Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Selasa, 29 Juli 2014
Sabtu, 26 Juli 2014
Mengais Sisa Ramadhan
Tertatih aku mengejar bulan
Mengais sisa - sisa Romadhon
Terjatuh.. terpuruk dikeheningan
Ramadhanku telah pergi
Syawal tlah menjelang
Tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
Amal ibadah bagi insan beriman
Duhai sahabat pilihan Alloh
Di sini, dipertigapuluh terakhir
Kita bertemu dalam renungan
Satu jiwa satu hati dan satu iman
Tuhan
kekalkanlah tali ini
Rekatkan dalam dzikir padaMu
Biarkan rindu kian bersemayam
Karena kasih dan cintaMu
Duhai sahabat pilihan Alloh
Dihari ke tujuh ba'da Romadhon
Hati masih sedih ditinggalkan
Seluruh jiwa terasa sakit
Tiada kawan penghibur
Kecuali Alloh semata
Hanya satu tumpuhan harapan
Jumpa Romadhon dengan izin Tuhan
Madrasah perjuangan dan kesabaran
Menuju Ar-royan yang dijanjikan
*dari Nasyid Suara Persaudaraan berjudul Elegi untuk AA.
Jumat, 25 Juli 2014
#1Hari1Masjid: Masjid Lautze 2, Bandung
Teman - teman, maaf ya.. selama Ramadhan ini aku jarang posting. Nanti lah kisah lengkapnya insya ALlah aku ceritain...
Sekarang karena copas, jadi cepet nih... bikin postingan.
Ceritanya ikut acaranya Prima, #1hari1masjid seperti yang kupasang bannernya di side bar.
Alhamdulillah, atas kebaikan Prima jualah, kirimanku bisa dimuat di blognya. Makasih, Prima...
Makasih atas ide ide cemerlangnya. Boleh ya... ke depan aku pakai hesteknya buat postinganku tentang masjid. Seperti juga kupakai hestek #1hari1ayat milikmu...
![]() |
| Papan penunjuk nama |
![]() | |
| Bagian depan masjid Lautze 2 dari arah patung bola |
![]() |
| bagian dalam masjid, dengan dekorasi dan karpet yang dominan warna merah |
Masjid Lautze-2 terletak di jalan Tamblong nomor 27 Bandung, lebih tepatnya berada di pertemuan empat jalan yaitu jalan Lembong-jalan Sumatera-Jalan Veteran-dan jalan Tamblong; persis di seberang RS Bungsu. Menempati ruko sewaan berukuran 6x7m. Tidak terlalu besar untuk ukuran sebuah masjid. Tapi karena di sekitar lokasi tersebut hanya ada satu masjid ini, maka tiap tiba waktu shalat Jum’at, jamaah pun rela shalat di luar masjid/di trotoar.
Dari sisi arsitektur, masjid ini sepertinya sengaja didekorasi dengan dominasi warna merah. Mulai dari pintu depan, ada sebuah ragam hias dengan dominasi merah dan kuning. Kemudian pintu utamanya juga merah. Demikian pula dengan warna dinding di dalam masjid. Dekorasi ini bertujuan agar warga muslim Tionghoa yang baru memeluk Islam merasa ‘home’ saat memasuki masjid ini. Sehingga mereka merasa betah untukberlama-lama di masjid dalam rangka mendalami Islam menuju muslim kaffah.
Mengapa Lautze2?
Itulah pertanyaan saya ketika pertama kali melihat papan nama masjid ini. Ternyata angka Dua adalah untuk membedakan masjid ini dengan Masjid Lautze 1 di Jakarta yang juga berada dibawah manajemen Yayasan Haji Karim Oei.
Menurut penjaga yang sedang membersihkan trotoar di seputar masjid, Masjid Lautze 2 biasanya buka sekitar pukul 9 pagi, sampai ashar atau sampai maghrib. Hal ini untuk menjaga agar jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang memasuki masjid dan mengambil inventaris masjid. Seperti yang teman-teman lihat, bagian luar masjid pun tidak terlewat dari aksi vandalisme. Dipenuhi dengan coretan-coretan yang sungguh merusak pemandangan.


