Beberapa hari berjalan jalan di blog blog kriya, bermula dari blognya mbak Novita, eh membawaku ke blog blog lainnya. Ke tempat mbak Hani, ke tempat mbak Dita, dan ke tempat mbak Regina.
Aduuh.. senengnya ya.. bertemu (sok iyeh, padahal cuman ketemu di dunia
maya) manusia manusia kreatif. Begitu banyak karya mereka yang
mengagumkan. Tapi menurutku memang kreatifitas itu harus dibarengi
aktivitas. Ada kreasinya. Kreasi itu yang akan membawa kita ke kreasi
kreasi berikutnya.
Seneng
lihat karya karya mereka .... Menginspirasi untuk berbuat sesuatu atau
membuat sesuatu juga. Yah minimal blogwalking ... laaah... hahaha
Sambil
menunggu mutasi yang may be yes may be no di bulan Mei ini, ada hiburan
dan tantangan dari blog blog yang aku sebutin tadi. Mbak Hani dah
membagi give away di awal Mei lalu. Sekarang giliran mbak Dita dan Mbak
Regina.
Di blog nya mbak Dita, ada program lagi ada program "cemprut secret project give away".
Hadiahnya bikin ngiler. tapi pertanyaannya juga bikin lieur. Yah sebanding laaah...
Klo di blognya mbak Regina, programnya "My May Give Away"
Hadiahnya bantal cute yang bikin cenat cenut pengen nggeletakin kepala atau mendekapnya.
Klo di sini ada dua give away, buat yang pelanggan/pernah beli di Myurbey sama buat siapa saja yang belum pernah beli di sana.
Ah......
Biarin deh mutasinya masih may be yes may be no, tetapi aku
ingiiiiinnn banget salah satu atau salah dua dari giveaway itu jadi
milikku. Aku akan berusaha menjawab tantangan sebaik baiknya.
Jumat, 13 Mei 2011
Senin, 09 Mei 2011
Dada Abi Sakit
Pasca kecelakaan hari Rabu, Abi nggak ngantor hari Kamis. Selain karena
motor masih di bengkel, mungkin juga ada memar memar yang masih sakit.
Hari Kamis sore motor dah bisa diambil lagi di bengkel, dan Jumat ke kantor.
Sekitar jam 10an, Abi sms :
"Dada Abi sakit sekali, buat narik nafas juga sakit" (kemaren cerita dadanya kebentur stang motor) Aku panik.
" Ummi ke sana ya.." (membujuk)
"Abi di kantor"
"Iya, gapapa. Mumpung kasi lagi cuti." (maksa, padahal walaupun kasinya cuti, tetap aja, harus membuat surat ijin keluar ke pejabat penggantinya)
"Nggak usah"
"Ya udah, nanti pulang kantor kita ke dokter ya..." aku balas lagi.
Lamaaa ...nggak ada jawaban. jangan jangan ngambek gara gara diajak ke dokter.
"Abi googling aja, kali ada jawabannya kenapa kenapa" aku sms lagi. tetep nggak dijawab. Terus terang aku udah googling kasus "dada sakit pasca kecelakaan".
Aku sms Eci, keponakan tersayang dari kakak pertama Abi, nyuruh Eci sms Oomnya. Siapa tahu kalau keponakan yang sms, bisa tergerak hatinya buat ke dokter.
Eh, berhubung sampai siang gak ada jawaban dari Abi, setelah jumatan aku telepon. Eh nggak diangkat.
Berapa lama kemudian dia nelpon, gantian aku yang nggak dengar.
Aku telepon lagi, eh gak diangkat lagi. Ya udah deh, ngambek kali.
Aku cek ke Eci, apakah sudah bertanya ke Oom-nya. Kata Eci, Oom ke dokter aja, klo nggak ke dokter nanti Eci bilangin Mama.
Aku pulang kantor Abi sudah di rumah. Syukurlah nggak kenapa napa, slamet sampai rumah. (Sejujurnya pas perjalanan pulang kantor, aku sempat khawatir. Iya kalau Abi gak ngangkat telepon karena ngambek diajak ke dokter, kalau ternyata dia sudah pingsan di ruangannya gmana ? Trus gak ada yang tahu. Dia kan seruangan sendiri, trus suka pulang sore juga, jadi nggak ada yang curiga. Nyesel juga kenapa tadi nggak nelpon ke kantor aja..
Aaah, cepat cepat kusingkirkan pikiran buruk itu.)
Jumat malam, Mama Eci nelpon. Intinya mah nyuruh (aka memerintahkan dan memaksa) ke dokter.Besok mau nelpon lagi, sudah ke dokter atau belum . Hihi.. si Abi iya iya aja dibilangin kakak tertuanya.
Sabtu pagi akhirnya kami ke Prodia dekat rumah. Syukurlah ada dokter prakteknya. Jadi ke dokter yang kebetulan juga spesialis Radiologi, periksa dulu baru di foto X-Ray
"Sakitnya dimana ?" tanya dokter
"Di dada kanan dok" kata suamiku.
"Ayo kita periksa", kata dokter sambil beranjak ke meja periksa
Sambil meriksa dokter berkata "Kalau sakit di dada itu bahaya, di rontgen juga nggak akan kelihatan tulangnya ada yang patah atau retak. Karena tulang di dada adalah tulang rawan. Paling kita tahu ada kerusakan tulang dari akibat yang ditimbulkan, misalnya lambungnya ketusuk, atau paru parunya bocor." (hah, ngeri amaattt)
"Kejadiannya kapan ?" tanya dokter
"Kecelakaannya hari Rabu, tapi sakitnya baru kemarin Jumat"
"Yah, kalau kejadiannya Rabu, Jumat baru sakit semoga lukanya ringan. kalau pas kejadian langsung sakit, itu parah biasanya." (sedikit lega....)
Singkat cerita, setelah menunggu kurang lebih 30 menit, foto pun siap dilihat oleh Sang Dokter. ALhamdulillah nggak ada kerusakan yang nampak> Kata dokter, sakitnya itu kemungkinan karena dagingnya kebentur saja... (hmmm.. tiba tiba aku mensyukuri si perut Abi yang sudah mulai menonjol ..)
Dokter hanya ngasih obat penahan sakit yang diminum pagi dan sore, sama salep yang dioles untuk meredakan sakit juga... Total biaya foto X-Ray dan dokter dan Obat hanya 94 rb saja... (nggak nyangka, asli)
Syukurlah kami bertemu dokter yang baik dan ramah. Jadi di tengah nggak mau-nya Abi ke dokter dia tidak tambah kecewa dengan dokter. (aneh ya.. hari gini masih ada yang nggak mau ke dokter)
Di dekat pintu keluar Prodia Abi tersenyum dan berkata :
" Tuh kaaan.. nggak papa, kalian aja yang terlalu khawatir"
Gubraaakkkk !!!!. masih ngeles juga...
Hari Kamis sore motor dah bisa diambil lagi di bengkel, dan Jumat ke kantor.
Sekitar jam 10an, Abi sms :
"Dada Abi sakit sekali, buat narik nafas juga sakit" (kemaren cerita dadanya kebentur stang motor) Aku panik.
" Ummi ke sana ya.." (membujuk)
"Abi di kantor"
"Iya, gapapa. Mumpung kasi lagi cuti." (maksa, padahal walaupun kasinya cuti, tetap aja, harus membuat surat ijin keluar ke pejabat penggantinya)
"Nggak usah"
"Ya udah, nanti pulang kantor kita ke dokter ya..." aku balas lagi.
Lamaaa ...nggak ada jawaban. jangan jangan ngambek gara gara diajak ke dokter.
"Abi googling aja, kali ada jawabannya kenapa kenapa" aku sms lagi. tetep nggak dijawab. Terus terang aku udah googling kasus "dada sakit pasca kecelakaan".
Aku sms Eci, keponakan tersayang dari kakak pertama Abi, nyuruh Eci sms Oomnya. Siapa tahu kalau keponakan yang sms, bisa tergerak hatinya buat ke dokter.
Eh, berhubung sampai siang gak ada jawaban dari Abi, setelah jumatan aku telepon. Eh nggak diangkat.
Berapa lama kemudian dia nelpon, gantian aku yang nggak dengar.
Aku telepon lagi, eh gak diangkat lagi. Ya udah deh, ngambek kali.
Aku cek ke Eci, apakah sudah bertanya ke Oom-nya. Kata Eci, Oom ke dokter aja, klo nggak ke dokter nanti Eci bilangin Mama.
Aku pulang kantor Abi sudah di rumah. Syukurlah nggak kenapa napa, slamet sampai rumah. (Sejujurnya pas perjalanan pulang kantor, aku sempat khawatir. Iya kalau Abi gak ngangkat telepon karena ngambek diajak ke dokter, kalau ternyata dia sudah pingsan di ruangannya gmana ? Trus gak ada yang tahu. Dia kan seruangan sendiri, trus suka pulang sore juga, jadi nggak ada yang curiga. Nyesel juga kenapa tadi nggak nelpon ke kantor aja..
Aaah, cepat cepat kusingkirkan pikiran buruk itu.)
Jumat malam, Mama Eci nelpon. Intinya mah nyuruh (aka memerintahkan dan memaksa) ke dokter.Besok mau nelpon lagi, sudah ke dokter atau belum . Hihi.. si Abi iya iya aja dibilangin kakak tertuanya.
Sabtu pagi akhirnya kami ke Prodia dekat rumah. Syukurlah ada dokter prakteknya. Jadi ke dokter yang kebetulan juga spesialis Radiologi, periksa dulu baru di foto X-Ray
"Sakitnya dimana ?" tanya dokter
"Di dada kanan dok" kata suamiku.
"Ayo kita periksa", kata dokter sambil beranjak ke meja periksa
Sambil meriksa dokter berkata "Kalau sakit di dada itu bahaya, di rontgen juga nggak akan kelihatan tulangnya ada yang patah atau retak. Karena tulang di dada adalah tulang rawan. Paling kita tahu ada kerusakan tulang dari akibat yang ditimbulkan, misalnya lambungnya ketusuk, atau paru parunya bocor." (hah, ngeri amaattt)
"Kejadiannya kapan ?" tanya dokter
"Kecelakaannya hari Rabu, tapi sakitnya baru kemarin Jumat"
"Yah, kalau kejadiannya Rabu, Jumat baru sakit semoga lukanya ringan. kalau pas kejadian langsung sakit, itu parah biasanya." (sedikit lega....)
Singkat cerita, setelah menunggu kurang lebih 30 menit, foto pun siap dilihat oleh Sang Dokter. ALhamdulillah nggak ada kerusakan yang nampak> Kata dokter, sakitnya itu kemungkinan karena dagingnya kebentur saja... (hmmm.. tiba tiba aku mensyukuri si perut Abi yang sudah mulai menonjol ..)
Dokter hanya ngasih obat penahan sakit yang diminum pagi dan sore, sama salep yang dioles untuk meredakan sakit juga... Total biaya foto X-Ray dan dokter dan Obat hanya 94 rb saja... (nggak nyangka, asli)
Syukurlah kami bertemu dokter yang baik dan ramah. Jadi di tengah nggak mau-nya Abi ke dokter dia tidak tambah kecewa dengan dokter. (aneh ya.. hari gini masih ada yang nggak mau ke dokter)
Di dekat pintu keluar Prodia Abi tersenyum dan berkata :
" Tuh kaaan.. nggak papa, kalian aja yang terlalu khawatir"
Gubraaakkkk !!!!. masih ngeles juga...
Rabu, 04 Mei 2011
Abi Kecelakaan !
Kemarin, berangkat kantor seperti biasa. Sambil menunggu mbak Rahma
datang, aku menelpon rumah. Menelpon ini kadang kulakukan sesampai di
kantor. Hihi.. padahal baru juga pergi yah.... Tapi ini biasa kulakukan
untuk memastikan semua sudah siap, semua anak berangkat sekolah, semua
berjalan lancar pagi itu dll, karena aku selalu berangkat buru buru...
(*begitulaaah...)
Karena sudah menelpon lama sebelum sampai di kantor, sesampai di kantor aku tidak menelpon lagi.... Eh, kira kira jam 8-an Abi menelpon (*tumbeeen...). Katanya tabrakan... (ya ampuun...) tepatnya ditabrak orang (mobil apa motor) di tabrak mobil. (trus gimana ??) nggak papa (iya sih, kedengaran dari suara di telpon, abi dimana sekarang ?) lagi dibengkel,motornya roda depan bengkok. (abi gimana ? *mastiin*) nggak papa ... dah ya.. assalamu'alaikum... (*aku cuma bengong, belum bisa mikir*)
Setelah duduk lagi beberapa saat sambil bekerja, eh kepikiran juga. Si Abi kan suka jaim, gak nunjukin sakitnya. Teringat beberapa tahun lalu, kecelakaan di Lembang, masih maksa pulang bawa motor. Pas dilihat, bagian tubuh sebelah kanan luka parut. Dari mulai pundak, tangan, dada sampai kaki. Nggak mau ke dokter sama sekali. Hanya dioles minyak But but saja. Alhamdulillah semua luka tidak ada bekasnya. Tapi dua jari tangan kanannya bengkok di ruasnya.
Akhirnya aku telepon lagi, Ummi mau pulang, ( Ngapain ?) Yaah.. mau lihat Abi, hehe (nggak papa, cuman memar memar ) ya deh, mau jemput Firda (trus ke kantor lagi nggak ?) iya... (kalau balik ke kantor lagi, nggak usah aja. habis waktu di jalan) errr... ya udah deh, nggak balik ke kantor lagi (ya terserah kamu). *kalau nggak papa, kenapa ngarep aku pulang ya..*
Akhirnya siang aku pulang. Sesampai di rumah, Abi nunjukin lukanya, memang bener cuman memar di lutut kanan dan kiri, nggak ada luka. Tapi dadanya sakit kena stang motor. Kubujukin ke dokter nggak mau, kubujukin rontgen aja deh, teuteup nggak mau. Ya sudah deh... (aku belum pernah berhasil membujuknya ke dokter. Pernah Oom-nya membawa ke dokter itu juga pas doi vertigo dan lagi nggak bisa "melawan").
Kejadiannya di jalan yang sepi. si sopir mobil rupanya mengantuk. Udah sejak dari Gasibu mengantuknya. Nabraknya di jalan Arcamanik. Dekat sekolah anakku. (untung si Mbak dah nyampe di sekolah) . Kebayang kan nahannya sudah sekian lama.... Tapi si sopirnya baik, masih anak anak sekitar 25 tahun, katanya mobil rentalan, habis jalan malem. Trus sambil nunggu bengkel buka dekat situ, dia ngajak si Abi ngopi dulu. Setelah ngopi beberapa saat, bilang mau markir mobil. Sambil pamit markir mobil dia ninggalin hape, di dekat Abi. Padahal bisa aja kan, dia kabur. Tapi dia ninggalin hape seolah sbg jaminan. Kemudian abis ngambil mobil, dia nungguin Abi di bengkelnya... Sampai beres dan ketahuan apa saja yang rusak. Baru dia pamit. Sambil ninggalin uang..
Lihat itikad baik anak itu, Abi nggak tega minta ganti semua kerusakan. Walaupun motor rusak parah menurutku. Velg depan sampai bengkok dan harus diganti. Sayap motor bebeknya juga. ya sudahlah... Abi menerima ini sebagai musibah. Sambil menarik hikmah dari setiap kejadian. (Kata Abi mungkin ini teguran, Abi menunda membayar zakat, walaupun ditundanya itu karena dipake untuk berobat Ayah sakit).
Malemnya habis shalat maghrib berjama'ah, Abi baru cerita kejadiannya ke anak anak. Anak anak kelihatan antusias mendengarkan ceritanya. Kata Abi ke anak anak, ada dua pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini.
Karena sudah menelpon lama sebelum sampai di kantor, sesampai di kantor aku tidak menelpon lagi.... Eh, kira kira jam 8-an Abi menelpon (*tumbeeen...). Katanya tabrakan... (ya ampuun...) tepatnya ditabrak orang (mobil apa motor) di tabrak mobil. (trus gimana ??) nggak papa (iya sih, kedengaran dari suara di telpon, abi dimana sekarang ?) lagi dibengkel,motornya roda depan bengkok. (abi gimana ? *mastiin*) nggak papa ... dah ya.. assalamu'alaikum... (*aku cuma bengong, belum bisa mikir*)
Setelah duduk lagi beberapa saat sambil bekerja, eh kepikiran juga. Si Abi kan suka jaim, gak nunjukin sakitnya. Teringat beberapa tahun lalu, kecelakaan di Lembang, masih maksa pulang bawa motor. Pas dilihat, bagian tubuh sebelah kanan luka parut. Dari mulai pundak, tangan, dada sampai kaki. Nggak mau ke dokter sama sekali. Hanya dioles minyak But but saja. Alhamdulillah semua luka tidak ada bekasnya. Tapi dua jari tangan kanannya bengkok di ruasnya.
Akhirnya aku telepon lagi, Ummi mau pulang, ( Ngapain ?) Yaah.. mau lihat Abi, hehe (nggak papa, cuman memar memar ) ya deh, mau jemput Firda (trus ke kantor lagi nggak ?) iya... (kalau balik ke kantor lagi, nggak usah aja. habis waktu di jalan) errr... ya udah deh, nggak balik ke kantor lagi (ya terserah kamu). *kalau nggak papa, kenapa ngarep aku pulang ya..*
Akhirnya siang aku pulang. Sesampai di rumah, Abi nunjukin lukanya, memang bener cuman memar di lutut kanan dan kiri, nggak ada luka. Tapi dadanya sakit kena stang motor. Kubujukin ke dokter nggak mau, kubujukin rontgen aja deh, teuteup nggak mau. Ya sudah deh... (aku belum pernah berhasil membujuknya ke dokter. Pernah Oom-nya membawa ke dokter itu juga pas doi vertigo dan lagi nggak bisa "melawan").
Kejadiannya di jalan yang sepi. si sopir mobil rupanya mengantuk. Udah sejak dari Gasibu mengantuknya. Nabraknya di jalan Arcamanik. Dekat sekolah anakku. (untung si Mbak dah nyampe di sekolah) . Kebayang kan nahannya sudah sekian lama.... Tapi si sopirnya baik, masih anak anak sekitar 25 tahun, katanya mobil rentalan, habis jalan malem. Trus sambil nunggu bengkel buka dekat situ, dia ngajak si Abi ngopi dulu. Setelah ngopi beberapa saat, bilang mau markir mobil. Sambil pamit markir mobil dia ninggalin hape, di dekat Abi. Padahal bisa aja kan, dia kabur. Tapi dia ninggalin hape seolah sbg jaminan. Kemudian abis ngambil mobil, dia nungguin Abi di bengkelnya... Sampai beres dan ketahuan apa saja yang rusak. Baru dia pamit. Sambil ninggalin uang..
Lihat itikad baik anak itu, Abi nggak tega minta ganti semua kerusakan. Walaupun motor rusak parah menurutku. Velg depan sampai bengkok dan harus diganti. Sayap motor bebeknya juga. ya sudahlah... Abi menerima ini sebagai musibah. Sambil menarik hikmah dari setiap kejadian. (Kata Abi mungkin ini teguran, Abi menunda membayar zakat, walaupun ditundanya itu karena dipake untuk berobat Ayah sakit).
Malemnya habis shalat maghrib berjama'ah, Abi baru cerita kejadiannya ke anak anak. Anak anak kelihatan antusias mendengarkan ceritanya. Kata Abi ke anak anak, ada dua pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini.
- Kita nggak boleh takabur, udah nyetir hati hati, atau udah bisa naik motor (anak anak dah mulai mupeng liat motor, tapi aku bilangin, 17 tahun baru boleh bawa motor -tahan nggak ya...masih 4 tahun lagi dari sekarang). Walaupun kita hati hati, kalau orang lain nggak hati hati, kita masih bisa celaka. Jangan lupa berdoa sebelum bepergian.
- Kalau kita bersalah, kita harus mengakui dan bertanggung jawab. Seperti anak yang nabrak Abi tadi. Bisa aja dia kabur ninggalin Abi yang jatuh, tapi malah dia nolongin, nganterin ke bengkel segala. Trus kalau kita yang nggak salah, belajar maafin. Sebenarnya bisa aja Abi minta ganti semua kerusakan, kan Abi nggak salah. Tapi kan kita juga kasihan sama anak itu, dia juga mobilnya rusak.
Langganan:
Postingan (Atom)