Sabtu, 16 Februari 2013

Bebegig Sawah : Kerajinan Rakyat yang Hampir Punah

Mencari sawah di pinggir kota Bandung saat ini, bukanlah hal yang mudah. Semakin banyak sawah sawah yang sudah berubah menjadi pemukiman.
Enggak usah jauh jauh, di kelurahanku saja dari tujuh RW yang ada, setidaknya di setiap RW ada satu komplek baru. Di RW  01 satu lokasi, 02 satu lokasi, RW 3 satu lokasi, RW 4 satu lokasi, RW 5 (RW-ku)  dua lokasi, RW 6 satu lokasi dan RW 7 satu lokasi. Masya Allah. Pantesan aja ya.. jalan depan rumah makin macet aja.

Bersyukur aku, di depan rumahku masih tersisa  sawah yang lumayan luas. Aku menyaksikan proses mulai dari mencangkul, membajak sawah, menebar benih, menanam bibit sampai panen. Dari proses itu yang berlangsung kurang lebih 3.5 bulan yang paling berkesan adalah saat menunggu panen tiba, yaitu ketika padi sudah mulai menguning.
Untuk mengusir hama padi berupa burung pipit, petani membuat orang orangan sawah, atau dalam bahasa Sunda disebut bebegig. Dalam bahasa Jawa disebut memedi sawah (hantu sawah) :)
Nah, untuk musim panen kali ini, entah kenapa pemilik sawah itu membuat bebegig yang lain dari biasanya.
Yaitu ada kepala bonekanya yang dilengkapi dengan kumis dan alis yang sangar, sampai sampai si F5 pertama kali melihat lari ketakutan nabrak kusen pintu dan benjol di pelipisnya. :D *lupamotonya

Mau lihat wajah-wajah 'hantu' itu ?

bebegig sawah dari kejauhan
si wajah hantu

dua penjaga sawah yang siap bertugas mengusir burung burung


burung burung pipit, terbanglah menjauuuh.... :)

padi yang mulai menguning

padi setelah dimakan pipit
Coba manteman bandingkan dua gambar terakhir, padi yang utuh dan padi yang sudah dimakan pipit. Udah nggak ada bulir bulirnya. Pantesan pak tani semangat sekali, masih remang remang juga sudah berjaga mengusir pipit.
Dan yang lebih menyedihkan lagi, sejak sawah mulai berubah rumah, hama pipit ini semakin banyak. Mungkin mereka kehilangan sumber makannya ya... 

Semoga keberkahan senantiasa Allah limpahkan pada pak tani. Atas kerja keras dan usahanya menyediakan beras buat kitaaaa... Amiiiin
 


Jumat, 08 Februari 2013

Highlight of the Day*

Highlight of the Day mak Sondang yang bikin mupeng. Ternyata aku punya juga hehe


Ini kemaren waktu aku mau ijin pulang cepat krn mau melayat, eh, tiba tiba abi sms.
Awalnya kirain si Abi ini mau ikutan membolos, padahal si doi kan udah presensi sidik jari juga sekarang.
Lagipula kadang si Abi suka mendadak 'ikut ikutan' membolos hahaha kayak pas aku cuti kemaren.
Daaaannn.. ternyata sesampai di rumah, istirahat bentar, dia balik kantor lagi.

ini kabar dari anakku barusan hehe
Dia kan katanya peringkat pertama di kelas, meski tidak ditulis. Tapi wali kelasnya ngasih tau. *samaajaboong.

Kamis, 07 Februari 2013

Sebaik-baik Nasehat adalah Kematian

Aku pernah punya teman yang menurutku subhanallah sekali. Hafalannya banyak, tilawahnya juga banyak. Minimal yang beliau laporkan ke ustazah adalah 2 juz per hari, atau 14 juz dalam sepekan. Atau bisa dikatakan dia khatam Al Qur'an sebulan 2x (subhanallah...).
Tutur katanya lembut , kalau bicara runut. Beliau ini sebenarnya ustadzah juga. Binaan pengajian beliau waktu itu adalah mahasiswi-mahasiswi ITB. Meskipun demikian, beliau tetap mengaji dan sangat menghormati ustadzah kami.

Pada suatu hari aku minta nasihat sama beliau. Katakan namanya Mbak Siti.
"Mbak, kasih aku nasihat dong. Biar bisa shalihah seperti Mbak Siti"
"Sebaik baik nasehat adalah kematian" jawab beliau menyitir salah satu hadits.  Aku sempat shock *lebay dengan kata kata mbak Siti. Dan akupun langsung terdiam. Memikirkan apa makna di balik kalimat pendek beliau tersebut. Karena mbak Siti enggak bersedia menjelaskan. Ya jadinya aku berusaha mencari hikmah di balik nasehat itu.

Setelah aku renungkan, memang benar sebaik baik nasehat itu kematian. Setidaknya ada beberapa hikmah yang dapat diambil. Orang yang senantiasa memikirkan kematian maka :
1. akan memanfaatkan waktu sebaik baiknya
kenapa ? karena hidup di dunia ini sangat sangat terbatas waktunya. Setiap hari berganti maka semakin sedikit waktu yang kita punyai. Bahkan orang bijak mengatakan, waktu adalah hidup itu sendiri. Kalau nggak ma(mp)u memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, siap siap aja menyesal dalam kehidupannya

2. akan selalu menyegerakan kebaikan
karena ajal itu sifatnya rahasia. Padahal dia akan menghampiri siapa saja. Jangan sampai belum berbuat baik eh, keburu dipanggil sama Yang Maha Kuasa. Pernah dengar nasehat seorang ustadz tentang rahasia ajal ini ternyata adalah nikmat dari Allah. Coba, kalau orang tahu kapan akhir hidupnya, macam orang yang bakal dihukum tembak mati, pastilah dia enggak enak makan, enggak enak tidur, maunya ibadah melulu.
'Beribadahlah engkau seolah olah engkau akan mati besok pagi'

3. tidak akan menghalalkan segala cara
orang orang yang beriman, tentu mempercayai bahwa ada kehidupan setelah kematian. Di mana kita semua akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita. mulut terkunci, kaki dan tangan akan bersaksi. Orang orang yang menghalalkan segala cara, tentu melupakan semua ini. Nah mereka yang mengingat mati, akan menjadikan hal ini semacam rambu rambu bagi segala amal perbuatannya. 

4. tidak akan mencintai dunia secara berlebihan
dunia ini fana. kita tinggal hanya sementara. yang abadi adalah akhirat nanti. Jadi dia tidak akan mencintai yang fana dan melupakan yang abadi. Semua yang kita 'miliki' di dunia ini hanyalah pinjaman dari Yang Maha Memiliki. Dia Maha Kuasa untuk mengambil kapanpun dia sukai. Wajar jika salah seorang sahabat Nabi SAW berpesan "letakkan dunia di tanganmu, jangan di hatimu".  

5. akan mempersiapkan bekal untuk mati
Allah berfirman : berbekallah, sesungguhnya sebaik baik bekal adalah takwa. (QS 2;197)

Itulah menurutku nasehat yang dapat diambil dari 'kematian'. Tentu teman teman juga dapat mengambil hikmahnya selain itu. Ayo dong bagi bagi di sini...

"Posting ini diikutsertakan pada Give Away Perdana Dellafirayama, 
seorang ibu labil yang tidak suka warna hijau dan hitam"