Jumat, 19 Agustus 2011

Merenung

Sehari kempes ban dua kali, Pasti jarang terjadi. Tapi ini benar benar terjadi. Pas puasa lagi.

Beberapa hari yang lalu, siang bolong, aku menggantikan suami menjemput anak anak. Pas kembali ke kantor, eh ban depan kempes.
Terpaksalah aku mendorong motor, nggak mungkin aku memanggulnya kaaan...
Alhamdulillah, nggak jauh, kurang dari 100 m dah ketemu bengkel. Kejadiannya adalah si pentil ban, lepas dari ban dalam. Aku bertanya kenapakah gerangan ini terjadi, katanya mungkin kurang angin tetap dinaikin.
Sekalian aku minta pemilik bengkel untuk mengecek roda belakang, barangkali saja ada tanda tanda mau kempes. (bisa ketauhan nggak ya ?)
Kata si mang, OK. gak apa apa. sekalian ditambah angin, biar nggak kekurangan.

Sore pas pulang kantor, sampai di suatu jalan yang sepi, tiba tiba ban belakang terasa oleng. kempes deh...
Jadilah dengan sukses aku mendorong lagi. Sempat kepikir mau mengontak OB, yang suka membantuku, eh, kepikiran, dia kan puasa juga, kali dia malahan lebih capek lagi, seharian diorder kesana kemari.
Lagian aku nggak punya pulsa sepeserpun.

Akhirnya dengan menabahkan hati, (membayangkan bengkel terdekat), aku mendorong motor. Sekali dua ada pengemudi motor yang simpati, dan berbaik hati menyapa serta menunjukkan bengkel terdekat. Aku senyum dan berterima kasih.
( Tentu saja aku hapal dimana bengkel terdekat, karena jalan ini jalur tetapku setiap pulang kantor).

Setelah kurang lebih 200m (besoknya kuukur pake spedometer ternyata 600m lebih), aku ketemu bengkel itu. Dan mengantri pula. Kepikir dong, anak anak (dan suami) di rumah, yang sedang menungguku membawa cemilan dan minuman segarrr untuk buka puasa. Mana -sekali lagi- aku nggak punya pulsa ( gemes, knp tadi menunda mengisi pulsa sih...)
Aku celingak celinguk, sambil bertanya ke orang orang di bengkel,  dimana ada yang jual pulsa. ALhamdulillah si Bapak yang motornya lg diperbaiki, baik hati minjemin hape buat ngabarin ke rumah. Aku pinjem hape istri si Mang bengkel buat sms temen agar mengisi pulsaku.
Alhamdulillah menjelang manghrib selesai, ketika sampai rumah, anak anak dan suami sudah selesai buka puasa dan shalat maghrib.

Selama mendorong dan menunggu, aku merenungkan banyak hal. Tak perlulah aku menanyakan takdir, kenapa ban kempes sampai dua kali depan belakang.
Aku hanya ingat dosa dosaku, kesalahan kesalahanku pada orang lain, (teman, anak, suami, kolega, atasan, asisten di rumah, OB kantor) tentang janji janji yang belum ditunaikan serta hutang hutang yang belum di byaar, juga ganjalan ganjalan dalam hati yang masih berat aku melapangkannya, kata kata yang seharusnya tidak kuucapkan, perbuatan perbuatan yang seharusnya tidak aku lakukan, astaghfirullah.. astaghfirullah..

Nggak kuat aku menahan rasa ini, terasa sesak di dada, akhirnya, jatuh juga bulir bening dari sudut mataku, karena itu semua.
Bukan karena beratnya mendorong motor di siang yang terik, ditambah di sore menjelang buka puasa, bukan juga karena rupiah yang kukeluarkan untuk membeli ban dalam.

"Ya Allah, semua kehendakmu baik, semua takdirmu baik"

Selasa, 16 Agustus 2011

Alhamdulillah, bukuku terbit



Sejak kecil suka menulis, menulis surat, menulis puisi, menulis cerita, membuatku ingin jadi penulis. Apalagi setelah kerja, punya uang bisa bela beli buku, oh, betapa mendambanya aku untuk bisa menerbitkan sebuah buku. (ngimpiiii....)

Akan tetapi, setelah aku dikenalkan dengan blog oleh Sondang sayang, aku sudah merasa menjadi penulis dengan menulis di blog.
Apalagi pas ketemu Tere liye, ngobrol ngobrol, mau nulis mah nulis aja. Kalau mau jadi penjual buku, sudah banyak yang melakukan itu. Jadi janganlah, tulislah yang baik baik, semoga orang lain mendapat kebaikan/bisa mengambil hikmah dari tulisan kita.
Yaks, akhirnya aku menulis dan menulis di beberapa blogku. (beberapa.. hahaha.. maruknyaa...). Dan sesekali di akun facebook-ku.

Tiba tiba saja, aku kenal dengan www.nulisbuku.com di twitter. Dan mereka punya project project tertentu yang lebih mengarahkan tulisanku. Akhirnya aku ikutan beberapa diantaranya. Dan alhamdulillah, dua tulisanku terbawa terbit.
Yang pertama adalah tentang first love (cuit cuit...), dan bagaimana kita mengatasi kehilangan saat putus cinta untuk pertama kalinya itu. Bukunya dapat dilihat disini. Untuk pesan dapat di sini.
Sedang buku yang kedua, adalah tentang #myhometown. Buatku, semua tempat dimana aku tinggal adalah hometown. Aku kecil di Temanggung, aku nggak ingat. Terus ke Cilacap 74-91, terus di Jakarta 91-96, terus di Kupang NTT 97-2001 dan dari 2002 aku di Bandung.  Semua tempat itu berkesan bagiku, dan berasa seperti kampung halaman. Tapi di buku #myhometown itu, aku cerita tentang kampung halaman di Cilacap, ketika aku kanak kanak.
Untuk pesan bisa langsung ke TKP.

Oya, pembaca ahli dari kedua tulisanku yang dimuat dibuku itu adalah Sondang, tentu saja.. Maaf ya Sondang, tidak tersebutkan di bukunya, soalnya belum berpengalaman.

Rabu, 10 Agustus 2011

Horee.. Alhamdulillah, akhirnya menang give away !

Seri boneka jari Winie The Pooh, dkk. kardusnya juga gambar Pooh

Bulan Juni dan Juli kemaren, memang musimnya give away ya...
Tapi dari sekian banyak giveaway yang aku ikutin, hanya satu yang nembus. Yaitu give away yang diadakan oleh Mbak Niar, dari Flanella pernik.
Ceritanya, mbak Niar mau bagi bagi finger puppet untuk teman temannya, syaratnya kita musti membuat cerita tentang bed time stories di akun face book.
Akhirnya aku coba coba aja, menceritakan apa yang biasa aku lakukan untuk mengantar Faiz tidur. Penilaiannya berdasar 'like' terbanyak, alias pabanyak banyak jempol.
Alhamdulillah, nggak nyangka, ternyata ceritaku mendapat hadiah. Dan lebih asyik lagi, hadiahnya adalah seperti yang aku impikan, yaitu pooh series, sesuai dengan sprei kesukaan Faiz.
Ceritaku, dapat dibaca disini

Tunggu punya tunggu, kok agak lama itu hadiah nggak nyampe nyampe juga. Aku malu hati untuk nanya ke mbak Niar. Secara gratisan gitu lho... Khawatir ilang di jalan aja. Soalnya dulu anakku pernah dapat hadiah tenda dari salah satu majalah, ternyata nggak pernah nyampe rumah.

Eh, tiba tiba di pertengahan Juli mbak Niar yang baik hati sms aku, Mbak Titi, give awaynya baru aku kirim...
Alhamdulillah.. mupeng-ku bersinar lagi.
Daaaan... begitu sampai, langsung kardus dibuka dengan tidak sabar oleh anak anakku. Maka tinggalah foto ini aja yang aku bisa ambil. itu pun sudah tidak sesuai penampakan aslinya yang dikemas begitu detail dan cantik oleh mbak Niar. (bayangin, sampai kardus kardusnya pun bergambar Pooh dkk)