Minggu, 30 November 2025

Work Life Balance

                                 

Work-life Balance bukan istilah baru. Namun sejak pandemi covid melanda Indonesia, istilah ini mencuat dan seringkali disebut di lingkungan sekitarku. Mungkin gara-garanya ketika covid dan banyak work from home, batasan antara jam kerja dan bukan jam kerja menjadi tipis. Banyak justru yang menjadi lebih sibuk dan merasa bekerja 24/7 karena hubungan melalui telepon ataupun email yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di luar jam dan hari kerja.


Work-life balance menurutku adalah kondisi di mana kita sebagai pribadi dapat menjalankan peran secara seimbanga antara pekerjaan, keluarga, relasi/pertemanan dan me-time/waktu untuk diri sendiri. Tentunya ini bukan hal yang mudah, sehingga sangat layak untuk diperjuangkan oleh siapun ibu pekerja di luar sana yang membaca tulisan ini. Mari kita buka satu per satu.

1. Work / pekerjaan

Pekerjaan ini ada tempatnya dan ada juga waktunya. Hendaknya kita dapat membuat boundaris agar kehadiran "work" ini tidak mendesak atau menggeser unsur lainnya. Jadi misalnya kita berada di posisi yang pekerjaannya menuntut banyak perhatian atau pemikiran, maka kita perlu membuat batasan.

2. Family / keluarga

Keluarga juga memiliki hak atas diri kita. Sehingga ketika sudah lewat jam kerja maka perhatian kita sebisa mungkin tidak tentang pekerjaan lagi. Ada istilah tidak membawa soal pekerjaan masuk ke dalam rumah. Ini untuk menjaga jangan sampai ketika di kantor ada masalah dibawa-bawa sampai ke rumah dan keluarga terkena dampak, padahal mereka sudah menunggu kepulangan kita dari kantor.

3. Friends / relasi /teman

Kehidupan kita tidak terlepas dari teman, karena manusia adalah makhluk sosial. Keberadaan teman ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita ketika kita memilih berteman dengan orang yang tepat. Atau bisa juga menambah relasi dan networking kita.

4. Self / diri sendiri

Jangan dilupakan kebutuhan kita untuk sekedar menepi dari hiruk pikuk dunia dan kehidupan ini. Di waktu waktu untuk diri sendiri ni dapat kita pergunakan untuk meningkatkan pengetahuan, belajar hal baru, beribadah, dan lain sebagainya.


Keempat hal di atas bukan sesuatu yang dibenturkan, tetapi dijalankan selaras sehingga mengarah pada keseimbangan. Ada waktunya kita memprioritaskan satu hal, ini bukan suatu hitungan matematika yang menjadi 25 persen setiap unsurnya.

Keseimbangan ini bukan kita pribadi yang merasakan, tetapi orang-orang sekitar kita dulu yang akan merasakan.  Yang kita butuhkan hanyalah ikhtiar, dan komitmen dengan setiap peran tersebut

Sabtu, 29 November 2025

Bakso Romantis, Bakso Enak Gak Bikin Dompet Tipis


Bakso bagi orang Bandung sudah menjadi makanan yang sangat populer. Mulai dari yang harga puluhan ribu per porsi hingga yang harga under Rp. 10.000 di Bandung semua ada. Aku, sebagai orang pendatang yang sudah 20 tahun lebih tinggal di sini, sedikit banyak juga agak terpengaruh dengan kebiasaan makan bakso ini.

Bagi penggemar bakso garis keras, kalau ada warung bakso baru pasti ingin mencicipinya. Penasaran, judulnya. Apalagi namanya menarik perhatian seperti ini. Bakso Romantis.

Bakso Romantis ini aku cari di Google map belum ada. Tapi kalau di daftar menunya, warung ini beralamatkan di Jl Cigending No. 130 Ujungberung. Kenyataannya Bakso Romantis terletak di seberang Toserba Griya Ujungberung, di sebelah kanan Tomoro

Tempatnya memanjang ke belakang. Kalau dari depan, lebar space nya hanya sekitar 2 meter. Tapi memanjang ke belakang ada sekitar 5 buah meja masing-masing 4 kursi. Untuk minuman bisa mengambil sendiri di meja dan teko yang disediakan. Ada juga kerupuk di setiap meja selain sambal, kecap dan pasangan bakso lainnya.

Baca juga : Bakso Solo Balapan

Menu yang tersedia di sini antara lain:


Mie Bakso
- Mie bakso romantis
- Mie bakso halus
- Mie bakso Jumbo
- Mie bakso biasa

Mie Yamin
- Mie yamin bakso biasa
- Mie yamin bakso halus
- Mie yamin bakso jumbo

Mie Ayam
- Mie ayam original
- Mie ayam bakso biasa
- Mie ayam bakso halus
- Mie ayam bakso jumbo

Untuk toppingnya yang ready hanya tahu, pangsit dan ceker
Minumannya juga standar, aneka jus dan es campur.

Menu yang sudah aku coba
1. Mie bakso halus
Yaitu mie bakso, sayur, dan bakso ukuran kecil-kecil sebanyak 7 butir. Menurutku rasa bakso halusnya enak, teksturnya juga lembut dan tidak keras. 
2. Mie bakso jumbo 
Mie bakso ini perpaduan dari mie bakso urat/cincang/telur dengan dua butir bakso halus.Aku baru mencoba yang bakso uratnya. Yang aku cocok dari bakso urat di sini adalah uratnya lembut, tidak keras atau susah dikunyah.
3. Mie ayam original
Mie ayam originalku benar-benar original. Aku tidak menambahkan kecap maupun saos ke dalam mangkok. Rasanya sih enak, cocok di lidahku. Tapi aku kurang suka potongan ayamnya yang masih tercampur tulang, walaupun itu tulang rangu/tulang muda, seperti mengganggu kenikmatan.

Review
Layanan aku kasih 5/5. Karena satset banget dan rapi. Untuk rasa bakso aku juga kasih 5/5 sesuai harganya. Untuk mie ayam aku kasih 4/5. Menu lain aku belum pernah mencoba.

Mau balik lagi?
Iya, soalnya harganya bersabahat dan rasanya oke lah.



Kamis, 27 November 2025

Jalan Kaki di Sport Jabar

 


Setiap aku melihat postingan teman-teman Stravaku yang olahraga di Sport Jabar, dalam hati kecilku berbisik, "kapan ya aku bisa olah raga di sana". Alhamdulillah niatan ini bisa kesampaian dengan cara yang sama sekali tidak terduga. Bukan olahraga di akhir pekan seperti yang aku bayangkan selama ini, melainkan aku ditugaskan oleh kantor untuk melakukan pelayanan di Sport Jabar sehubungan dengan acara Jabar Kabisa 2025.

Alamat Sport Jabar
Jl. Pacuan Kuda No.140, Sukamiskin, 
Kec. Arcamanik, Kota Bandung

Pagi itu aku sampai lokasi jam 7 pagi lewat beberapa menit.  Karena layanan dimulai pukul  8 pagi, maka aku jalan kaki dulu keliling lokasi. Suasana sangat ramai. Ada sebagian pengunjung Jabar Kabisa yang sedang melakukan olahraga bersama,a sedang menyiapkan stand pameran, ada yang loading barang, dsb. Jadi meskipun bukan akhir pekan suasananya lebih ramai dari akhir pekan.




Aku berjalan mengikuti arus orang-orang, yaitu jalan ke kanan kalau dari pintu masuk. Kecepatan jalanku masih rata-rata seperti biasa. Sekitar 15 menit setiap kilometernya. Mau mengejar lebih cepat lagi kalau jalan, masih agak kesusahan. Bisa mendekati 11 kalau sambil lari sesekali.

Kondisi Sport Jabar belum ada perkembangan berarti dari kondisi tahun lalu aku ke sini. Malahan boleh dibilang semakin menurun. Di beberapa gedung cabang olahraga tertentu ada yang pintunya sudah rusak atau ditumbuhi tanaman liar. Ada juga bangunan yang mangkrak belum jadi, masih tetap seperti itu.



Tapi dari semua itu, ada sisi yang aku baru tahu. Ternyata are Sport Jabar ini ada basement-nya lho atau ruang bawah tanah. Mungkin peruntukan awalnya untuk parkir. Baru nyadar juga ternyata di atasnya banyak seperti lubang udara gitu. Ini lokasinya di belakang Youth Centre.



Kemudian ke arah jalan Pacuan Kuda ada lahan untuk berkuda seuprit. Kulihat ada yang sedang latihan naik kuda. Satu kuda didampingi satu pelatih. Mau tanya kalau ikut latihan berkuda gimana caranya, eh masih takut. Pernah dapat info, kalau kita naik kuda itu rasanya seperti cardio, karena lompat-lompat.

Satu keliling sport Jabar ini seki.  Ayo kita jalan di ke sana kapan kapan-kapan..