Selasa, 30 Juli 2024

Sepenggal Cerita dari Kelas Berbenah Uang

Pendaftaran

Setelah menyelesaikan kelas pertamaku di KBS, yaitu kelas KBSE (Kelas Berbenah Sadis Elementary) aku melanjutkan belajarku di Kelas Berbenah Sadis Intermediate. Aku mengambil Kelas Berbeenah uang. Kelas ini berlangsung selama 2 pekan melalui grup whatsapp. 

Begitu masuk kelas, aku tergabung dalam dua grup whatsapp baru. Yang pertama adalah grup materi. Grup ini dikunci, informasi satu arah dari para admin. Gunanya grup materi ini adalah agar materi yang disampaikan tidak tercampur dengan perbincangan anggota grup yang masya allah .. Selain materi, di grup ini juga dibagikan tugas-tugas apa saja yang perlu kita kerjakan dan kita setorkan ke penanggung jawab kelas (PJ). Materi dibagikan setiap pukul 5 pagi.

Kemudian grup satunya lagi adalah grup diskusi. Karena aku ikut kelas reguler, grup diskusi hanya dibuka selama satu jam tiap harinya. Jadi setelah pagi kita dapat materi,siangnya kita diperkenankan diskusi dan tanya jawab. Bisa menanyakan soal materi yang kurang jelas, bisa juga menanyakan tentang teknis pengumpulan tugas. Oh iya, setelah diskusi, tugas akan dibagikan di grup materi.

Jalannya Kelas

Kelas dibuka secara serentak oleh Mbak Rika Subana selaku founder dan top mentor KBS di dalam ruang zoom. 

Pada pertemuan pertama mba Rika menegaskan lagi soal 'sadis' alias sabar dan disiplin. Sabar dalam menerima ilmu, disiplin agar mendapat manfaat dari ilmu yang didapat. Kenapa ada praktik. Praktik itu ibarat mengolah ilmu. Ilmu daging kalau tanpa praktik, ibarat daging nggak diolah, lama-lama juga busuk. Ada tiga hal yang ditekankan yaitu
1. Niat yang kuat, sehingga akan selalu mencari solusi, bukan alasan
2. Usaha, usaha ini ya praktik atau tugas itulah, berikan versi terbaiknya.
3. Doa, ini adalah hal yang tidak boleh kita lepaskan. Tanpa berdoa, tanpa izin Allah maka semua yang kita rencanakan tidak akan terlaksana.

Untuk sehari-hari, materi disampaikan oleh mba Rika dalam bentuk voice note. Kita diminta mendengarkan. Ini perlu, karena nanti akan ada tugas rangkuman. Mbak Rika dibantu oleh PJ kelas, namanya mbak Arina Manasikana. Selain memandu diskusi, PJ kelas juga bertanggung jawab untuk menerima setoran tugas dari peserta kelas.

Tugas sehari-hari di KBSI ada yang sama dengan di KBSE. Yaitu merangkum materi yang sudah didapatkan dan ada tugas pembiasaan mengelola uang. Membuat impian-impian yang ingin dicapai, sekaligus mencari kebahagiaan receh apa yang kita bisa lakukan tanpa menunggu banyak uang. Dua tugas ini menurutku yang paling berkesan. Selain itu juga ada tugas mencari kebahagiaan receh yang dapat kita peroleh tanpa menunggu uang kita banyak. The real retjeh ya.. Oh ada satu lagi yang berkesan yaitu tentang kedekatan finansial.

Reviu Kelas







Lanjut kelas Lain?

Untuk bulan Agustus nanti, tidak semua kelas KBS dibuka. Yang buka setiap bulan hanya KBSE. Nah, nanti hanya ada beberapa kelas yang buka yaitu:
- Kelas berbenah barang / KBSE
- Kelas Berbenah waktu
- Kelas Berbenah Hati dan Pikiran
- Kelas Berbenah Otak
- Kelas Berbenah 2M (Mind and Mouth)
- Kelas Otak

Selain itu, pada tanggal 3 Agustus nanti  juga akan diselenggarakan workshop bagaimana memengaruhi orang lain secara jarak jauh. Acara ini akan diselenggarakan di Trans Luxury Hotel di Bandung dengan pemateri langsung oleh Top Mentor kita, yaitu MBak RIka Subana.
Menarik kan? Insya Allah aku tetap mau lanjut kelas-kelas lainnya. Tapi masih galau hati dan pikiran dulu atau otak?  Ayo tentukan dulu mumpung masih berlaku harga promo.

Senin, 29 Juli 2024

Lanjutan Ask Me about Decluttering


Kapan alam bawah sadar itu berfungsi?  Saat kapan pikiran bawah sadar bekerja? Pikiran bawah sadar atau beberapa orang menyebutnya alam bawah sadar, adalah bagian dari otak kita. Bagian lainnya adalah pikiran sadar. Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar itu bentuknya persis seperti gunung es. Gunung es kan kecil ya yang terlihat dipermukaan. Tetapi ketika masuk ke dalamnya ternyata besar sekali. 

Bagaimana pikiran kita itu mengontrol kehidupan kita sehari-hari bagaimana pikiran kita itu mengontrol tindakan kita, sikap kita. Respon kita terhadap sesuatu itu dikontrol oleh pikiran sadar tuh sekitar 10%. Kecil ya.. tapi memang seperti itu faktanya. Sebagian besar dari apa yang kita lakukan 90% sekitar lah ya 90% dikontrol oleh pikiran bawah sadar. 

Misalnya ada orang yang hidupnya bukan hidup yang diimpikannya. Tetapi dia mengatakan "enggak ah, saya mah bersyukur aja. Oke, bersyukur itu adalah hal lain. Bersyukur tentu kita, atas apa yang kita sudah dapatkan saat ini. Tapi coba kita renungkan,  apakah kehidupan saat ini itu sudah kehidupan yang benar-benar ideal sesuai impian kita?

Itu kenapa banyak teman-teman yang kehidupan idealnya belum terwujud, karena belum penuh dengan rasa keberlimpahan. Keberlimpahan itu nggak cuman uang ya tapi ada kesehatan ada ada orang-orang yang kita sayangi, tetangga yang baik, dsb. Naha kebahagiaan kita saat ini belum selaras antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. 

Mari kita lihat contoh sederhana, seorang istri menghendaki suaminya menjemur handuk setelah dipakai. Realitanya suami menyimpan handuk basah begitu saja teronggok di atas kasur. Maka si istri kemudian emosi begitu rupa. Padahal tinggal dipindahkan saja, simpel kan. Tetap pengalaman masa lalu (suami jarang menjemur handuk basah), kemudian memengaruhi cara responnya.

Misal kalau dinilai  ternyata lebih banyak positifnya misal ya ada 10 poin sementara 5 poin minusnya. Nah itu yang kelihatan dan yang kepikiran sama kita biasanya negatifnya. Kembali soal berbenah barang, misalkan soal buku, mungkin ada yang kepikiran buku itu nanti bisa dibaca sama anak-anak. Bagi seorang pecinta buku, proses melepaskan hampir 1000 buku itu luar biasa. karena seorang para pecinta buku pasti lebih memilih beli buku dibanding beli baju. Semudah itu melepaskan baju tapi tidak semudah itu melepaskan diri untuk para pecinta buku yang seperti demikian. 

Sampai  akhirnya Mba Rika memaksakan diri untuk melepaskan buku-buku yang memang sudah jarang dibaca, atau bahkan tidak dibaca. Itu artinya buku sudah tidak diperlukan. Ternyata baper ya awalnya nanti lama-lama ya bisa juga melepaskan. Kenapa orang susah melepaskan barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi kita tahu ini barangnya enggak eh udah enggak dibutuhin lagi.

Ada tiga alasan kenapa kita berat melepaskan barang :
1. barangnya mahal harganya 
2. barangnya dikasih sama orang yang kita sayangi siapapun itu 
3. perjuangan untuk mendapatkan barang tersebut.
Nah tiga hal itu membuat kita sulit melepaskan barang 

Awalnya baper iya, tapi kelamaan akan ringan aja melepaskan barang yang tidak dibutuhkan. 
Analoginya begini, orang yang kita cintai saja misalnya orang tua gitu ya ketika waktunya sudah habis di dunia ini, nggak ada yang bisa melarang Allah untuk menunda mencabut nyawanya.  Nggak ada ya .. 

Ya karena memang semuanya itu ada waktunya termasuk orang yang kita sayangi. kita sayang sama orang tua kita tenjunya jauh melebihi kelekatan kita terhadap barang-barang. 
Ketika waktu orang tua kita udah habis, ya kita bisa apa. Analogi itu yang kemudian dapat kita terapkan agar kita tidak terikat dengan barang apalagi ini cuman barang kalaupun yang memberikannya orang yang kita sayangi so what gitu lho. Toh barang itu udah nggak udah nggak kita butuhin lagi. Karena kenapa teman-teman ketika kita beras melepas barang jadinya numpuk maka sesungguhnya kita sudah menjadi budak barang.




 

Minggu, 28 Juli 2024

Mengelola Waktu


Masih lanjutan catatan dari live instragram Mbak Rika ya..

Selanjutnya soal waktu. Di dalam waktu kita, sebenarnya ada hal-hal yang mestinya diprioritaskan. Namun seringkali hal ini tidak dilakukan  karena (biasanya) kita merasa masih punya banyak waktu. Padahal ketika kita nggak melakukan apa-apa itu sayang sekali waktunya. Waktu menjadi tidak produktif. 

Secara garis besar ada dua hal yang membuat kita tidak produktif, yaitu malas dan menunda atau prokrastinasi. Jadi dua hal itu yang sebetulnya kita harus bisa kontrol betul. Uang hilang dapat dicari, waktu yang hilang tak akan kembali. Oke duit hilang kita pasti sedih,  tapi kita masih bisa cari lagi dengan kita bekerja lebih giat lagi. Atau kita bisa pinjem dulu kalau benar-benar kepepet  Tapi kalau soal waktu, waktu 1 detik yang lalu itu sudah nggak bisa kembali lagi apalagi 1 jam yang lalu apalagi satu hari yang lalu apalagi satu bulan yang lalu.

Bagaimana mengatasi malas? Kita tanya dulu ini males ngapain? Mengatasi malas yang paling singkat adalah Just do it. Alias kerjakan saja tanpa di rasa-rasa. 

Kalau mau jawaban panjang misalnya soal olahraga. Ini kegiatan yang hampir tiap dilakukan. Ketika cuaca mendukung untuk selimutan biasanya di kepala kita itu kayak ada dua pikiran yang saling menyerang, satu bilang udah nggak usah olah raga nggapapa, dingin loh kamu nanti kedinginan masuk angin. Satu lagi bilang ayo olah raga, kamu udah tahu kan tujuannya apa? 

Nah ini ..  jawabannya kembali lagi ke tujuan awal. Jadi teman-teman apapun masalahnya, kalau soal waktu atau ketika godaan itu datang,  tinggal kasih pilihan ke diri sendiri dan  terkadang kita harus keras sama diri sendiri. Kamu mau cari solusi atau mau cari alasan? Mau cari solusi atau mau cari alasan. Kalau mau cari alasan maka 1001 alasan akan bisa kita buat. Itu pilihan.

Mari kita lihat soal pilihan ini. Hal-hal sulit yang semua orang mampu melakukan adalah belajar, apapun itu baik di kelas online, atau belajar dengan buku.  Itu hal yang sulit, tapi kan berfaedah. Belajar akan membuat kehidupan kita kelak menjadi mudah. Misal kita memilih sebaliknya, nggak mau belajar saat ini, mungkin ke depan kita akan tertinggal.

Jadi teman-teman, kalau saat ini kita mengambil pilihan-pilihan yang mudah,  mudah sajalah besok-besok juga ada waktu buat olahraga,  entar ajalah belajarnya, entar ajalah masaknya maka pilihan-pilihan mudah yang kita ambil itu akan membuat kehidupan kita setelah menjadi lebih sulit. Silakan tinggal pilih karena setiap hal yang kita ambil itu ada konsekuensinya. Enak atau nggak enak.

Gambaran paling gampang tentang konsekuensi agar dapat kita pahami itu seperti hukum gravitasi. Apapun itu, setiap benda kalau jatuh pasti ke bawah. Bener nggak?  Ini adalah satu hal yang pasti. Mau secakep apapun dia, atau sekeren apapun, jatuhnya tetap ke bawah.