda-tanda ngajak pulang. Pas adzan akhirnya dia keluar dari ruang rapat, dan ngabarin kalau itu baru break, tapi sesi dia udah selesai. Jadi boleh pulang duluan... whaaat... lama amat yak rapatnya.. Aku godain apa nggak rugi tuh si warung kopi kalian acara dari siang sampai malam hihi
Yaudalah ya.. itu urusan pemilik tempat, mungkin mereka juga udah mempertimbangkan, makanya bikin tempat seluas ini.
Karena aku asyik sendiri dengan kerjaanku, aku enggak sadar ternyata makin malam suasana makin rame. Meja-meja di sekitarku yang tadinya kosong mulai terisi rombongan-rombongan remaja. Sempat kepikiran aku mau nambah menu, eh tapi antrian di kasir udah mengular, dan kebayang dong kalau aku pesan lagi nunggunya berapa lama lagi.
Akhirnya aku menuju toilet, toiletnya gabung L/P. Agak sempit sih menurutku. Tapi cukuplah. Aku sekalian wudhu untuk sholat maghrib. Lalu kutanyakan ke mas-nya mushola di sebelah mana, kemudian masnya menunjukkan, sembari berkata "tapi ada yang lagi sholat". Oke aku menuju mushola. Sampai lokasi aku baru ngeuh maksud dari mas mas yang tadi menunjukkan, ternyata musholanya memang cuman muat 2-3 orang posisi normal. Kalau dipepetin bisa kali 5 ya.. tapi ya harus laki sama laki, perempuan sama perempuan. Karena ruangannya kan ngepas, dan lokasi kiblat menyerong, jadi nggak bisa full ruangannya.
Tempat wudhu disamping mushola di bawah tangga, gelap. Kebayang kalau ada hewan kecil di tempat lembab seperti itu, nggak akan keliatan. Untunglah aku udah wudhu di toilet.
Sambil nunggu F3 selesai, bergantian sholat eh.. sampai jam 7 baru beres semuanya.. Walhasil total aku nongkrong di warung kopi ini sekitar 90 menit.






