Minggu, 31 Oktober 2010
Tanggung Jawab
Kemaren terkaget kaget, waktu Ayuk bilang Teteh punya UTANG ke temennya 10 rebu perak.
Jumlah itu besar sekali karena sama dengan uang jajan mereka selama seminggu.
Meski demikian aku berusaha tenang dan aku panggil Teteh
"Teteh, bener gitu, Teteh punya utang ke temen Teteh sepuluh ribu ?"
"Iya..." katanya sambil mengangguk. Mata polosnya menatapku.
"Kenapa bisa begitu ? Teteh beli apa memangnya?"
"Teteh ngerusakin rubik ularnya. Jadi Teteh harus mengganti. Tapi utangnya tinggal 9 ribu Mi, karena udah Teteh bayar seribu pake uang jajan yang tadi"
"O... ya sudah. Rubik temen Teteh itu masih baru ?"
"Enggak Mi"
"Coba deh, tanya sama temenmu, mau nggak kalau dikasih rubik Teteh. Rubik teteh kan belum lama juga belinya. Lagian, kasian temen Teteh, harus nunggu lama Teteh bayar utangnya.... " kataku.
"Iya Mi..."
"Teteh nggak papa, rubiknya dipake nggantiin ke temen?" tanyaku
"Nggak papa Mi, kan Teteh juga mau beli rubik yang kecil banget, yang 3 ribuan"
"OK deh, sementara Teteh bisa pinjam rubik Faiz ya..."
Teteh mengangguk.
Besoknya, rubik Teteh dibawa ke sekolah,dan temannya mau menerima rubik pengganti itu.
Senenggggg.. rasanya, si Teteh udah punya rasa tanggung jawab
Jumat, 29 Oktober 2010
Ortu Disiplin Anak Disiplin 2
Paling syusah dalam perjuangan menyapih ini adalah pas hari libur.
Karena perjanjianku dengan Faiz adalah minum ASI hanya diikinkan di malam hari saja pas masa transisi ini.
Pagi ini cuma kami berdua di rumah. Faiz udah merengek rengek, mengantuk sambil memberi isyarat pengen ASI.
Akupun bertahan untuk membujuknya.
Menggendongnya,menawarkan susu UHT, menawarkan madu dan Faiz ttp bilang nggak mau.
Aduuh rasanya gak tega dengar rintihan 'sakau' nya.
Tapi kucoba bertahan
"nggak Aiz,perjanjian kita minum asi cuma di malam hari" kataku.
aiz diam
"aiz harus belajar ya,ummi yakin Aiz bisa mengerti" sambungku sambil mengusap kepalanya dg tangan kananku.
faiz masih oek oek bagai bayi ketika kugendong keliling rumah yg sepi sambil nyanyi.
"walking walking 2x
jump jump jump
running running running 2x
and now stop"
setelah beberapa putaran dia mulai tenang.
setelah 10 putaran kuminta merem dia nurut.
setelah 20 menit akhirnya dia pulas.
Asli ! ini pengalaman pertamaku menidurkan tanpa ASI
-Dan saking asyik OL kue lapisku gosong ga ketauaaaaan-
Karena perjanjianku dengan Faiz adalah minum ASI hanya diikinkan di malam hari saja pas masa transisi ini.
Pagi ini cuma kami berdua di rumah. Faiz udah merengek rengek, mengantuk sambil memberi isyarat pengen ASI.
Akupun bertahan untuk membujuknya.
Menggendongnya,menawarkan susu UHT, menawarkan madu dan Faiz ttp bilang nggak mau.
Aduuh rasanya gak tega dengar rintihan 'sakau' nya.
Tapi kucoba bertahan
"nggak Aiz,perjanjian kita minum asi cuma di malam hari" kataku.
aiz diam
"aiz harus belajar ya,ummi yakin Aiz bisa mengerti" sambungku sambil mengusap kepalanya dg tangan kananku.
faiz masih oek oek bagai bayi ketika kugendong keliling rumah yg sepi sambil nyanyi.
"walking walking 2x
jump jump jump
running running running 2x
and now stop"
setelah beberapa putaran dia mulai tenang.
setelah 10 putaran kuminta merem dia nurut.
setelah 20 menit akhirnya dia pulas.
Asli ! ini pengalaman pertamaku menidurkan tanpa ASI
-Dan saking asyik OL kue lapisku gosong ga ketauaaaaan-
Tuhan Murka
Langit menghitam
Menghantam bumi yang berguncang
Manusia berlarian tanpa tujuan
Mencari tempat yang aman
Gedung gedung mewah
Rumah rumah megah
Semuanya hancur
Diratakan air laut
Apakah Tuhan murka
Sampai sampai menurunkan bencana
Yang membuat kita semua
Hancur tak bersisa
Benarkah Tuhan Murka ????
PS:puisi ini ditulis oleh anakku, mbak Fathimah
Menghantam bumi yang berguncang
Manusia berlarian tanpa tujuan
Mencari tempat yang aman
Gedung gedung mewah
Rumah rumah megah
Semuanya hancur
Diratakan air laut
Apakah Tuhan murka
Sampai sampai menurunkan bencana
Yang membuat kita semua
Hancur tak bersisa
Benarkah Tuhan Murka ????
PS:puisi ini ditulis oleh anakku, mbak Fathimah
Langganan:
Postingan (Atom)