(قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ) [Surat At-Tawba : 51] via @QuranAndroid
Terjemahan :
Katakanlah : tidak akan menimpaku kecuali apa-apa yang telah Allah tetapkan untukku, Dialah Pelindungku. Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin bertawakal.
Mungkin ada yang kadang membatin : kenapa kejadian ini menimpaku, kenapa kejadian itu terjadi padaku, kenapa harus aku... dan semacamnya.
Lebih jauh lagi kalau gejolak batin itu (biasanya terkait hal yang tidak enak) diceritakan ke orang lain. Menurut Aa Gym, ini semacam kita menceritakan ketidakpuasan kita atas takdir Allah. Padahal Allah kan Maha Adil, Maha Berkehendak. Semua yang menimpa kita adalah atas kehendak Allah.
Jadi ayat ini semacam petunjuk gitu, bahwa sikap terbaik adalah menerima semua yang menimpa kita sebagai kehendak Allah atas diri kita. Kemudian kita serahkan semuanya kepada Allah, memohon perlindungan-Nya. Kita ikhtiar mencari jalan keluar, dan bertawakal atas hasil ikhtiar tsb.
Pasrah itu diam saja. Sedang tawakal disertai ikhtiar. Dan orang beriman memilih tawakal.
'Ketahuilah bahwa jika seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu manfaat bagimu, maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu.
Dan jika seluruh umat ini berkumpul untuk memudharatkan/mencelakakan kamu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa memudharatkanmu kecuali dengan seauatu yang telah ditetapkan oleh Allah terhadapmu. (dari hadits Arba'in ke-19. )
Wallahu 'alam.
*istilah anak sekarang
Hihihihi, berasa kesindir... ada masa di mana aku pernah bertanya, kenapa ini terjadi padaku?? #lebay mode on, tapi kemudian ada nasihat datang ke aku, jika peristiwa yang itu itu saja masih terjadi padamu, tandanya memang kamu yang belum siap ke jenjang yang berikutnya, aka masih kudu remidi terus... so jangan minta Allah meringankan beban kita, tapi mintalah supaya Allah menguatkan pundak kita dalam menghadapi yang ada...
BalasHapusEmang ya, aku juga mengalami remidi terus menerus di hal tertentu. Trus aku dapat nasihat bahwa Allah menguji di bagian terlemah kita agar kita menjadi kuat,/dapat mengatasi kelemahan kita itu.
HapusJadi inget kalimat yang I learn to let go the need to know why , cause God always knows the best for us. Sama nih aku kayak Ika, suka nanya 'kenapa sih begini, kenapa sih begini, kenapa nggak begini aja" iya, sotoy gitu kan ya hiks. Padahal setelah lihat bigger picture
BalasHapusGods always knows the best for us, yaks setuju banget. It's mean musti ditanamkan sedalam dalamnya supaya kita makin yakin bahwa apapun yang terjadi (after we do our part) berarti itu yang terbaik buat kita . *keur eling mah.. hehe*
HapusDulu aku pernah kaya gitu, Mbak. Tapi setelah belajar pasrah, bener deh, rasanya mo kerja, mo ngapa-ngapain, jadi lebih plong karena aku tau yang aku bisa cuma berusaha maksimal, ke depannya gimana ya terserah Allah :)
BalasHapusIya, sammma... rasanya 'kemrungsung' ngejar target ini dan itu. Kadang lupa bahwa hasil adalah hak prerogatif Allah.
HapusSmg Allah mudahkan ya.. proses belajar kita ini.