Jumat, 23 Mei 2025

Olahraga ke Sumaba



Hai teman-teman  jelang akhir pekan nih, udah ada rencana bepergian belum? 

kalau belum, kamu bisa coba melakukan olahraga ringan yang tidak memberatkan untuk mengisi akhir pekanmu. 

Apa olahraga kesukaanmu? 

Aku sendiri lebih suka melakukan olahraga jalan kaki. Terkadang aku lakukan di rumah saja dengan bantuan treadmill. Kadang juga aku keliling kampung keluar masuk gang di sekitar rumah kalau waktuku agak santai. 


Kalau benar-benar tidak ada agenda kegiatan lain, biasanya aku pergi ke tempat yang orang banyak berolahraga disana. 

Selain Kiara Artha Park dan Sport Jabar,  tempat favoritku yang lain adalah Perumahan Summarecon Bandung atau  dikenal juga dengan nama Sumaba. 


Sebenarnya seluruh area Summarecon bisa menjadi area jalan kaki yang menyenangkan. Selain trotoarnya lebar, di sana juga banyak pepohonan sehingga udara terasa sejuk. 

Seluruh area perumahan, terjaga kerapian dan kebersihannya. Sering tampak petugas kebersihan sedang merawat rumput dan tanaman lain. 

Ada satu tempat yang sering dipergunakan oleh orang banyak sebagai area olahraga, yaitu area di seberang Ruby commercial Park. 

Di sini terdapat taman yang dilengkapi dengan track jalan kaki, bangunan untuk istirahat yang dilengkapi bangku-bangku, juga ada danau buatan. 

Danau ini yang membuat suasana terasa syahdu. Apalagi kalau langit sedang biru. Kita seperti tidak sedang berada di tengah Kompleks Perumahan melainkan seperti sedang berjalan-jalan menikmati pemandangan alam yang luar biasa. 


Aku sudah mencoba mengelilingi blok di seberang Ruby ini. . Jaraknya kurang lebih 2 km. Kalau kita jalan santai butuh waktu sekitar 30 menit. 

Selain jalan kaki kamu juga bisa coba olahraga lainnya. Di komplek Summarecon ada tempat persewaan coba  naik sepeda yakni di taman sumringah. Tarif sewa sepeda ini harganya sangat terjangkau untuk sepeda tunggal sewanya hanya Rp3.000 untuk 2 jam sedangkan sepeda listrik ataupun skuter sewanya Rp 10.000 untuk 30 menit. 

Oh iya, buat kamu yang masih bingung di mana sih lokasi taman Sumringah, kamu bisa cek di peta. Kalau bingung juga, letaknya tuh di seberang Plaza Summarecon, gedung yang ada kantor pemasaran, seberangnya. Gampang kok.. Cuman satu yang perlu diingat, parkir di Taman ini lekas penuh, karena areanya terbatas. So kalau mau naik sepeda, usahakan kamunya datang pagi-pagi ya.. 

Rabu, 22 Januari 2025

Berkunjung ke Saung Angklung Udjo

Area pertujukan Wayang Golek di Saung Angklung Udjo

Beberapa waktu lalu ada sahabat dari luar kota yang berkunjung ke kota Bandung. Sehubungan dengan padatnya acara beliau, maka untuk ketemuan kami sepakati untuk mengikuti jadwal tour. Setelah aku membaca jadwal, maka yang paling memungkinkan waktu dan tempatnya adalah sesi di Saung Udjo. Selain dekat, sejujurnya aku juga belum pernah menonton pertunjukan di sana. 


Saung Angklung Udjo ini salah satu destinasi wisata viral di Kota Bandung. Di sini kita dapat menyaksikan berbagai  pertunjukan seni dan budaya yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia.


Saung Angklung Udjo didirikan tahun 1966 oleh Bapak Udjo Ngalimun dan istrinya, Hj. Uum Siti Maimunah. Awalnya memang hanya untuk melestarikan angklung, yaitu sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Saung Angklung Udjo telah berkembang pesat merepresentasikan  kebudayaan Sunda/Jawa Barat secara luas.


Lokasi Saung Angklung Udjo

Jalan Padasuka No. 118, 
Pasir Layung, Cibeunying Kidul
Kota Bandung, Jawa Barat 40192


Tempat ini sangat dekat dari terminal bus Cicaheum. Jadi kalau misal naik kendaraan umum hingga terminal, dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10menit, ataupun menumpang ojek pangkalan dari sekitar terminal.

Kendaraan umum yang melintas Jalan Padasuka:

  • Angkutan Kota hijau nomor 02 jurusan Cicaheum-Aceh
  • Angkutan Kota hijau jurusan Cicaheum Ledeng
  • Angkutan kota warna pink jurusan Gede Bage-Dago

nanti bilang saja ke pak sopir, turun di Jl Padasuka, sambung jalan kaki ke lokasi.


Ada apa saja di Saung Angklung Udjo?

Pertunjukan yang dipentaskan di Saung Angklung Udjo, melibatkan banyak orang, bahkan juga melibatkan penonton. Kita diajak memainkan angklung dengan berbagai variasi lagu, ada lagu tradisional Sunda, lagu pop, hingga lagu barat. 

Dalam setiap sesi pertunjukan biasanya kita dapat menyaksikan beberapa hal

Yaitu :

  • Pertunjukan wayang golek.

Ketika saya menonton, yang dimainkan adalah kisah Rama dan Shinta bagian Hanoman obong. Menceritakan perjalanan Raden Rama dan pasukan Hanoman yang menyerbu Hastina untuk menyelamatkan dewi Shinta. Pertinjukan ini diakhiri dengan kematian Rahwana dan terbebaskannya Dewi Shinta. 

Pertunjukan wayang golek ini terbilang singkat ya, namun penonton dapat mengerti jalannya cerita, karena pak Dalang juga membawakannya campuran antara bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda.


Pertunjukan sedang berlangsung

  • Kaulinan Barudak

Pertunjukan ini menceritakan permainan anak anak Jawa Barat khususnya. Diperankan oleh anak-anak usia sekolah dasar baik laki-laki maupun perempuan. Diiringi dengan musik angklung dan juga gamelan sunda.

Adegan dimulai dari masuknya tandu yang dipikul oleh empat orang dewasa dan seorang anak laki laki duduk di kursi bambu dengan dinaungi payung warna kuning keemasan. Ini menceritakan tentang anak yang selesai disunat/di khitan. Kemudian teman temannya bermain pencak silat, menyanyi dan menari di sekelilingnya untuk menghibur si anak yang baru disunat untuk mengalihkan rasa sakitnya. Si anak pun kemudian tersenyum kembali. 

Kaulinan barudak

  • Tari Topeng

Tarian yang berasal dari daerah Cirebon ini diperankan oleh empat orang gadis. Tarian menunjukkan adanya dua sisi perempuan yaitu sisi maskulin dan sisi feminin. Tarian ada dua jenis irama. Pada bagian awalnya diiringi musik lembut dengan gerakan lembut gemulai.
Setelah beberapa saat penari mengenakan topeng yang dibungkus kain merah. musik pun berubah menjadi lebih keras, menghentak. dan penari pun menari dengan gerakan yang lebih tegas. Inilah dua sisi perempuan tsb. 

Tari topeng dari Cirebon


  • Permainan angklung dilanjutkan game yang melibatkan para pengunjung

Acara ini dipandu oleh pembawa acara. Masing-masing pengunjung dipersilakan memegang angklung kemudian diminta melihat kode yang tertera pada angklung nya. Kode ini merupakan not. Setelah itu pembawa acara menunjukkan kode-kode angklung dengan telapak tangannya untuk menandai masing masing not dari do hingga do lagi.
Ketika pembawa acara memainkan telapak tangannya, pengunjung pun menggerakkan angklung. Kemudian sambung menyambung menyanyikan berbagai lagu. Terakhir Penonton diminta turun ke arena untuk menari bersama para artis. Ini menjadi pengalaman unik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri. 

Keseruan game di akhir pertunjukan



Selain pertunjukan di atas,  di area Saung Angklung Udjo ada juga toko hasil kerajinan. Aneka hasil kriya dari bambu tersedia di sini. Tak ketinggalan juga ada restoran yang sekaligus menjadi tempat bersantai sebelum atau setelah pertunjukan.


Berkesan sekali pengalamanku menonton pertunjukan di Saung angklung Udjo. Tiket seharga 85ribu terasa sepadan dengan yang aku dapatkan. Tak heran Saung Angklung Udjo menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga kota Bandung khususnya, karena Saung Udjo memunculkan ikon  budaya masyarakat Sunda. 

Nah, kamu sudah pernah ke sana?






Minggu, 01 Desember 2024

Wisuda!

Foto bersama di depan Graha Sanusi

Seperti pernah aku ceritakan sebelumnya ketika aku menulis tentang watermelon cake, pekan kemarin itu saatnya F2 wisuda. Setelah F2 melalui masa perjuangan yang panjang semasa kuliah. Hampir 7 tahun, Sis. Hati seorang ibu juga udah kembang kempis kayak balon kurang angin.
 
Awalnya jujur aku agak kurang yakin soal keikutsertaan di wisuda sesi ini. Karena, tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa yang sudah lulus sidang perlu menyelesaikan revisi skripsi dulu sebelum mendaftar wisuda. Alias, kalau belum revisi belum boleh wisuda. Sementara F2 kemarin minta waktu lagi untuk revisi skripsinya, karena dia lagi fokus menyiapkan diri ikut seleksi CPNS. 
Qodarullah.. Masya Allah tabarakallah.. Alhamdulillah wisuda tahun ini tidak ada persyaratan seperti di atas. Artinya semua yang sudah lulus sidang boleh mendaftar wisuda. Syukurlah… 

Setelah jadwal wisuda keluar, F2 ternyata kebagian di hari kedua, sesi siang. Wisuda Unpad berlangsung selama 4 hari, dari Senin sampai Kamis. Setiap harinya ada dua sesi. Sesi pagi di mulai pukul 9.00 selesai pukul 11.00 WIB (di Jadwalnya yaa..) sedangkan sesi siang dimulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB. 


Untuk ikut wisuda ini konon tidak bayar sepeserpun. Mahasiswa diminta membayar Rp. 750.000 katanya itu uang deposit. Semacam jaminan gitu buat toganya. Jadi kalau nanti toga dikembalikan, uang juga akan kembali utuh. Katanya.. 


Kok jaminan toga semahal itu.. Iya karena toga unpad saat ini keren banget. Udah macam jubah Harry Potter. Ada yang hijau tosca, ada yang orange, ada juga yang merah. F2 dan teman-temannya kebagian toga warna merah. 


Karena udah tahu dapat jadwal siang , aku agak dag dig dug juga.. Soalnya Bandung di siang hari hampir selalu hujan. Jadi aku mikir outfit seperti apa ya..yang cocok di segala suasana. 

Pilihanku dan suami adalah batik. Mau pakai jas takut panas. Aku pun mengikuti pakai batik dengan warna senada. 


Batik yang kami kenakan berbahan katun dan tidak terlalu tebal. Kenapa katun? Agar kalau kehujanan cepat kering, tapi kalau kepanasan tidak terlalu hareudang. Warna dasar hitam, harapan nya supaya ketika terciprat genangan air pun, nggak akan keliatan banget kotornya. 

Sempat kepikiran mau bawa pakaian ganti, tapi mikir lagi nanti aku perlu tas sebesar apa ya

Tas aku pakai punya F3, alhamdulillah masuk segala rupa. Tapi nggak juga baju ganti. Kan aku bawa  jas hujan dan tas belanja. 

Sedangkan sepatu aku juga pakai yang punya F3 karena ukuran kaki kita sama. 


Ngebayangin suasana unpad pas wisuda, nggak ada wisuda aja sering macet karena ramai. Apalagi ketambahan wisuda. 

Bandung kalau hujan tahu sendiri kan, bisa tiba-tiba banjir di mana-mana.


Akhirnya jam 12 lebih kami baru berangkat dari rumah dengan naik ojek daring. Karena pendamping harus mendaftar dulu maksimal 30 menit sebelumnya.  Sedangkan wisudawan malah boleh hadir maksimal jam 14 lebih 15 menit. 


F2 rencana mau berangkat naik motor, eh dapat telpon dari temannya kalau di Dipati Ukur hujan. Akhirnya dia naik ojek mobil juga.  Pas banget jam dua kurang 5 menit dia sampai. Katanya hujan dan banjir. Jadi nggak bisa turun mobil terus jalan kaki. 


Alhamdulillah wisudanya berjalan lancar.. Semoga ke depan juga lancar jalan rezekinya. Aamiin.

Ya mungkin sedikit tips aja kalau mendampingi anak wisuda, sebisa mungkin berangkat dan pulang sama sama, karena biasanya wisudawan menerima banyak bingkisan. Nah kita sebagai pendamping bisa bantu bawa. Gitu kaaan..


Selamat ya Nak, baarakallaah.