Perjalanan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Darussalam
Kampus 3 di Kediri ini adalah perjalanan pertamaku
. Adapun keperluannya adalah mudhif/menjenguk
si bungsu F5 yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota ini. Sebelumnya tidak
benar- benar berencana mau sini, selain karena jarak yang jauh, juga karena tidak
mudah mencari irisan waktu antara aku, abinya anak-anak dan anak sendiri. Ini pun aku akhirnya berangkat berdua dengan
F2 saja, karena Abinya gak bisa.
Mengenal Pondok
Modern Darussalam Gontor (PMDG)
Ketika F5 keukeuh
sejak kelas IV madrasah ibtidaiyah minta melanjutkan jenjang lanjutan
pertamanya ke pondok, dan menyebut secara eksplisit Pondok Gontor, sejak saat
itulah baru kami sebagai orang tua mencari informasi tentang PMDG.
Gontor
adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di Indonesia. Banyak tokoh nasional
yang telah lahir dari Rahim Gontor. Sebutlah misalnya Ust. Didin Hafidzudin
ketua Muhammadiyah, atau Ust. Hidayat Nur Wahid, mantan ketua DPR MPR, Anwar
Fuadi (penulis Negeri Lima Menara), dll. Sempat sih kami membujuk F5 untuk
mencari pondok seputaran Bandung aja. Kami tunjukkan akun-akun official
berbagai pondok, tapi ternyata dia sudah mantap dengan pilihannya. Bahkan Ketika
di masa pandemi yang lain belajar daring, F5 sanggup melalui bimbel seleksi
masuk Gontornya secara luring.
PMDG ini
terdiri dari pondok putra dan pondok putri. Berdiri pertama kali di desa Gontor,
Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo. Inilah yang kini disebut sebagai Gontor 1/Gontor Pusat.
Saat ini Gontor memiliki 12 Kampus Putra di berbagai kota di Indonesia
(Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Magelang,
Kendari, Lampung Timur, Lampung Selatan, Aceh Besar, Solok, Tanjung Jabung
Timur dan Poso) serta 9 kampus untuk Gontor Putri di Ngawi (3 kampus), Konawe Selatan, Kediri, Poso, dan
Kampar. Banyak juga ya..
Yang membedakan
PMDG dengan sekolah lain atau pondok lain adalah tahun ajarannya yang
menggunakan tahun hijriyah dan libur pekanannya di hari Jumat. Awal tahun
ajaran adalah bulan Syawal. Dan libur akhir tahunnya adalah selama bulan
Ramadhan. PMDG berdiri 12 Rabbiul Awwal 1345 H artinya tahun ini (1445 H) akan memasuki
usia 100th.
Mudhif
Mudhif arti awalnya adalah tuan rumah, atau orang yang
menjamu tamu. Ya sebenarnya nggak jauh-jauh amat sih kalau dilihat keadaannya,
dalam hal Mudhif dipakai untuk istilah berkunjung/menjenguk santri yang sedang
belajar di Pondok. Soalnya kalau orang tua hadir di pondok/mudhif, maka dia
akan menjamu santri-santri, anaknya dan teman-teman anaknya. Biasanya dilakukan
di jam-jam sarapan, santap siang dan makan malam. Atau di jam istirahat belajar.
Karena liburnya hari Jumat itulah, makanya
aku mudhif di hari Jumat.. biar bisa ketemu agak lama. Pengennya... Realisasinya
mah tetep aja, anak-anak sibuk dengan kegiatan.
Perjalanan Menuju Gontor Kampus 3
Dari Bandung, ada dua pilihan menuju kampus 3 kediri ini.
Yang pertama naik bis, yang kedua naik kereta api. Naik bis aku skip karena aku
khawatir mabuk perjalanan. Kereta api menjadi pilihan. Stasiun terdekat dengan
PMDG Kampus 3 adalah Stasiun Kediri Kota. Aku naik kereta Malabar yang
berangkat dari Stasiun Kiara Condong pk. 17.30 turun di stasiun Kediri Kota sekitar pukul 4
Pagi. Suasana sangat sepi. Tapi pagi itu ada satu resto yang buka, kami makan
malam sekaligus sarapan di sana, lalu duduk sebentar menunggu adzan subuh.
Setelah menunaikan sholat subuh, kami keluar stasiun.
Ternyata sudah ada beberapa kendaraan yang menunggu penumpang. Sebelumnya aku
cek di aplikasi ojek online, biaya sekitar 60rb dari stasiun kota sampai pondok.
Tapi berhubung suasana masih gelap, dan penawaran harga dari pengemudi omprengan
tidak terlalu jauh dari harga ojol, aku akhirnya memilih naik omprengan aja. Harga
ditawarkan pertama 100rb, tapi dapat ditawar menjadi sekitar 70-75rb.
Perjalanan ke Pondok Modern Darussalam Gontor Darussalam
Kampus 3 di Kediri ini adalah perjalanan pertamaku. Adapun keperluannya adalah mudhif/menjenguk
si bungsu F5 yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota ini. Sebelumnya tidak
benar- benar berencana mau sini, selain karena jarak yang jauh, juga karena tidak
mudah mencari irisan waktu antara aku, abinya anak-anak dan anak sendiri. Ini pun aku akhirnya berangkat berdua dengan
F2 saja, karena Abinya gak bisa.
Mengenal Pondok
Modern Darussalam Gontor (PMDG)
Ketika F5 keukeuh
sejak kelas IV madrasah ibtidaiyah minta melanjutkan jenjang lanjutan
pertamanya ke pondok, dan menyebut secara eksplisit Pondok Gontor, sejak saat
itulah baru kami sebagai orang tua mencari informasi tentang PMDG.
Gontor
adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di Indonesia. Banyak tokoh nasional
yang telah lahir dari Rahim Gontor. Sebutlah misalnya Ust. Didin Hafidzudin
ketua Muhammadiyah, atau Ust. Hidayat Nur Wahid, mantan ketua DPR MPR, Anwar
Fuadi (penulis Negeri Lima Menara), dll. Sempat sih kami membujuk F5 untuk
mencari pondok seputaran Bandung aja. Kami tunjukkan akun-akun official
berbagai pondok, tapi ternyata dia sudah mantap dengan pilihannya. Bahkan Ketika
di masa pandemi yang lain belajar daring, F5 sanggup melalui bimbel seleksi
masuk Gontornya secara luring.
PMDG ini
terdiri dari pondok putra dan pondok putri. Berdiri pertama kali di desa Gontor,
Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo. Inilah yang kini disebut sebagai Gontor 1/Gontor Pusat.
Saat ini Gontor memiliki 12 Kampus Putra di berbagai kota di Indonesia
(Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Magelang,
Kendari, Lampung Timur, Lampung Selatan, Aceh Besar, Solok, Tanjung Jabung
Timur dan Poso) serta 9 kampus untuk Gontor Putri di Ngawi (3 kampus), Konawe Selatan, Kediri, Poso, dan
Kampar. Banyak juga ya..
Yang membedakan
PMDG dengan sekolah lain atau pondok lain adalah tahun ajarannya yang
menggunakan tahun hijriyah dan libur pekanannya di hari Jumat. Awal tahun
ajaran adalah bulan Syawal. Dan libur akhir tahunnya adalah selama bulan
Ramadhan. PMDG berdiri 12 Rabbiul Awwal 1345 H artinya tahun ini (1445 H) akan memasuki
usia 100th.
Mudhif
Mudhif arti awalnya adalah tuan rumah, atau orang yang
menjamu tamu. Ya sebenarnya nggak jauh-jauh amat sih kalau dilihat keadaannya,
dalam hal Mudhif dipakai untuk istilah berkunjung/menjenguk santri yang sedang
belajar di Pondok. Soalnya kalau orang tua hadir di pondok/mudhif, maka dia
akan menjamu santri-santri, anaknya dan teman-teman anaknya. Biasanya dilakukan
di jam-jam sarapan, santap siang dan makan malam. Atau di jam istirahat belajar.
Karena liburnya hari Jumat itulah, makanya
aku mudhif di hari Jumat.. biar bisa ketemu agak lama. Pengennya... Realisasinya
mah tetep aja, anak-anak sibuk dengan kegiatan.
Perjalanan Menuju Gontor Kampus 3
Dari Bandung, ada dua pilihan menuju kampus 3 kediri ini.
Yang pertama naik bis, yang kedua naik kereta api. Naik bis aku skip karena aku
khawatir mabuk perjalanan. Kereta api menjadi pilihan. Stasiun terdekat dengan
PMDG Kampus 3 adalah Stasiun Kediri Kota. Aku naik kereta Malabar yang
berangkat dari Stasiun Kiara Condong pk. 17.30 turun di stasiun Kediri Kota sekitar pukul 4
Pagi. Suasana sangat sepi. Tapi pagi itu ada satu resto yang buka, kami makan
malam sekaligus sarapan di sana, lalu duduk sebentar menunggu adzan subuh.
Setelah menunaikan sholat subuh, kami keluar stasiun.
Ternyata sudah ada beberapa kendaraan yang menunggu penumpang. Sebelumnya aku
cek di aplikasi ojek online, biaya sekitar 60rb dari stasiun kota sampai pondok.
Tapi berhubung suasana masih gelap, dan penawaran harga dari pengemudi omprengan
tidak terlalu jauh dari harga ojol, aku akhirnya memilih naik omprengan aja. Harga
ditawarkan pertama 100rb, tapi dapat ditawar menjadi sekitar 70-75rb.
Suasana di Pondok Gontor Kampus 3
Sesampai di area kampus, kami diterima di Balai Penerimaan
Tamu atau biasa disebut Bapenta. Disisi Bapenta ada dua aula besar untuk
penginapan tamu, satu khusus tamu laki-laki, satu lagi khusus tamu perempuan.
Para tamu dapat menginap di sini, gratis. Bila menghendaki sewa kasur,
disediakan dengan harga 10rb/malam.
Selain itu, ada juga Gazebo yang memuat sekitar 2-4 orang, terdiri
dari satu ruangan sekitar 3x3m dengan sewa 75rb/malam. Namun sayang sekali pas
aku tiba di sini, Gazebo sudah penuh. Akhirnya aku menginap di Bapenta.
Nomor telpon penting di sekitar Kampus 3
Ini bukan nomor internal kampus ya.. tetapi nomor para supporter
yang akan menyukseskan acara mudhif ayah bunda.
- Mama Haidar 0812-2995-8396
Wali santri dapat menitip apapun ke mama
Haidar ini, mulai dari printilan semacam gembok yang ilang, hingga makanan yang
kita perlukan buat sarapan, makan siang ataupun makanan lain. Insya allah siap
menyediakan. Aku pesan nasi kuning buat sarapan yang siap jam 6 pagi. Bisa juga
pesan gorengan, jus, dsb
- Mbak Nurul Kurir Makanan 0858-5620-2148
Ini juga sama dengan Mama Haidar. Menerima
titipan belanjaan di sekitar pondok. Kita kan memang pendatang yang mungkin
baru pertama datang, belum hafal tempat. Jadi mba Nurul ini sangat membantu.
Aku pesan nasi padang buat makan siang.
- Pak RT (Pak Sunar) / Pemilik Dzava Travel 0821-4041-8799
Beliau melayani travel, sewa
motor, charter mobil, catering, tumpeng dll. Sewa motornya ini membantu banget,
sehari 65rb. Dan bapaknya percaya banget. Motornya disimpan di depan Bapenta. Selain itu beliau juga menerima pesanan makanan, jajan-jajan gitu. nanti dianterin ke anak kita yang di pondok.
Kalau anak-anak request
makanan-makanan perkotaan, makan aplikasi ojol ini menjadi 911. Dimana kita dapat
memperolah harga diskon atas pembelanjaan kita. Dan sebagai tamu yang tidak
mengenal daerah, maka aplikasi ini menjadi sesuatu yang penting. Aku beli
martabak bisa dapat harga 60rb an untuk 2 kotak martabak manis plus 2 kotak
martabak asin.
Sementara itu dulu ceritaku dari PMDG
Kampus 3 kediri ya.. Daah
3.
Sementara itu dulu ceritaku dari PMDG
Kampus 3 kediri ya.. Daah