Jumat, 31 Januari 2014

#AYTKTM dan #30HariMenulisSuratCinta

Bagi para penggemar Harry Potter, pasti ingat adegan Dumbledore yang mengeluarkan ingatan  yang sedang tidak diperlukannya dengan tongkat, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah guci. Disimpan.
Dan dia dapat memanggil ingatan itu sewaktu-waktu dia perlukan.

Ibaratnya sebuah teko, ketika dia diisi terus menerus dan tidak dituangkan isinya, maka air di dalamnya akan meluap, terbuang percuma. Beda ketika isi itu dituangkan ke dalam gelas - gelas.

Demikian pula yang kurasakan, dengan berbagai hal yang memenuhi kepala baik yang berasal dari pengalaman (jiah.. padahal kejadian sehari-hari getoo...), dari bacaan -walaupun dikit-, dari pergaulan, dan darimanalah asalnya, pun yang cuma khayalan semata. Dan kurasa, dengan menulis itulah aku bisa memilih gelas untuk mengurangi isi tekoku.
Ya ... mungkin isinya 'nggak seberapa'. Tergantung masukannya, kaan.... Kadang air putih, kadang teh manis, pengennya siih segelas susu hangat yang nikmat.

Setelah kemarin aku gagal di program #1Hari1Ayat -iyah, karena postinganku enggak sampai 31- bulan Februari ini aku insya Allah bakal ikutan proyek menulis lagi. Namanya #30HariMenulisSuratCinta. Ini udah tahun keempat proyek tersebut dilangsungkan. Tapi aku barubpertama kali mau ikut.
Tujuanku ikut proyek ini lebih ke melatih diri disiplin  menulis. Kata Sondang menulis 60-90 menit sehari (dan jangan lupa membaca minimal 2 jam yaks :D). Selain itu aku ingin menguji diriku sendiri,  seberapa besar aku memiliki cinta hahaha.
Karena menurutku cinta itu enggak pernah bohong. Cinta itu melahirkan energi yang luar biasa, bahkan untuk mengerjakan hal-hal yang tak terjangkau akal.

Dan kembali ke kisah Dumbledore tadi ya... menulis itu menjadi salah satu tempat mencurahkan isi kepala. Dan aku dapat memanggil kenanganku yang kucurahkan dalam tulisan tulisanku.

Keuntunganku ikut proyek ini dan itu, aku jadi 'dipaksa' disiplin menulis. Yup, dipaksa dalam tanda petik, karena kan bukan paksaan beneran, wong aku juga suka menjalaninya.
Intinya dengan proyek maraton gini, aku harus belajar #AYTKTM  - apapun yang terjadi, ku (insya Allah)  tetap menulis -

Nah, kalau diantara teman-teman ada yang pengen dikirimi surat cinta, silakan bilang di kolom komentar ya... lumayan... mengurangi pencarian 30 alamatku. hahaha

Selamat Milad, Ayuk

Dia, yang datangnya membawa kemanfaatan
Dia, yang diliputi dengan keutamaan, -semoga Allah memberikan balasan terbaik atas keutamaannya-
Dia, sang bidadari surga,
Fadhila Huriyatul Firdausi
Selamat milad anakku, 29
Januari ini sudah 13 tahun ya..
No cake, no party, as Abi said :)
But, look !
Kuenya datang sendiri, ada yang ngirimin. *tengkyu kapkeiknya, Tante Sondang... *

Jadi, jangan pernah khawatir kau tak akan mendapatkan sesuatu, karena semua sudah Dia tentukan takarannya.
Jangan pernah khawatir kehilangan bagianmu, karena itu tak kan Dia pindahtangankan.

Inilah kenanganmu atas tonggak- tonggak usiamu.
'Dimusuhin' teman cewek sekelas dari kemarinnya,
Taburan bedak dari lantai dua sekolahmu hingga putih baju seragammu
Muka putih laksana badut,
Itu semua akan terkenang sepanjang hidupmu.

Selamat milad, gadisku.
Semoga semua kebaikan dan keutamaan Allah tambahkan padamu, hingga bermanfaatlah kehadiranmu.
Amiin.

Pict : ucapan dari temannya

Kamis, 30 Januari 2014

[16] Balasan atas Dzikrullah

(فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ) [Surat Al-Baqara : 152] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
(QS Al Baqarah 152)
Ini adalah satu lagi contoh karunia Allah kepada kamum muslimin.
Betapa agungnya karunia dan kasih sayang Allah, Dia berkenan mengingat hamba-Nya sebagai balasan karena telah mengingat-Nya. Sesungguhnya, ketika seorang anak manusia ingat kepada-Nya, dia 'hanya' mengingat-Nya di bumi yang kecil ini, bahkan jauh lebih kecil lagi karena manusia hanyalah satu titik di bumi.
Tetapi ketika Allah berkenan mengingatnya, maka sesungguhnya Dia mengingat hamba-Nya di alam semesta yang luas ini. Sungguh tak terhingga limpahan kemurahan Allah dan kedermawanan-Nya.
"Jika kamu mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatimu sehasta. Dan jika kamu mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatimu sedepa. Dan jika kamu mendatangiku dengan berjalan, maka Aku akan mendatangimu dengan berlari kecil" (Shahih Bukhari dan Muslim)
Maka sudah sewajarnya jika karunia yang besar tadi mendatangkan sujudnya hati berupa rasa kesyukuran.
...dan bersyukurlah pada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.
Rasa syukur yang mewujud tidak hanya sebatas pengakuan lisan, tetapi syukur yang menumbuhkan rasa malu untuk berbuat dosa/maksiyat kepada-Nya.
Dan puncaknya adalah totalitas syukur yang mewujud dalam setiap gerakan anggota tubuh, berucapnya lisan, berdetaknya jantung dan bergetarnya hati.
Wallahu 'alam