Ini niy, satu lagi cerita punya anak menjelang ABG alias akil baligh gitu lho..
Belajar
ngomongin yang dulu kita anggap tabu tabu dan saru saru sekarang aku
harus nebalin kuping dan nebalin muka pura pura biasa aja, walaupun
sesungguhnya masih terkaget kaget.
Aku
udah sering dengar pertanyaan itu dari F1, secara dia kan udah kelas 2
SMP eh kelas 8 yah.. dan sekarang belum haid. *asyik,masih ada waktu
menyiapkan kedewasaan
Dan aku jawabnya sih, tunggu aja. Ya emang tunggu aja.
Aku
pernah tanya sama temanku yang dokter, katanya haid ini juga ada faktor
keturunan. Jadi kalau ibunya haidnya usia berapa, anak juga bakal ikut.
Walaupun itu juga sekarang dipengaruhi oleh hormon hormon tubuh kita yg
dipengaruhi oleh makanan (ber MSG, ber pengawet,katanya mempercepat ya)
terus juga oleh tontonan tontonan.
Nah kini giliran F3 yang nanyain. Dia kan baru kelas 5. Memang sih, secara body udah hampir nyamain kakaknya.
Nah pas kemaren F3 nanya pelan pelan di kamarku
"ummi,kapan aku haid ya...teman temanku yang kecil kecil juga sudah pada haid"
"tunggu
aja, nanti juga tiba waktunya. Emangnya Ayuk udah siap.. Kalau udah
haid berarti sudah baligh. Sudah mukallaf. Sudah harus menjalankan
kewajiban agama dengan sebaik baiknya. Misalnya : Shalat tepat waktu (soalnya dia susah dibangunin), menjaga pergaulan (Ayuk lebih gaol dr Mbak) , menjaga pandangan (meski kelas 5, ayuk udah CCP), puasa, dll"
"Yah, aku belum siap sih ..."
"Nah, berarti Ayuk masih dikasih waktu sama ALlah untuk belajar dan mempersiapkan diri"
"Emang Ummi dulu haid kelas berapa ?"
"Kelas 3 SMP"
"Ih.. lama amaat. Yah, tapi nggak papa lah. Ummi, kata teman Ayuk kalau mau cepat haid pikirin aja yang jorok jorok"
("Hah ?" *panik panik. tapi harus tetap tenaang... tarik napaaasss... baru juga kemaren Mak Sondang ngomongin dampak pornografi)
"hehe.. tuh kan baru juga Ummi bilangin menjaga pandangan, menjaga hati.."
"Hehe... nggak lah Ummi. Aku nggak mau mikirin yang gitu" kata Ayuk sambil berlalu.
Duuuh duuuuh...
Ya Allah jagalah anak anak kami dari hal hal yang tidak Engkau Ridhoi
Rabu, 09 Mei 2012
Selasa, 08 Mei 2012
Aku Mau Dikubur Di Samping Mbak Zahra !
Uff ! memang bener ya, harusnya makin banyak anak makin banyak postingan.
Habisan anak anak itu kelakuannya macam macam, bin ada ada saja
Setelah sebelumnya membicarakan siapa tahu ini hari terakhirmu, kali ini mereka terang terangan membicarakan tentang prosesi pemakaman.
Adalah Mbak Zahra, mbak ini anak Tante Yah (adik Abi). Tinggalnya di Lampung.
Dia tumbuh besar bersama sama anak anakku. Ketemu tiap lebaran.
Usianya kira kira sepantar F3.
Kenapa dipanggil Mbak ? Karena bundanya memanggil Mbak.
Sudah jadi tradisi keluarga Lampung, semua dipanggil sesuai panggilan rumah.
Ada Mbak, Kyai, Ayuk, Teteh, Kakak, Abang, Uwo, Abi, Ummi, Bunda..
Pokoknya gimana dipanggil di rumah, maka keponakan keponakan dan sepupu juga akan memanggil demikian.
Nah, mbak Zahra ini, beberapa tahun lalu sudah dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa.
Sebelumnya dirawat dulu di RS karena DBD.
Mungkin anak anak terkesan sekali sama mbak Zahra kali ya. Memang anaknya rada endut gitu, cenderung tenang, nggak pecicilan kayak anak-anakku.
Eh,pulang pulang dari pemakaman Eyang, si Mbak tiba tiba ngomong
"Aku mau dikubur sama Eyang"
"Nggak bisa, kan udah penuh semua tuh.."
"Ya udah, kalau gitu dekat Mbak Zahra"
"Ah, kamu nyusahin yang hidup aja, kan kita semua di Bandung, ntar kalau kamu dikuburin di Lampung kita mesti bawa bawa jenazah ke Lampung, trus kalau mau ziyarah juga jadi jauh" kataku masih mengelak
"Nggak mau tahu, pokoknya mau dikubur di Lampung"
"Yah, kan kita nggak punya KTP Lampung" aku masih berusaha
"Ikut aja keluarga tante Yah (Bundanya Zahra)"
"Nggak bisa atuh, kalau kamu udah meninggal baru masuk kartu keluarga Tante Yah."
Si Mbak diem dan nggak nerusin lagi. Bingung kali yah
Bingung pula Umminya. Kalau kayak gini, termasuk wasiat bukan yah..
*pegang kepala, pening*
Habisan anak anak itu kelakuannya macam macam, bin ada ada saja
Setelah sebelumnya membicarakan siapa tahu ini hari terakhirmu, kali ini mereka terang terangan membicarakan tentang prosesi pemakaman.
Adalah Mbak Zahra, mbak ini anak Tante Yah (adik Abi). Tinggalnya di Lampung.
Dia tumbuh besar bersama sama anak anakku. Ketemu tiap lebaran.
Usianya kira kira sepantar F3.
Kenapa dipanggil Mbak ? Karena bundanya memanggil Mbak.
Sudah jadi tradisi keluarga Lampung, semua dipanggil sesuai panggilan rumah.
Ada Mbak, Kyai, Ayuk, Teteh, Kakak, Abang, Uwo, Abi, Ummi, Bunda..
Pokoknya gimana dipanggil di rumah, maka keponakan keponakan dan sepupu juga akan memanggil demikian.
Nah, mbak Zahra ini, beberapa tahun lalu sudah dipanggil kembali oleh Yang Maha Kuasa.
Sebelumnya dirawat dulu di RS karena DBD.
Mungkin anak anak terkesan sekali sama mbak Zahra kali ya. Memang anaknya rada endut gitu, cenderung tenang, nggak pecicilan kayak anak-anakku.
Eh,pulang pulang dari pemakaman Eyang, si Mbak tiba tiba ngomong
"Aku mau dikubur sama Eyang"
"Nggak bisa, kan udah penuh semua tuh.."
"Ya udah, kalau gitu dekat Mbak Zahra"
"Ah, kamu nyusahin yang hidup aja, kan kita semua di Bandung, ntar kalau kamu dikuburin di Lampung kita mesti bawa bawa jenazah ke Lampung, trus kalau mau ziyarah juga jadi jauh" kataku masih mengelak
"Nggak mau tahu, pokoknya mau dikubur di Lampung"
"Yah, kan kita nggak punya KTP Lampung" aku masih berusaha
"Ikut aja keluarga tante Yah (Bundanya Zahra)"
"Nggak bisa atuh, kalau kamu udah meninggal baru masuk kartu keluarga Tante Yah."
Si Mbak diem dan nggak nerusin lagi. Bingung kali yah
Bingung pula Umminya. Kalau kayak gini, termasuk wasiat bukan yah..
*pegang kepala, pening*
Senin, 07 Mei 2012
Mengelola Blog
Setelah Mamak Ephraim mengenalkan aku dengan eMPi, rasa rasanya aku punya tempat pelampiasan eh tempat menyalurkan semua hobby dan kegemaran. Mulai dari kegemaran menulis diary yang sudah lama ditinggalkan karena tangan berasa dah kaku menulis pake pena, sampai dengan kegemaran membaca dan ngulik (baca : crafting).
Ternyata banyak sekali bertebaran blog blog yang mengakomodir itu semua.
Akhirnya aku punya hobi baru, bewe alias blog walking
Akhirnya aku merasa bahwa eMPi ku ini tidak cukup untuk memuat segala yang berkelebat kelebat di kepalaku. (Ah, aku aja kali yah yang nggak bisa menej. )
Terus terang aku masih gaptek dalam hal mau ngulik si eMPi ini.
Mau dibikin warna warni seperti punya yang lain, kapan nguliknya gak sempat sempat.
Ya sudah lah, akhirnya dibiarkan polos gini.
Makanya, untuk mewadahi hasrat ku yang lain, maka aku merambah ke blogger.
Kalau dulu bikin eMPi diajarin Mamak Ephraim, maka ke blogger ini aku tanya langsung sama mbak Google.
Mbah mbah, gimana caranya bikin blog di blogger.
Maka simbah dengan segera memberikan jawaban. Salah satunya ini
Lalu aku coba coba, eh, ternyata keterusan.
Bukan cuma satu blog, ada tiga blog-ku di blogger.
Satu tentang puisi, satu tentang cerita cerita pendek gitu,satu lagi tentang crafting.
Eh, .. setelah sekian lama, kelihatan yah, minatku itu lebih di crafting.
Pertama dari tingkat posting isinya, lebih sering posting di blog craft
Meski blog ini dibuat paling terakhir diantara blog aku, pengunjungnya dah melewati dua blog sebelumnya.
Aduh. senengnya.
Terima kasih ya Mak Sondang, yang udah nyumbang nama
| penampakan |
Secara resmi F2 sd F5 udah punya blog. F2 udah lama nggak ngisi blognya, bahkan dah lupa password segala
F3, belum ngisi blognya
F4 dan F5 perlahan tapi pasti sudah mulai terisi.
Oya pernah baca di salah satu tulisan KEB (Kumpulan Emak Emak Blogger) gitu, katanya kenapa kita ngeblog, antara lain adalah karena kita menjadi salah satu penyedia konten positif di internet... Amiiiin.. moga moga tulisan tulisanku bener bener berdampak positif ya..
Langganan:
Postingan (Atom)
