Jumat, 25 Januari 2013

Narsis Di Padang Rumput

Sebenernya aku enggak punya banyak bakat narsis. Terbukti jarang sekali mengganti profil bb dengan foto diri. *ya eyalah, profilnya dagangan melulu.
Tapi sebenarnya dalam hati ada satu pose yang pingiiiiiiinnn sekali aku lakukan, yaitu berfoto di tengah padang ilalang rumput seperti dulu Laura Ingals lari lari sementara topinya diterbangkan angin gitu...... *ih, buka rahasia umur ajah 
Memang sih enggak mungkin kalau aku foto kepang dua, karena dikepang dua atau dikepang satu atau enggak dikepang pun enggak bakalan ngaruh karena kepalaku tertutup kerudung. hihi

Dasar emang sudah rejeki kali yah, ternyata aku punya foto itu tanpa sengaja. Saat itu aku dan teman teman tengah ada acara family gathering di sebuah lapangan yang sepertinya jarang diinjak orang. Rumputnya tinggi tinggi. Ketika ada salah satu anak kecil yang berlari lari di lapangan, akupun berlari mengejar karena berniat menggambil gambarnya.

Berdasar pelajaran foto yang aku dapat secara kilat dari ratu dapur hangus, katanya kalau lagi ambil gambar masakan dia sampai nungging, mbrangkang pokoknya segala macam gaya agar mendapat sudut pandang yang pas. Kali ini akupun mempraktekkan pelajaran tersebut. Ceritanya pas aku mbrangkang - mbrangkang di lapangan dan terjatuh,  eh, emak anak kecil tadi dengan sigap mengambil gambarku. Maka jreng jreng jreng....jadilah foto ini. *iiihh... nggak nyangka .....
Pas aku jadiin profil bb, beberapa kontak langsung bilang : "Ummi narsiiiisss"

Narsis gituuu  ???

Narsis enggak ya ? Artistik enggak ya ? Ah terserah Una ajah.

"Postingan ini diikutsertakan di Narsisis-Artistik Giveaway."

Kamis, 24 Januari 2013

The Casual Vacancy, Sepotong Cinta, dan Bukan Review

Suatu malam  di akhir Desember
Orang orang pada cuti. Tapi aku nggak bisa cuti. Pengen beli buku, tapi budget belum ada untuk itu.
Sempat punya uang berjeti jeti, tapi langsung habis lagi *apa hubungannya coba ?

Ummi : Abi, tertarik buku J.K Rowling yang baru nggak ?
Abi    : Enggak !



Eh, sorenya pulang kantor si Abi buka tas dan ngeluarin The Casual Vacancy
(Nyes ! Lihat,  bahkan cinta pun perlu sesuatu untuk membahasakan)


NB :
tapi secara pribadi aku enggak suka buku ini. Memang cara bercerita JK tetap bagus, tapi isinya kok bikin kurang sreg ya.. Terlalu banyak adegan bercinta dan yang mengarah ke sana, trus hampir semua tokoh melakukan hal-hal buruk dan mau tampil sok baik. Masa' sih satu kota nggak ada yang benar benar baik ?

Rabu, 23 Januari 2013

Cuti Hari Ketiga : Peluncuran Sekolah Ibu

Sudah jauh jauh hari bu Siti minta bantuan dan dukungan untuk peluncuran Sekolah Ibu di RW 06 kelurahan tempat aku tinggal. Eh alhamdulillah kok ya harinya pas sama pekan saat aku ambil cuti tahunan ini.
Sebenarnya sudah banyak pihak yang membantu persiapan sekolah ibu ini. Yah, mungkin karena Ibu Siti sudah merasa dekat denganku jadi tidak mau kalau aku ketinggalan event ini.

Apa sih Sekolah Ibu ?
Sekolah Ibu adalah lembaga nonformal yang berada di bawah naungan Rumah Keluarga Indonesia. Kegiatannya adalah memberikan pendidikan buat ibu ibu ataupun calon ibu sesuai dengan prinsip Islam 'tarbiyah madal hayah' / long life education / belajar sepanjang hayat .

Apa saja yang diajarkan di Sekolah Ibu ?
Macam macam atau tepatnya segala macam hal / ilmu yang diperlukan oleh seorang ibu dalam menjalankan fungsi serta perannya. Materi sekolah ibu antara lain tentang agama/dien, keuangan, psikologi, kesehatan, lingkungan, teknolongi tepat guna, pendidikan anak, dsb bahkan juga ada materi materi ketrampilan yang sekiranya dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan ibu ibu.

Bu Siti ini orangnya sangat bersemangat, sekaligus prigel kalau kata orang Jawa, cekatan. Aktif gitu deh. Padahal beliau seorang ibu dengan dua putra/putri yang sudah beranjak dewasa dan juga membutuhkan perhatian. Tetapi subhanallah, inspiring sekali, Ibu saat ini masih dapat mengelola 3 kelompok pengajian. Satu di masjid, dan dua kelompok di rumah beliau untuk belajar tahsin dan belajar ilmu agama. Yang muda muda sampai dibikin malu saking cekatannya beliau. *yah harap maklum juga kalii.. kita kita masih punya bayi

Ibu membuka ladang pahala baru dengan dibukanya Sekolah Ibu ini. Pesertanya sebagian besar adalah ibu ibu wali murid PAUD yang dikelola oleh RW.  Acaranya berlangsung hari Rabu tanggal 9 Januari lalu. Digelar secara sederhana di halaman rumah bu RW. Semua ibu ibu yang menyiapkan. Karpet, kursi, konsumsi, sound system, kado, dll.
Untuk peresmian sendiri dilakukan oleh Ketua Bidang Kewanitaan ibu Hj. Mulyani. Dan 'kuliah umum' disampaikan oleh Ibu Hj. Erna Kurniawati aka Ummu Maryam (istri mantan ketua DPRD kota Bandung periode lalu). Subhanallah, Bu Erna berkenan hadir untuk acara tingkat RW. Jempol dua buat bu Erna.

Trus aku ngapain ? hihi aku kan figuran. Aku bertugas pesan spanduk, mengambilnya di tempat pesan dan dan memasangnya di lokasi. Hihi kok bukan dari percetakan yang masang, yaah.. namanya juga udah dapat harga diskon, cuma 15rebu/meter, masa minta pasangin juga. Trus nganter nganter logistik gitu sama foto foto. hehehe.. tapi seneng kok. Lihat semangat ibu ibu yang hampir semuanya membawa anak anak balita *guebanget kemana mana bawa balita* dan melihat sinar mata mereka yang berbinar binar saat bu Erna menyampaikan kuliah umum dan saat panitia menyampaikan rencana belajar selama setahun, abis deh segala lelah mondar mandir ini itu.

Setelah tugasku selesai aku langsung capcus ke kantor .(lho.. katanya cuti... iyah, cuma mau tanda tangan DP3 dan ambil bolu meranti oleh oleh Sondang yang sudah menanti di kantor)

bu Hj. Mulyani (kiri) diskusi serius dengan bu Siti (kanan)

 peserta Sekolah Ibu

bu Erna ceramah. namanya acara emak emak, tetep ada intermezo

mahal sekali tatapan begini dari bu Siti,  lega..... acara usai