Aku suka buku. Suamiku suka buku. Anak-anak juga suka buku. Klop deh.
Kurasa kesukaanku membaca diwariskannoleh ibu bapakku. Dulu waktu aku kecil aku jarang dibelikan mainan, tapi Bapak dan Ibu secara rutin langganan majalah dan koran. Ibu juga sering membawakanku buku yang beliau pinjam dari perpustakaan. Sekarang aku dan suami juga ingin mewariskan kesukaan akan buku ini kepada anak-anak.
Mereka jarang kami belikan mainan. Tapi untuk hadiah setiap kali mereka ulang tahun, setiap mereka selesai satu putaran khataman Al Qur'an atau berprestasi di sekolah, kami mengajak mereka ke toko buku. Kami ingin mewariskan juga bagaimana cara memilih buku.
Dalam memilih buku, ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku, yaitu :
1. Konten/isi buku
Buku tuh kan sumber ilmu. Jadi mau nyari ilmu apa ya tinggal nyari buku yang sesuai dengan kebutuhan kita. Mana buku orang tua/dewasa, mana buku anak-anak, mana buku yang bisa dibaca semua umur. Ini aku pisahkan. Buku anak di rak oaling bawah. Buku semua usia di rak tengah, buku dewasa di rak atas dekat langit-langit. Kalau untuk buku agama lain lagi. Buku Al Quran dan Tafsir paling atas, menyusul buku hadits dan tafsir hadits baru buku rujukan lain.hehe malah jadi ngomongin rak.
2. Penerbit
Biasanya aku pilih penerbit yang sudah menjadi anggota IKAPI. Mungkin gak wajib, tapi gimana ya.. lebih sreg aja gitu. Ibaratnya sudah ada yang merekomendasikan nama tsb kalau idah jadi anggota IKAPI
3. Pengarang
Ini juga penting menurutku. Walaupun sebenernya dengan memilih penerbit udah hampir dipastikan kita udah milih pengarang juga sih. Hanya penulis tertentu yang bisa nerbitin buku di penerbit mayor.
4. Fisik buku
Don't judge the book from it's cover. Tapi menurutku, yang pertama kali membuat kita melirik sebuah buku di pajangan adalah covernya. Sampul buku itu tempat pertama kita memandang buku. Baru nanti dibaca-baca, apa isinya, siapa penerbit dan pengarangnya dsb. Jadi sampul luar buku itu sangat penting menurutku. Kemudian lay out di dalam buku termasuk ilustrasi dan pemilihan huruf. Kadang aku males baca buku karena hurufnya enggak familiar dengan mataku.
Selain itu bahan/kertas buku tersebut termasuk model jilidnya. Buku yang berbahan bagus akan awet. Pernah aku beli buku, baru dipinjem satu dua teman, eh, udah hancur jilidnya. Males deeh...
Nah teman-teman, itu caraku memilih buku, bagaimana denganmu ?
Minggu, 31 Agustus 2014
Jumat, 29 Agustus 2014
Gadget Idaman
"Ummiiii.....jangan lihat ke hape terus, sini lihat aku"
Itu sepotong kalimat yang Faiz ucapkan beberapa waktu lalu. Jleb kan ya..
Sejak saat itu aku berkomitmen untuk tidak memainkan hape dan gadget lain selagi ada di dekatnya. Maklumlah ya.. sebagai ibu bekerja, waktu bersama anak-anak itu sangat sangat minim. Tapi meski waktu minimal, menjadi tugas seorang ibu untuk mengusahakan agar waktu tersebut berfungsi maksimal.
Terus terang, aku sendiri bukan termasuk yang mengharamkan gadget buat anak-anak. Tetapi aku membatasi mereka dalam memainkannya. Misal untuk Faiz, aku masih batasi 15 menit setiap kali pinjam. Ya kalau dia pinjam sehari dua atau tiga kali, kan udah lama juga tuh, itungannya.
Untuk semua anakku, berlaku peraturan SMP dulu baru punya gadget. Kenapa ? selain alasan ekonomis tentu saja, kami menilai anak-anak belum perlu punya gadget sendiri. Kebetulan SD mereka di dekat rumah, jemputan udah ada. Nggak pergi ke mana- mana sepulang sekolah. Ya sudah, kalau perlu menelpon ke telpon rumah saja. Terus alhamdulillah, pihak sekolah menyediakan telpon sekolah untuk dipinjam dalam hal ada berita / kejadian penting sehingga harus menghubungi orang tua. kompensasinya mengisi kecleng yang disediakan. Ya sudah too....
Untuk yang besar-besar, diusahakan habis maghrib no gadget. Habis shalat, mengaji sebentar, ngobrol-ngobrol, makan malam. Ya jangan sampai ketika di rumah, malah semua sibuk dengan gadget masing-masing.
Untukku sendiri, aku nggak terlalu muluk dalam memilih gadged dan kontennya. Kalau ditanya pilih mana dari kedua hal tersebut, ya aku nggak bisa misahin. Gadget dan konten saling mempengaruhi. Contoh, aku pernah beli tab dengan merk yang sedikit abal-abal karena ngejar harga murah, ya untuk konten tertentu nggak bisa dibuka di tab tsb. Nggak usah yang aneh-aneh atau spesial, mau IG-an dan nge-Path aja nggak bisa. Mau bbm-an, terbatas memori. Tiap hari dapat notifikasi "memori Anda sudah hampir penuh, mohon hapus sebagian" atau semacam itu. Kan bete kaan kan kaan.. Lebih bete lagi ketika anak-anak ngolokin, makanya Mi... beli gadget tuh yang bagus sekalian...
Kalau dengan bahasaku sebagai orang awam, gadget idaman menurutku harus mempunyai beberapa hal sebagai berikut :
1. Daya dukung fisik : kuat, jangan sekali jatuh langsung berantakan casing kemana batre kemana, bentuknya enak dipandang, enak dipegang, mempunyai kualitas standar yang dibutuhkan kebanyakan pengguna saat ini. Internal memori minimal 4GB lah ya.. biar sedikit leluasa, bisa tersambung dengan media sosial, tentunya bukan untuk pamer-pamer semoga ya,,, tetapi untuk meraup kebaikan dari media tersebut sekaligus sharing juga. Internal memory itu bisa ditambah dengan external yang lebih besar, jadi kita bisa nyimpen e-book, ceramah, lagu-lagu, game anak, dsb. Yaiyalah, gadget ortu harus ada game anak, kan anak suka minjem. Browsernya mudah dipakai, ada kamera depan belakang yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen istimewa, bisa bluetooth-an buat berbagi gambar/file dan aplikasi. Selain itu, tombol-tombolnya juga yang familiar.
2. Daya dukung non fisik : operating system, tentu saja ini ngaruh banget. Kalau OS-nya lemot, ya sudah deh, dadah dadah ajaaa.. Aku suka baca, dan waktuku di jalan ini lumayan banyak, jadi aku perlu pembaca e-bok, pemutar lagu, pemutar video, dsb. pendukung network yang oke tentu perlu juga, kita bisa pilih pakai jaringan GSM/3G/GPRS atau apalah istilahnya xixixix...Jadi mau pakai kartu provider manapun oke-oke ajaa.... Aku pernah tuh, pakai provider yang ngebonusin banyak banget untuk jaringan 3G, eh, hape aku nggak bisa pakai jaringan 3G. ya sudah deh, nasib... bonus tinggal bonus, ilang begitu saja.
3. Pendukung lain
Yang kukategorikan pendukung lain ini misalnya bonus-bonus yang dibundling oleh pabrikan si gadget. Pernah ya,.. beberapa tahun lalu ada gadget yang ditengarai memasukkan buku-buku syiah di dalamnya. Ya kalau aku sih, nggak akan nyalahin penerbitnya ya.. suka suka dia aja, nah kita sebagai pembeli atau konsumenlah yang seharusnya bisa memilih atau menyeleksi produk yang akan kita beli. Bagaimana caranya ? rajin rajin browsing, lihat review orang tentang produk tertentu. Sebisa mungkin jangan dari satu sumber, tapi dari banyak sumber yang pro dan kontra sehingga kita dapat membandingkan.
Kalau aku yang ditanya, konten apa yang aku butuhkan ;
* Al Qur'an dan terjemahan (termasuk bentuk auddio/mp3-nya ya.. jadi bisa bersuara gitu....)
Ini penting. Sekarang juga aku minta anak-anakku yang besar untuk memasang aplikasi Al Qur'an di hape masing-masing. Aku yakinkan bahwa mereka perlu. Awalnya anak-anak hare-hare gitu lah.. bermalas-malasan. Tapi kemudian si Ayuk malah mau masang sendiri, dia kirim aplikasi Al Qur'an via bluetooth dari hapeku ke hape dia.
* Buku-buku limited edition, semacam ensiklopedi, buku kajian hadits, tafsir, atau buku-buku lain tergantung si produsen gadget kerja sama sama penerbit mana. Terus terang, kalau beli buku-buku semacamtext book gitu kan mahal, lagian kalau buku ensiklopedi biasanya hard cover, susah dibawa-bawa, nah kalau ada edisi e-booknya kan enak tuh, bisa dibaca sambil nunggu di mana atau sambil perjalanan ke mana..
*Game anak Islam
iya seperti yang aku ceritakan di postingan kemarin, perlu game yang terkontrol, sukur sukur bisa sambil belajar mengenal huruf hijaiyah, atau angka atau al Qur'an. Jangan sampai kan ya.. anak-anak salah ngedonlot game yang ternyata tidak cocok dengan usianya. Misal karena ada unsur kekerasan atau pornografi.
Nah dengar dengar, Syaamil Qur'an punya tab dan note yang mempunyai kualifikasi tersebut. Harganya pun lumayan lah.. nggak terlalu mahal. Aku mau lihat besok ah, di Pameran Buku Bandung. Sukur bagus bisa nyoba di tempat. Jadi bener-bener bisa teliti sebelum membeli.
Itu sepotong kalimat yang Faiz ucapkan beberapa waktu lalu. Jleb kan ya..
Sejak saat itu aku berkomitmen untuk tidak memainkan hape dan gadget lain selagi ada di dekatnya. Maklumlah ya.. sebagai ibu bekerja, waktu bersama anak-anak itu sangat sangat minim. Tapi meski waktu minimal, menjadi tugas seorang ibu untuk mengusahakan agar waktu tersebut berfungsi maksimal.
Terus terang, aku sendiri bukan termasuk yang mengharamkan gadget buat anak-anak. Tetapi aku membatasi mereka dalam memainkannya. Misal untuk Faiz, aku masih batasi 15 menit setiap kali pinjam. Ya kalau dia pinjam sehari dua atau tiga kali, kan udah lama juga tuh, itungannya.
Untuk semua anakku, berlaku peraturan SMP dulu baru punya gadget. Kenapa ? selain alasan ekonomis tentu saja, kami menilai anak-anak belum perlu punya gadget sendiri. Kebetulan SD mereka di dekat rumah, jemputan udah ada. Nggak pergi ke mana- mana sepulang sekolah. Ya sudah, kalau perlu menelpon ke telpon rumah saja. Terus alhamdulillah, pihak sekolah menyediakan telpon sekolah untuk dipinjam dalam hal ada berita / kejadian penting sehingga harus menghubungi orang tua. kompensasinya mengisi kecleng yang disediakan. Ya sudah too....
Untuk yang besar-besar, diusahakan habis maghrib no gadget. Habis shalat, mengaji sebentar, ngobrol-ngobrol, makan malam. Ya jangan sampai ketika di rumah, malah semua sibuk dengan gadget masing-masing.
Untukku sendiri, aku nggak terlalu muluk dalam memilih gadged dan kontennya. Kalau ditanya pilih mana dari kedua hal tersebut, ya aku nggak bisa misahin. Gadget dan konten saling mempengaruhi. Contoh, aku pernah beli tab dengan merk yang sedikit abal-abal karena ngejar harga murah, ya untuk konten tertentu nggak bisa dibuka di tab tsb. Nggak usah yang aneh-aneh atau spesial, mau IG-an dan nge-Path aja nggak bisa. Mau bbm-an, terbatas memori. Tiap hari dapat notifikasi "memori Anda sudah hampir penuh, mohon hapus sebagian" atau semacam itu. Kan bete kaan kan kaan.. Lebih bete lagi ketika anak-anak ngolokin, makanya Mi... beli gadget tuh yang bagus sekalian...
Kalau dengan bahasaku sebagai orang awam, gadget idaman menurutku harus mempunyai beberapa hal sebagai berikut :
1. Daya dukung fisik : kuat, jangan sekali jatuh langsung berantakan casing kemana batre kemana, bentuknya enak dipandang, enak dipegang, mempunyai kualitas standar yang dibutuhkan kebanyakan pengguna saat ini. Internal memori minimal 4GB lah ya.. biar sedikit leluasa, bisa tersambung dengan media sosial, tentunya bukan untuk pamer-pamer semoga ya,,, tetapi untuk meraup kebaikan dari media tersebut sekaligus sharing juga. Internal memory itu bisa ditambah dengan external yang lebih besar, jadi kita bisa nyimpen e-book, ceramah, lagu-lagu, game anak, dsb. Yaiyalah, gadget ortu harus ada game anak, kan anak suka minjem. Browsernya mudah dipakai, ada kamera depan belakang yang memungkinkan kita untuk mengabadikan momen-momen istimewa, bisa bluetooth-an buat berbagi gambar/file dan aplikasi. Selain itu, tombol-tombolnya juga yang familiar.
2. Daya dukung non fisik : operating system, tentu saja ini ngaruh banget. Kalau OS-nya lemot, ya sudah deh, dadah dadah ajaaa.. Aku suka baca, dan waktuku di jalan ini lumayan banyak, jadi aku perlu pembaca e-bok, pemutar lagu, pemutar video, dsb. pendukung network yang oke tentu perlu juga, kita bisa pilih pakai jaringan GSM/3G/GPRS atau apalah istilahnya xixixix...Jadi mau pakai kartu provider manapun oke-oke ajaa.... Aku pernah tuh, pakai provider yang ngebonusin banyak banget untuk jaringan 3G, eh, hape aku nggak bisa pakai jaringan 3G. ya sudah deh, nasib... bonus tinggal bonus, ilang begitu saja.
3. Pendukung lain
Yang kukategorikan pendukung lain ini misalnya bonus-bonus yang dibundling oleh pabrikan si gadget. Pernah ya,.. beberapa tahun lalu ada gadget yang ditengarai memasukkan buku-buku syiah di dalamnya. Ya kalau aku sih, nggak akan nyalahin penerbitnya ya.. suka suka dia aja, nah kita sebagai pembeli atau konsumenlah yang seharusnya bisa memilih atau menyeleksi produk yang akan kita beli. Bagaimana caranya ? rajin rajin browsing, lihat review orang tentang produk tertentu. Sebisa mungkin jangan dari satu sumber, tapi dari banyak sumber yang pro dan kontra sehingga kita dapat membandingkan.
Kalau aku yang ditanya, konten apa yang aku butuhkan ;
* Al Qur'an dan terjemahan (termasuk bentuk auddio/mp3-nya ya.. jadi bisa bersuara gitu....)
Ini penting. Sekarang juga aku minta anak-anakku yang besar untuk memasang aplikasi Al Qur'an di hape masing-masing. Aku yakinkan bahwa mereka perlu. Awalnya anak-anak hare-hare gitu lah.. bermalas-malasan. Tapi kemudian si Ayuk malah mau masang sendiri, dia kirim aplikasi Al Qur'an via bluetooth dari hapeku ke hape dia.
* Buku-buku limited edition, semacam ensiklopedi, buku kajian hadits, tafsir, atau buku-buku lain tergantung si produsen gadget kerja sama sama penerbit mana. Terus terang, kalau beli buku-buku semacamtext book gitu kan mahal, lagian kalau buku ensiklopedi biasanya hard cover, susah dibawa-bawa, nah kalau ada edisi e-booknya kan enak tuh, bisa dibaca sambil nunggu di mana atau sambil perjalanan ke mana..
*Game anak Islam
iya seperti yang aku ceritakan di postingan kemarin, perlu game yang terkontrol, sukur sukur bisa sambil belajar mengenal huruf hijaiyah, atau angka atau al Qur'an. Jangan sampai kan ya.. anak-anak salah ngedonlot game yang ternyata tidak cocok dengan usianya. Misal karena ada unsur kekerasan atau pornografi.
Nah dengar dengar, Syaamil Qur'an punya tab dan note yang mempunyai kualifikasi tersebut. Harganya pun lumayan lah.. nggak terlalu mahal. Aku mau lihat besok ah, di Pameran Buku Bandung. Sukur bagus bisa nyoba di tempat. Jadi bener-bener bisa teliti sebelum membeli.
Kamis, 28 Agustus 2014
Cinta Al Qur'an - Cinta Syaamil Quran
Al Qur'an tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari sebagai seorang muslim. Karena ajarannya merupakan tuntunan bagi kehidupan kita. Mempelajarinya merupakan kewajiban. Membacanya mendatangkan pahala dan kebaikan. Oleh sebab itu, mempunyai Al Qur'an (mushaf) yang pas dan cocok dengan kepribadian dan kebutuhan kita menjadi sebuah kemestian.
Di rumahku misalnya, meski anggotanya ada 7 orang, Al Quran yang ada di rumah lebih dari tujuh. Hehe bukannya boros lho ya.. tapi ini dimaksudkan untuk memudahkan aktifitas bersama Al Qur'an. Kalau buat menghafal memang sebaiknya kita tidak berganti-ganti mushaf. Tetapi untuk #ODOJ dan bulan Ramadhan biasanya aku mengambil mushaf yang sudah dipecah-pecah, di rumah ada yang pecahan per juz ada yang per lima juz. Selain lebih mudah dalam membawanya kemanapun kita pergi, aku juga lebih mudah dalam mengejar target tilawah pribadiku.
Untuk tilawah di rumah, kami lebih sering memakai mushaf bukhara, ukurannya A5. Paslah untuk harian. Ada mushaf ada terjemah. Pas juga dibawa ke pengajian.
Selain itu, aku juga mempunyai Al Qur'an Miracle.
Kelebihan dari mushaf ini adalah ada terjemah perkata, ada keyword/bloking ayat yang dibahas dalam tafsir, khat berwarna untuk tajwid, ada terjemah Kementrian Agama, ada tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Ath-Thabari, hadits, doa dan zikir, asbabun-nuzul, siroh nabawiyah, dsb. Berbonus CD belajar membaca Al Qur'an dan Al Ma'tsurot yang dijilid terpisah. Biasanya Miracle ini kubaca saat haid dimana aku enggak tilawah dari mushaf.
Miracle ini dilengkapi dengan e-pen yang dapat membaca semua isi al qur'an tersebut. Bisa membaca perkata, per ayat maupun per halaman. Jadi bisa dipakai untuk belajar membaca, istilahnya pakai metode talaqi. Dengarkan dari e-pen, kita menyimak, baru nanti kita mengulang. .Cocok dipakai untuk mengulang hafalan, baik untuk anak, dewasa maupun orang tua. Multifungsi kaan..
E-pen ini juga bisa juga membaca tafsirnya. Kalau lagi capek, ya leyeh-leyeh aja ndengerin e-pen. Jadi semacam ndengerin audio book gitu lho..
Selain itu, untuk anak anak ada My First Al Qur'an (MyFA). MyFA ini bener bener cocok untuk hadiah anak kita yang baru lulus belajar Iqro. Jadi mendapatkan Al Qur'an dalam versi yang indah, berwarna, penuh gambar tapi sekaligus kaya manfaat.
MyFa terdiri dari 4 buku. Dengan kertas yang lebih tebal, aman buat anak-anak yang motorik halusnya masih dalam tahap perkembangan. Dua 'buku' MyFA merupakan mushaf Al Qur'an yang terbagi @ 15 juz, dan 2 buku lagi merupakan terjemah, asbabunnuzul, dan keterangan lain seperti jejak Rasul, sekarang aku tahu, doa doa harian,aneka kisah, bahkan kamus bergambar dalam 3 bahasa (Arab-Inggris-Indonesia). Daaaan... yang paling menyenangkan buat anak-anak adalah adanya e-pen. Dapat dioperasikan dengan mudah oleh anak-anak. Sehingga mereka betah berlama-lama dengan Al Qurannya.
Nah, kebetulan anak-anakku ada kegiatan membaca Al Qur'an di sekolah. Untuk yang sekolah negeri (SMP dan SMA) biasanya 15 menit sebelum belajar mereka membaca Al Qur'an di kelas, satu anak satu ayat, keliling ke seluruh anak di kelas. Kalau yang SD memang ada kegiatan menghafal juga. Khusus untuk dibawa ke sekolah, anak-anak biasanya membawa Al Quran yang ukuran kecil. Kira-kira seperempatnya dari kertas ukuran A4. Nggak berat dibawa - bawa tiap hari.
Mungkin teman - teman ada yang bertanya, kenapa sih semua Al Qur'an yang aku pakai ini berasal dari satu penerbit. Ya terus terang ini sih karena cinta pertama. Beli pertama cocok, teruuus... aja ada varian baru yang kuperlukan ya aku beli lagi. Sebab lain, semua Al Qur'an dari penerbit Syaamil memakai khat Utsmani yang menurutku lebih mudah dibaca dibandingkan dengan khat lain. Selain itu, dilengkapi juga dengan pewarnaan tajwid. Kalau anak-anak lupa hukum-hukum tajwid, aku lebih mudah mengingatkan dari melihat warna.
Kalau ditanya Al Qur'an seperti apalagi yang aku butuhkan, terus terang aku perlu Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda. Aku ingat pas kecil di Jawa Tengah dulu, ustadzku mengajarkan makna Al Qur'an pakai bahasa Jawa. Misal bismillah - kanti nyebut Asma Allah - Arrahmaan (ingkang Maha Welas) - arrohiim (lan Maha Asih). Nah sekarang aku di Bandung, ketika mengisi kajian dengan ibu-ibu sepuh, aku kesulitan menjelaskan dalam bahasa Sunda. Kalau ada Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda - sukur sukur ada penjelasan ayat per ayat, kan kajian jadi lebih mudah. hehe Terus dipecah pecah per juz atau per berapa juz gitu.. biar mudah dibawa-bawa.
Barangkali daerah lain dengan bahasa lain juga memerlukan yang seperti ini.
Selain itu, aku juga perlu Al Qur'an (atau buku belajar membaca Al Qur'an semacam Iqro, tilawati, atau apalah) dengan kertas yang lebih tebal, semacam board book gitu. Jadi aman buat anak-anak dan lebih awet. Terus terang, meski Faiz udah hampir 6 tahun udah hampir lulus Iqro juga, gerakan tangannya dalam membuka dan menutup buku tuh kadang masih agak kasar. Beda sama Teteh dulu. Mungkin karena anak laki ya...Jadi iqro dia udah penuh banyak diselotip karena nggak sengaja tersobek gitu. Sepertinya tidak bisa dijilid langsung 30 juz ya.. karena bakal tebal, jadi dibuat aja per juz atau per dua juz.
Aku juga perlu CD interaktif atau aplikasi tentang Al Qur'an ini, isinya game-game buat anak, tebak ayat, tebak nama surat, arti surat, makna ayat, dsb. Sehingga anak-anak dapat mengenal kitabnya sejak dini dengan cara yang fun. Dan pastinya.... mereka nggak nyadar kalau lagi belajar.
Ya kita tunggulah, mungkin bakalan ada nanti, penerbit-penerbit Al Qur'an yang akan mewujudkan apa yang aku pikirkan di atas.
Satu lagi pesan buat teman-teman, kalau teman-teman merencanakan mau beli Al Qur'an dalam waktu dekat ini, datang aja ke #Pameran Buku Bandung. Di sana teman-teman dapat memilih Al Qur'an sesuai kebutuhan dan keinginan. Karena sekarang juga udah banyak Al Qur'an dengan sampul yang trendi dan warna-warni sesuai selera kita (baca ; para cewek). Daaan, kalau pengen Al Qur'an seperti yang aku ceritakan di atas, datang aja ke stand Syaamil Quran, biasanya ada diskon lho.. dan nyarinya pun nggak susah, sudah beberapa kali pameran, stand Syaamil Quran tepat di depan pintu masuk. Jangan salah masuk ya....
Di rumahku misalnya, meski anggotanya ada 7 orang, Al Quran yang ada di rumah lebih dari tujuh. Hehe bukannya boros lho ya.. tapi ini dimaksudkan untuk memudahkan aktifitas bersama Al Qur'an. Kalau buat menghafal memang sebaiknya kita tidak berganti-ganti mushaf. Tetapi untuk #ODOJ dan bulan Ramadhan biasanya aku mengambil mushaf yang sudah dipecah-pecah, di rumah ada yang pecahan per juz ada yang per lima juz. Selain lebih mudah dalam membawanya kemanapun kita pergi, aku juga lebih mudah dalam mengejar target tilawah pribadiku.
Untuk tilawah di rumah, kami lebih sering memakai mushaf bukhara, ukurannya A5. Paslah untuk harian. Ada mushaf ada terjemah. Pas juga dibawa ke pengajian.
Selain itu, aku juga mempunyai Al Qur'an Miracle.
| penampakan halaman AL Quran Miracle |
Miracle ini dilengkapi dengan e-pen yang dapat membaca semua isi al qur'an tersebut. Bisa membaca perkata, per ayat maupun per halaman. Jadi bisa dipakai untuk belajar membaca, istilahnya pakai metode talaqi. Dengarkan dari e-pen, kita menyimak, baru nanti kita mengulang. .Cocok dipakai untuk mengulang hafalan, baik untuk anak, dewasa maupun orang tua. Multifungsi kaan..
E-pen ini juga bisa juga membaca tafsirnya. Kalau lagi capek, ya leyeh-leyeh aja ndengerin e-pen. Jadi semacam ndengerin audio book gitu lho..
Selain itu, untuk anak anak ada My First Al Qur'an (MyFA). MyFA ini bener bener cocok untuk hadiah anak kita yang baru lulus belajar Iqro. Jadi mendapatkan Al Qur'an dalam versi yang indah, berwarna, penuh gambar tapi sekaligus kaya manfaat.
| khat My First Al Qur'an |
| halaman buku terjemah MyFa |
MyFa terdiri dari 4 buku. Dengan kertas yang lebih tebal, aman buat anak-anak yang motorik halusnya masih dalam tahap perkembangan. Dua 'buku' MyFA merupakan mushaf Al Qur'an yang terbagi @ 15 juz, dan 2 buku lagi merupakan terjemah, asbabunnuzul, dan keterangan lain seperti jejak Rasul, sekarang aku tahu, doa doa harian,aneka kisah, bahkan kamus bergambar dalam 3 bahasa (Arab-Inggris-Indonesia). Daaaan... yang paling menyenangkan buat anak-anak adalah adanya e-pen. Dapat dioperasikan dengan mudah oleh anak-anak. Sehingga mereka betah berlama-lama dengan Al Qurannya.
Nah, kebetulan anak-anakku ada kegiatan membaca Al Qur'an di sekolah. Untuk yang sekolah negeri (SMP dan SMA) biasanya 15 menit sebelum belajar mereka membaca Al Qur'an di kelas, satu anak satu ayat, keliling ke seluruh anak di kelas. Kalau yang SD memang ada kegiatan menghafal juga. Khusus untuk dibawa ke sekolah, anak-anak biasanya membawa Al Quran yang ukuran kecil. Kira-kira seperempatnya dari kertas ukuran A4. Nggak berat dibawa - bawa tiap hari.
![]() |
| anak cewek pakai yang pink, yang cowok pakai yang coklat |
Mungkin teman - teman ada yang bertanya, kenapa sih semua Al Qur'an yang aku pakai ini berasal dari satu penerbit. Ya terus terang ini sih karena cinta pertama. Beli pertama cocok, teruuus... aja ada varian baru yang kuperlukan ya aku beli lagi. Sebab lain, semua Al Qur'an dari penerbit Syaamil memakai khat Utsmani yang menurutku lebih mudah dibaca dibandingkan dengan khat lain. Selain itu, dilengkapi juga dengan pewarnaan tajwid. Kalau anak-anak lupa hukum-hukum tajwid, aku lebih mudah mengingatkan dari melihat warna.
Kalau ditanya Al Qur'an seperti apalagi yang aku butuhkan, terus terang aku perlu Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda. Aku ingat pas kecil di Jawa Tengah dulu, ustadzku mengajarkan makna Al Qur'an pakai bahasa Jawa. Misal bismillah - kanti nyebut Asma Allah - Arrahmaan (ingkang Maha Welas) - arrohiim (lan Maha Asih). Nah sekarang aku di Bandung, ketika mengisi kajian dengan ibu-ibu sepuh, aku kesulitan menjelaskan dalam bahasa Sunda. Kalau ada Al Qur'an dengan terjemah bahasa Sunda - sukur sukur ada penjelasan ayat per ayat, kan kajian jadi lebih mudah. hehe Terus dipecah pecah per juz atau per berapa juz gitu.. biar mudah dibawa-bawa.
Barangkali daerah lain dengan bahasa lain juga memerlukan yang seperti ini.
Selain itu, aku juga perlu Al Qur'an (atau buku belajar membaca Al Qur'an semacam Iqro, tilawati, atau apalah) dengan kertas yang lebih tebal, semacam board book gitu. Jadi aman buat anak-anak dan lebih awet. Terus terang, meski Faiz udah hampir 6 tahun udah hampir lulus Iqro juga, gerakan tangannya dalam membuka dan menutup buku tuh kadang masih agak kasar. Beda sama Teteh dulu. Mungkin karena anak laki ya...Jadi iqro dia udah penuh banyak diselotip karena nggak sengaja tersobek gitu. Sepertinya tidak bisa dijilid langsung 30 juz ya.. karena bakal tebal, jadi dibuat aja per juz atau per dua juz.
Aku juga perlu CD interaktif atau aplikasi tentang Al Qur'an ini, isinya game-game buat anak, tebak ayat, tebak nama surat, arti surat, makna ayat, dsb. Sehingga anak-anak dapat mengenal kitabnya sejak dini dengan cara yang fun. Dan pastinya.... mereka nggak nyadar kalau lagi belajar.
Ya kita tunggulah, mungkin bakalan ada nanti, penerbit-penerbit Al Qur'an yang akan mewujudkan apa yang aku pikirkan di atas.
Satu lagi pesan buat teman-teman, kalau teman-teman merencanakan mau beli Al Qur'an dalam waktu dekat ini, datang aja ke #Pameran Buku Bandung. Di sana teman-teman dapat memilih Al Qur'an sesuai kebutuhan dan keinginan. Karena sekarang juga udah banyak Al Qur'an dengan sampul yang trendi dan warna-warni sesuai selera kita (baca ; para cewek). Daaan, kalau pengen Al Qur'an seperti yang aku ceritakan di atas, datang aja ke stand Syaamil Quran, biasanya ada diskon lho.. dan nyarinya pun nggak susah, sudah beberapa kali pameran, stand Syaamil Quran tepat di depan pintu masuk. Jangan salah masuk ya....
Langganan:
Postingan (Atom)
