Enggak usah jauh jauh, di kelurahanku saja dari tujuh RW yang ada, setidaknya di setiap RW ada satu komplek baru. Di RW 01 satu lokasi, 02 satu lokasi, RW 3 satu lokasi, RW 4 satu lokasi, RW 5 (RW-ku) dua lokasi, RW 6 satu lokasi dan RW 7 satu lokasi. Masya Allah. Pantesan aja ya.. jalan depan rumah makin macet aja.
Bersyukur aku, di depan rumahku masih tersisa sawah yang lumayan luas. Aku menyaksikan proses mulai dari mencangkul, membajak sawah, menebar benih, menanam bibit sampai panen. Dari proses itu yang berlangsung kurang lebih 3.5 bulan yang paling berkesan adalah saat menunggu panen tiba, yaitu ketika padi sudah mulai menguning.
Untuk mengusir hama padi berupa burung pipit, petani membuat orang orangan sawah, atau dalam bahasa Sunda disebut bebegig. Dalam bahasa Jawa disebut memedi sawah (hantu sawah) :)
Nah, untuk musim panen kali ini, entah kenapa pemilik sawah itu membuat bebegig yang lain dari biasanya.
Yaitu ada kepala bonekanya yang dilengkapi dengan kumis dan alis yang sangar, sampai sampai si F5 pertama kali melihat lari ketakutan nabrak kusen pintu dan benjol di pelipisnya. :D *lupamotonya
Mau lihat wajah-wajah 'hantu' itu ?
![]() |
| bebegig sawah dari kejauhan |
![]() |
| si wajah hantu |
![]() |
| dua penjaga sawah yang siap bertugas mengusir burung burung |
![]() |
| burung burung pipit, terbanglah menjauuuh.... :) |
![]() |
| padi yang mulai menguning |
| padi setelah dimakan pipit |
Dan yang lebih menyedihkan lagi, sejak sawah mulai berubah rumah, hama pipit ini semakin banyak. Mungkin mereka kehilangan sumber makannya ya...
Semoga keberkahan senantiasa Allah limpahkan pada pak tani. Atas kerja keras dan usahanya menyediakan beras buat kitaaaa... Amiiiin






