Jumat, 28 Oktober 2011

Faiz Pake Seragam

Beberapa hari setelah Faiz dapat seragam olah raga, dia dapat seragam hijau untuk dipakai hari Senin.
Eh, pas aku pulang kantor, abis maghrib, nggak ada angin nggak ada hujan, Faiz membuka baju sendiri dan berganti dengan pakaian sekolah.
Alamaak.. mau nunjukin sama Umminya yah.. yang nggak pernah liat Faiz pake baju sekolah.
qqqqq...



  
siap sekolah

  
senangnya...

  

Kamis, 27 Oktober 2011

Citra Oh Citra

Itu bukan lagu jadul yang mendayu dayu itu ya..

Ini mau #curcol sedikit soal kantor... hehe..
Beberapa hari lalu, pas aku asyik masak nyiapin makan malam si Abi yang lagi nonton tivi tiba tiba manggil
"Dek dek... sini bentar " nunjukin acara tivi.  Tempat nonton kami memang nyambungnya ke dapur.  Tampaklah gambar beberapa rekan sejawat sedang melakukan SPN
"SPN itu apaan sih ?" tanyanya lagi
"oh itu sensus pajak, di tanya tanya tentang usahanya, trus udah punya NPWP belum. Klo udah punya, sudah melakukan kewajibannya atau belum... " jawab si dedek setengah ngasal. (harap maklum kantorku gak ikut SPN, dan kami gak nerima sosialisasinya)
"Ah, itu mah cari "proyekan" aja..." Abi komentar setengah negatif
"Waah... klo cari "proyekan" yang enakan dong, ini mah sebaliknya. Udah banyak tuh teman teman yang sakit karena harus keluar dua hari sekali. Ini kan karena penerimaan dituntut naik terus, yah kita cari cara gimana caranya ningkatin penerimaan. Ini mah semacam penyuluhan dan edukasi kewajiban aja.." *ummi sotoy masih mencoba meyakinkan sambil tetap memasak
"Alaah... penerimaan tuh udah tercapai berlipat lipat, kalau saja kalian nggak ngambil jatah" sambung si Abi
"Ih.. jatah yang manaa ? Orang tuh nyari mati kalau masih berani main mata setelah modernisasi ini !" (*mulai naik darah deh)
"Buktinya ada Gayus !. Gayus kan belum lama, udah modern juga. " Abi membela diri
"Eit jangan salah ya.. Gayus itu main mata sama instansi di luar kami" *Ummi tambah sengit
"Ah, kamu aja yang nggak tahu kali. Hari gini mana ada yang bersih " kata si Abi lagi.
"Ummi tersinggung !!  Kalau nggak ada yang bersih,nggak halal atuh harta yang kita makan selama ini !" *si Ummi emosi beneran.
"Yah, Abi bukan ngomongin kamu laah.."
"Coba deh ya, mau dikemanain ribuan orang yang berusaha bersih. Berapa % sih orang yang bener bener buruk di instansi Ummi ?
Ummi yakin jumlah  orang yang berusaha baik dan "masa mengambang" yang bisa diajak ke kebaikan, masih jauuh  lebih banyak daripada orang orang yang berkelakuan buruk itu"   *Ummi tetep mencoba meyakinkan

si Abi diam. Mungkin kaget juga, istrinya ternyata bisa nyolot. Ummi diam diam menangis. Gimana mau meyakinkan orang orang di luar sana ? Klo orang terdekat saja belum yakin.
(Ih, asli aku belum pernah melawan suamiku sekeras barusan)

*Semalem si Abi membawakan daku booklet SPN, entah dapat dari mana atau di sensus di mana.
Fact : Ditjen Pajak mencatat sedikitnya ada 20 juta orang wajib pajak pribadi yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun dari jumlah itu baru sekitar 8 juta wajib pajak yang melapor serta membayar pajak. Sementara itu untuk wajib pajak badan, jumlah yang terdaftar mencapai 1,2 juta, namun kurang dari 500 ribu wajib pajak badan yang melapor dan membayar pajak 


Foto diculik dari sini

Selasa, 25 Oktober 2011

Terpesona Waroeng Steak

logo WS dari mbah gogle

Ini bukan food review ya..

Beberapa hari lalu waktu aku ke Erlangga by angkot, aku lihat cabang baru WS di jalan Gatot Subroto dekat pertigaan Burangrang. Dekatlah dari kantor.Wah bisa jadi sasaran wisata kuliner siang hari deh. Udah gitu bisa dijangkau pakai angkot bolak balik. Kebetulan nih, aku udah lama nggak ke WS. Terakhir sekitar dua tahun lalu (lama banget yah).

Karena belum dekat jadwal gank wisata kuliner, jadi aku menghubungi Echi aja buat makan di WS. Akhirnya deal kemaren kita berdua makan di sana. Berangkat pas teng jam istirahat. Pas baru buka banget kali yah, soalnya tulisan buka mulai jam 12.00-20.00. Alhamdulillah masih sepi. Hanya nampak sepasang muda mudi di sisi kiri yang tersembunyi. (apa seeeh,.. gak penting banget)

Sambil nunggu pesanan datang, aku lihat lihat sekeliling. Di dinding nampak foto foto menu a la mereka, di sorot lampu lampu yang sesuai sehingga makanan makanan itu makin tampak aduhai. Melambai lambai minta dicicipi.
Aih, sebentar. Ternyata foto foto itu bukan sekedar foto menu, tetapi ada pesan yang hendak mereka sampaikan di sana. Ada 4 buah foto besar bertuliskan kata kata bijak :
1. Berdoalah sebelum makan
2. Makanlah dengan tangan kanan
3. Bersyukur atas nikmat-Nya
4. Berbagi dengan sesama

Nggak persis begitu banget kali ya.. karena aku nggak bawa kamera. Tapi kira kira begitulah. Penasaran dengan si WS aku googling. Gambar gambar itu nggak kudapatkan, tetapi aku dapat info. Owner WS , Bapak Jody Broto Suseno adalah seorang enterpreuneur muda, usianya belum juga 40 tahun. Mengawali bisnis WS di Yogya, menyasar pasar mahasiswa. Kini sudah ada 50an gerai WS dengan omset di atas 100 juta/gerai/bulan.
Dan sudah meluaskan bisnis ke Bebaqaran dan Bebek Goreng H. Slamet (H Slamet gitu lho... kirain yang punya ya pak haji Slamet).

Ah ya, sejak 2009 WS sudah memberlakukan larangan merokok untuk karyawannya. WS juga memberangkatkan haji dan umroh untuk karyawan yang mampu menghafal beberapa surat pilihan dari Al Qur'an. Kini, di bawah naungan Waroeng Group sudah ada empat rumah tahfidz untuk mempersiapkan anak anak penghafal Al Qur'an.
Ada nama nama ustadz yang tidak asing lagi buat kita seperti Ustadz Yusuf Mansur di jajaran investor Waroeng Group.
Kata pak Jody, alhamdulillah dengan program program itu usaha mereka makin maju.

Salut deh buat pak Jody !