Selasa, 28 September 2010
Curhat Tita : Back in Bandung
it's was amazing !!
asli.
buku (dan komik pula) berbahasa asing yang pertama kubaca sejak sekian tahun lalu aku belajar bahasa Inggris.
Buku yang awalnya berupa curhat Tita Larasati di blog-nya, kini dibukukan. Bener memang, ya, sensasi membaca komik itu pas ketika kita megang bukunya dan membalik lembaran lembarannya.
Tita menceritakan tentang perasaannya kembali (lagi) ke kota Bandung, setelah dia tinggalkan selama sepuluh tahun kuliah di Belanda.
Asyik meski bacanya sambil mikir dan sambil mantengin, ini huruf/tulisan apa sih..karena dalam komiknya Tita menuliskan semua pake tulisan tangan.
Detail, menggambarkan segala sesuatunya, misal sampai bekas gigitan nyamuk (bab flash back) menu makanan (jalan sutra, thursday,an eventfull weekend, dagopakar trip)
Lucu, sampai ngakak pas baca dia dimarahin satpam gara gara lewat boulevard (Bike ITB), gambaran dia tentang jalanan ITB yg dipenuhi kotoran burung dan sampah sisa makanan burung (BIrd ITB), dia dan cicak sampai beberapa kali (kejatuhan cicak, menginjak cicak) dan tentu saja pas anaknya -Lindri - berkalung sarung ke sekolah dan main cad-dog dengan kakaknya -Dhanu- pake sarung. (Mad About Sarung)
Kagum sama tulisannya tentang Indonesia dan My adopted Home.
pokoknya amazing lah, jadi pengen baca yang buku ke satunya
Hang !!
1. 17.50 :
Suara adzan berkumandang.
Ummi : Kalian dengar suara itu ?
F2 :dengar Umi
F3 : cuek, masih baca buku
F4 : diam diam masuk kamar mandi
F1 : masih memperagakan gerakan pencak silat sambil mengaca di jendela
F5 : asyik main pecahan rubic
2. 17:51
Ummi beranjak ke kamar mandi
F1 : Masih memperagakan gerakan pencak silat, ke arah berbeda
F2 : ke kamar mandi, wudhu kemudian menggelar karpet
F3 : menyusul F2 wudhu, kemudian mengambil mukena
F4 : udah wudhu, pelan pelan mengenakan mukena
F5 : masih asyik bermain pecahan rubic
3. 17:52
Ummi keluar dari kamar mandi
F1 : sudah wudhu kemudian mengambil mukena, kemudian menyeret sajadah yang sudah terpasang
F2 : "Ummi.... aku lagi nggelar karpet, malah karpetnya ditendang tendang sama Ayuk"
F3 : "ummi... mukenaku dibuang sama Yai"
F4 : bengong liatin kakak kakaknya
F5 : Nyadar, umminya mau shalat "ummiiiiiiiiiiiiiiiiii... nenen, miii, nen uyu" (nen dulu) membuntuti ummi
4. 17:53:00
Ummi menggendong F5, membujuk, mengalihkan perhatian F5 (pura pura tidak melihat keributan F1-F3)
"Faiz, ummi pinjam sajadah roketnya ya..."
F5 : Nen uyu, nen uyu... (tidak menjawab pertanyaan, dan tidak teralihkan perhatiannya)
F4 : pelan pelan pake mukena
F2 : ganti melempar sarung F1
F3 : ketawa ketawa berlompatan
F1 : mengejar F2 sambil melempar sajadah yang sudah disiapkan oleh F2
5. 17:53:30
Ummi : masih membujuk F5, agar minum asi-nya setelah shalat maghrib.
F5 : mulai menangis, menarik narik baju Ummi, "Mi... nen uyu... nen uyu..."
F1:F2:F3 : (bersama-sama) "Umiiiiiiiiiiiiii....... (titik titik diisi nama 'musuh' mereka) nakalllll !!!
Karpetnya berantakan lagi !
Mukenaku disumputin !
Sarungku terbang !
(terdengar bunyi bunyi ketawa pelan )
F4 : diem aja liat keributan, belum selesai juga pake mukenanya.
6. 17:53:45
Ummi : mulai gemes ke anak tiga terbesar, hopeless juga karena tidak berhasil membujuk F5
menggendong F5 lalu keluar kamar
berteriak : "kalian juga sih, kalau nggak mau dapat balasan jangan mulai menjahili orang"
F1-F3 : serempak diam, anteng, dan bersiap shalat
F 4 : baru selesai pake mukena kemudian shalat juga
F5 : diam (karena digendong) tangannya masih mencari cari apa yang dibalik daster ummi
7. 17:53:46
Ummi : terkapar di tempat tidur, sambil ngasih nen Faiz, tiba tiba merasa benar - benar lelah. Nggak berhasil shalat tepat waktu, nggak berhasil menahan kesabaran, nggak berhasil membujuk anak bayi.
memejamkan mata sambil mengusap usap kepala Faiz.
1-7 : F-0 (Abi) : lagi flu berat, masih tetap tidur (pura pura tidur ?) di bawah selimut yang menutup seluruh tubuhnya.seolah tidak ada kejadian apapun
Suara adzan berkumandang.
Ummi : Kalian dengar suara itu ?
F2 :dengar Umi
F3 : cuek, masih baca buku
F4 : diam diam masuk kamar mandi
F1 : masih memperagakan gerakan pencak silat sambil mengaca di jendela
F5 : asyik main pecahan rubic
2. 17:51
Ummi beranjak ke kamar mandi
F1 : Masih memperagakan gerakan pencak silat, ke arah berbeda
F2 : ke kamar mandi, wudhu kemudian menggelar karpet
F3 : menyusul F2 wudhu, kemudian mengambil mukena
F4 : udah wudhu, pelan pelan mengenakan mukena
F5 : masih asyik bermain pecahan rubic
3. 17:52
Ummi keluar dari kamar mandi
F1 : sudah wudhu kemudian mengambil mukena, kemudian menyeret sajadah yang sudah terpasang
F2 : "Ummi.... aku lagi nggelar karpet, malah karpetnya ditendang tendang sama Ayuk"
F3 : "ummi... mukenaku dibuang sama Yai"
F4 : bengong liatin kakak kakaknya
F5 : Nyadar, umminya mau shalat "ummiiiiiiiiiiiiiiiiii... nenen, miii, nen uyu" (nen dulu) membuntuti ummi
4. 17:53:00
Ummi menggendong F5, membujuk, mengalihkan perhatian F5 (pura pura tidak melihat keributan F1-F3)
"Faiz, ummi pinjam sajadah roketnya ya..."
F5 : Nen uyu, nen uyu... (tidak menjawab pertanyaan, dan tidak teralihkan perhatiannya)
F4 : pelan pelan pake mukena
F2 : ganti melempar sarung F1
F3 : ketawa ketawa berlompatan
F1 : mengejar F2 sambil melempar sajadah yang sudah disiapkan oleh F2
5. 17:53:30
Ummi : masih membujuk F5, agar minum asi-nya setelah shalat maghrib.
F5 : mulai menangis, menarik narik baju Ummi, "Mi... nen uyu... nen uyu..."
F1:F2:F3 : (bersama-sama) "Umiiiiiiiiiiiiii....... (titik titik diisi nama 'musuh' mereka) nakalllll !!!
Karpetnya berantakan lagi !
Mukenaku disumputin !
Sarungku terbang !
(terdengar bunyi bunyi ketawa pelan )
F4 : diem aja liat keributan, belum selesai juga pake mukenanya.
6. 17:53:45
Ummi : mulai gemes ke anak tiga terbesar, hopeless juga karena tidak berhasil membujuk F5
menggendong F5 lalu keluar kamar
berteriak : "kalian juga sih, kalau nggak mau dapat balasan jangan mulai menjahili orang"
F1-F3 : serempak diam, anteng, dan bersiap shalat
F 4 : baru selesai pake mukena kemudian shalat juga
F5 : diam (karena digendong) tangannya masih mencari cari apa yang dibalik daster ummi
7. 17:53:46
Ummi : terkapar di tempat tidur, sambil ngasih nen Faiz, tiba tiba merasa benar - benar lelah. Nggak berhasil shalat tepat waktu, nggak berhasil menahan kesabaran, nggak berhasil membujuk anak bayi.
memejamkan mata sambil mengusap usap kepala Faiz.
1-7 : F-0 (Abi) : lagi flu berat, masih tetap tidur (pura pura tidur ?) di bawah selimut yang menutup seluruh tubuhnya.seolah tidak ada kejadian apapun
Senin, 27 September 2010
Kenangan lebaran lewat hp
Seperti diceritakan dalam postingan sebelumnya, inilah gambar gambar yang sempat terekam di hape mbak fathimah.
Tags: keluarga
Langganan:
Postingan (Atom)