Sabtu, 21 Juni 2025

La-Maja Coffee and Eatery, Cafe Estetik di Cicalengka

Hai teman-teman, kali ini aku akan melanjutkan cerita tentang perjalanku ke Cicalengka. Setelah perasaan yang nano-nano akibat kefomoanku di postingan yang ini, aku mencoba mencari alternatif dengan membuka-buka google map. Zoom-geser-zoom-geser sampai akhirnya menemukan sebuah cafe yang dari gambar dan ulasannya tampak meyakinkan. 

La-Maja Coffee and Eatery, lokasinya hanya 1.2 km dari lokasi cafe pertama. Akupun memesan ojek online untuk ke sana. Tidak lama kemudian kendaraan yang aku pesan sudah datang. Aku dan anakku segera capcus menuju destinasi baru.

Alamatnya di Jl. Raya Cicalengka - Majalaya No.121, RT.002/RW.009, Hegarmanah, Kec. Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40396 Telepon  0823-2473-0862
Sesampainya di lokasi, vibe positif cafe nya udah kerasa banget. Rame tapi tidak berisik. Hampir semua meja telah terisi, aku mendapatkan satu meja kecil di pojokan dekat ruang VIP, tapi alhamdulillah malah nyaman karena nggak ada orang lalu lalang.



Kami selanjutnya melihat-lihat buku menu. Sebenarnya banyak makanan yang ingin kita coba. Namun sayang sekali kata mba-mba kasir hari itu lagi banyak pengunjung/rombongan yang sudah memesan makanan  Jadi mungkin pesananku akan lama. 
Mendengar kondisi tersebut kami memutuskan untuk memesan makanan yang siap untuk segera dihidangkan.. Akhirnya aku beli minuman, kue redvelvet dan juga dimsum.sedangkan minumannya kami memesan air mineral dan minuman mojitos lechy.



Karena sudah masuk waktu zuhur aku menanyakan lokasi mushola. Asli gak ada ekspektasi apapun soal mushola, ternyata bagus banget. Rapi dan bersih. Musholanya ada di sisi kiri gedung utama. Untuk mengakses harus melewati dulu toilet tamu pria dan juga wanita. Kemudian ada tempat wudhu baru tempat sholatnya.

Selama kami duduk-duduk di sana, di meja sebelahku ada serombongan Ibu-ibu yang sepertinya sedang asyik menikmati pertemuan bersama teman-teman. Namun mereka betah-betah saja tidak terlihat tanda mau beranjak. Iya memang senyaman itu tempatnya.

Selama kami duduk di sana, ada salah satu staf media sosial dari La Maja yang mendatangi kami dan menanyakan bagaimana testimoni kami tentang La-Mada.
Testimoninya positif, insya allah bakal ke sini lagi atau merekomendasikan tempat ini pada yang lain. Terima kasih.








 

Selasa, 03 Juni 2025

Korban FOMO



Beberapa waktu lalu, lewat di beranda akun media sosialku tentang sebuah destinasi yang sedikit keluar dari kota Bandung, namun masih mudah dijangkau. Mudah dalam artian sarana transportasinya, dan juga harganya yang sangat murah.

Destinasi tersebut, adalah sebuah cafe yang konon estetik, yang terletak di Cicalengka. Dari area kot.a Bandung, dapat ditempuh dengan menggunakan kereta api lokal dengan harga tiket Rp. 5.000 saja. Jadi pulang pergi hanya butuh RP. 10.000. Murah kan?

Di hari libur akhir pekan yang panjang, aku dan anakku sepakat mendatangi tempat tersebut. Beli tiket keberangkatan dari stasiun Kiara Condong.Untuk penumpang luar kota, biasanya masuk dari Stasiun Lama di Jl Kebon Jayanti. Meskipun kalau lihat desain bangunan stasiun saat ini, mestinya penumpang dari sisi Stasiun Lama maupun Stasiun baru sudah dapat terakomodir jalurya. Namun karena aku sendiri belum pernah mencoba,dan kok ya belum pernah tanya ke petugas, akhirnya aku tetap masuk dari Stasiun Lama.

Perjalanan kereta lokal Kiara Condong (KAC)-Cicalengka (CCL) ditempuh dalam waktu 50 menit dan berhenti di setiap stasiun yang dilewati. Dari Kiara Condong - Gedebage - Cimekar - Rancaekek - Haur pugur - Cicalengka. Kami berdua sempat berdiri dari Kiaracondong sampai Cimekar. Karena di sini banyak yang turun, jadi kami baru dapat tempat duduk.

Kami tiba di stasiun Cicalengka sekitar pk. 11.30. Begitu keluar peron, kami sudah disambut oleh para calo dan kernet angkot yang aktif melakukan penawaran dengan menyebut nama cafe viral itu. Tapi karena di map kulihat jaraknya hanya sekitar 500m dari stasiun, maka kamipun memilih untuk berjalan kaki. Tidak menyangka lho, ternyata cukup banyak juga yang berjalan ke arah yang sama. Whaat? seviral itu kah?

Sepanjang perjalanan, beberapa kali kami berpapasan dengan rombongan yang menenteng gelas minuman berlogo cafe itu. Begitu masuk, duh udah kurang sreg dengan suasana yang menurutku mirip pasar. Suara berdengung orang mengobrol, bercampur dengan suara anak yang menangis, di tengah panas yang terik.

Selanjutnya kami mengantre di depan kasir untuk melakukan pemesanan. Pesan minuman OK, kami memilih kopi susu aren dan matca. Pas pesan makanan agak kaget, yang tersedia hanya sebagian menu saja, camilan pun hanya ada tahu cabe garam. Sedangkan kalau kami pesan menu nasi baru dapat disediakan satu jam mendatang. Asli kaget sih.. tapi ya memang rame banget  cafenya.

Oke, kami pun memilih ruang ber-AC. Berharap sedikit kedap suara dan disejukkan oleh pendingin udara. Namun sayang sekali, suasana di ruang AC juga tidak terlalu berbeda. Di ruang ini justru ada sumber suara yang sangat lantang. Ada anak toodler yang suara tangisnya menggoncang dunia combo dengan dua balita yang buka tutup pintu geser di belakangku.

Setengah jam kemudian, minuman datang dalam kemasan gelas plastik. Shak shik shok sih, ini dine in tapi dikasih gelas plastik. Karena udah kepanasan akhirnya aku minta pesanan sisanya di take away aja. Aku buka buka map, cari tempat mengungsi lain yang terdekat. Syukurlah ada. Nanti aku ceritakan di postingan berikutnya.

La-Maja Coffee and Eatery, Cafe Estetik di Cicalengka


Senin, 26 Mei 2025

Bekam Salip Salipan

 Hari Jumat siang aku janjian sama rumah bekam. Khusu hari Jumat, memang dua buka setelah sholat Jumat ditunaikan. Janjiannya jam satu. 

karena lokasinya dekat, aku berangkat jam satu dari tempat kerja. Jujur aku nggak enak kalau kecepetan, yang mana dia belum buka tapi udah ada aku yang nunggu.s

Soalnya ini kedalaman sama aku, kalau belum buka udah banyak tamu yang antri, jadi agak agak gimana gitu..


Sampai di lokasi, udah ada dua orang pasien yang sedang dilayani. 

Oke aku salah, telat beberapa menit. Di sini aku mikirin petugas ceritanya...eh mereka gak support aku hehe..

Terus aku diminta nunggu 30 menit. Ogah banged. Dan nggak mungkin nunggu bekam cuman setengah jam, mana dua pasien pula. Pasti akan lebih dari itu waktunya.

Yaudah aku balik aja ke tempat kerja, kan jalannya cuman 10-15 menit

Nanti balik lagi sore, katanya terakhir pendaftaran pasien jam setengah lima. 

“Bener ya setengah lima?” Aku berusaha memastikan. 

“Iyaa.. “ Kata tetehnya. 

Karena takut kesorean aku datang jam 16.25. Kali ini aku lebih cepat 5 menit dari waktu janjian. Eh ada pasien dong dong dog. Dan tetehnya nggak keluar-keluar sampai aku 15 menit nunggu. 

Nggak kesel gimana. Sehari disalip dua kali. 

Ya kalau gak terima bookingan, jangan bilang bisa booking atuh ya... 

Bilang aja “kami melayani yang lebih dulu datang”

Terus kan kalau yang tadi siang bisa dua barengan kenapa yang sore ini nggak? 

Wah pokoknya udah kezel tingkat provinsi kali ya.. 

Akhirnya jam 16.50 aku baru diminta masuk. Itupun pasien yang satunya belum selesai. Jadi aku di dalam ya dianggurin juga. Diminta bersiap, terus disinari pakai infra merah. Rasanya hangat hangat gitu. 

Udah akhirnya bekam berjalan seperti biasa. Aku selesai sudah jam 17.45.

Jadi bener kan yang tadi siang aku ninggalin antrian. Gak mungkinlah 30 menit. 

Setelah bekam aku balik ke kantor lagi karena tadi belum mencapai jumlah minimal jam kerja. Walaupun aku berangkat bekam udah jam 16.10. Tetap harus balik ke kantor.

Yah begitulah...

Moral of the story ..harusnya kalau gak bisa terima bookingan jangan bilang bisa booking ya.. 

Kalau udah terima booking ya komitmen. minta maaf ini ada yang sudah booking