Minggu, 30 April 2023

Assalamu'alaikum, Dunia...



Hai hai sahabat blogger-ku ... lama sekali kita tidak bersua di sini ya.. ya Allah.. itu kalau ada balita udah sekolah kali yak, kalau punya anak SD udah lulus ujian... dan kalau kerja udah pindah golongan atau malah udah naik jabatan... wkwkwk
Dari postingan terakhir tahun 2016..

Jadi gini ceritanya... Agak sakit sih.. tapi karena aku yakin hari ini udah luka itu udah membaik, jadi aku mau cerita..Kenapa aku berhenti ngeblog... 
Mungkin buat sebagian orang ini alasan sepele.. Nggak papa. Kan kekuatan orang beda-beda ya..
Waktu itu.. suatu siang. Aku dapat kabar kalau rumah kemasukan orang jahat. Laptop Abi, laptop Umi yang sehari-hari dipakai anak-anak, diambil semua. Dan memang cuman dua itulah kali ya,.. barang layak jual yang bisa mereka bawa. Walaupun mereka mengobrak abrik semua lemari pakaian, mengeluarkan semua isinya, membalik melepas sprei, membalik kasur,  nggak ada yang mereka temukan. Sejujurnya di rumah memang nggak ada barang berharga sih, karena kan harta paling berharga tuh keluarga ya.. dan seisi rumah lagi keluar semua. wkwkwk gariing yak..
Tapi .. ya begitulah ceritanya.. aku yang biasanya nulis di malam hari, nggak bisa nulis lagi. 
Bukan kehilangan 'barang'nya yang menyakitkan, tapi kehilangan 'kenangan' yang disimpan di dua laptop itulah yang membuatku berhenti sekian lama.  
Karena foto-foto semua disimpan di laptop, bahkan hasil scan foto jaman muda, menikah, hingga F1 - F4 bayi juga disimpan disana. 
Yah .. tetapi waktu terus berjalan, dan aku percaya .. waktu adalah obat terbaik untuk menyembuhkan luka. Kenangan-kenangan baru juga sudah terukir... mungkin memang kita perlu 'lupa', agar otak sedikit mempunyai jeda. 
Di balik semua itu, pasti ada kehendak Allah yang mengatur semua kejadian ini... kita tinggal mencari hikmahnya.

Daaan.. kini sekian tahun kemudian.. mau update ah .. keadaan bocah-bocah, yang sebagian besar udah nggak bocah lagi. ..udah gadis dan bujang..
F1 : udah kerja sekarang ya.. di Cimahi
F2 : masih nyusun skripsi di Bandung
F3 : udah lulus D3 di Bogor lagi lanjut S1 di Bandung
F4 : masuk semester 2 di Yogya
F5 : Mondok di Jawa Timur

Umi dan Abi semakin tua haha
Di rumah kebanyakan tinggal berdua aja.. kadang F2 dan F3 nggak kemana-mana.. Kadang F1 liburan akhir pekan di rumah. Tapi kalau malam F2 sibuk dan F3 kuliah ya tinggal berdua, kalau orang Jawa bilang thengak thenguk hihi.. kalau anak sekarang bilang gabut.. 

Demikianlah waktu berjalan ya.. kalau di atas aku sebutin waktu akan menyembuhkan, mungkin waktu juga yang akan menuliskan kisah-kisah barunya buat kita.. entah menggembirakan, entah menyedihkan.. semua dari kita harus siap untuk menerima dan menjalaninya...
Pelan-pelan ajaa...








 

Selasa, 26 Januari 2016

Titian Muhibah #1 : Persiapan Perjalanan

Buat sebagian keluarga, liburan bersama sudah seperti menjadi agenda wajib. Sehingga sudah dipersiapkan baik waktu maupun pembiayaannya.
Tapi buat keluargaku, liburan itu seperti sebuah kemewahan yang harus diperjuangkan. Biasanya kami menjadikan mudik sebagai 'liburan'. Ya karena saat itulah anak-anak bisa berkunjung ke kota lain dan bertemu dengan keluarga besar.
Akan tetapi, sejak Eyang Kakung wafat sekitar dua tahun lalu, kami sekeluarga baru sekali mudik ke Lampung yaitu pas pernikahan Echi.

Nah kemarin ceritanya Abi mau ngajakin anak-anak berkunjung ke keluarga kakak dan adikku. Meskipun mampir mampir ke beberapa tempat wisata, tapi karena lebih banyak silaturrahimnnya, jadi Abi menyebut perjalanan ini semacam titian muhibah. :)
Selama ini kalau mau mengunjungi saudara saudaraku secara teknis agak susah, karena saudara-saudaraku ada 6 orang yang tinggalnya di 6 kota 5 provinsi. Nah kebetulan tahun lalu adikku yang sebelumnya ikut suami tugas ke Sumatera, pindah ke Purworejo di Jawa Tengah. Sehingga kalau kami ke Jawa Tengah, dapat menemui beberapa keluarga. Yaitu keluarga kakak pertama di Cilacap, keluarga adikku di Purworejo dan adik satu lagi di Temanggung. Udah gitu kami rencana akan diantar kakakku yang ketiga. Jadi minimal ini ketemu lah ya...lima orang. Yang dua lagi di Jaksel dan Bekasi insya Allah kapan-kapan lagi.

Maka Abi meminta aku merencanakan segala sesuatunya. Awalnya aku bikin rencana destinasi secara sederhana plus dengan akomodasinya. Karena ini perjalanan panjang, maka segala sesuatunya harus disiapkan.
Berikut rencana singkatnya :
Hari 1 ; Perjalanan ke Cilacap dengan KA Ekonomi, malamnya menginap di rumah kakak
Hari 2 : Berkunjung ke tempat wisata di sekitar rumah kakak, lanjut perjalanan ke Purworejo dengan rental mobil, malamnya menginap di rumah adik
Hari 3 : berkunjung ke Saudara-saudara Bapak dan Ibu lanjut ziarah ke makam Bapak dan Ibu malamnya menginap di penginapan di Magelang
Hari 4 : Berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Prambanan, Taman Pintar, malamnya menginap di penginapan di Yogyakarta
Hari 5 : berkunjung ke keraton dan ke Budhe di Yogyakarta, malamnya perjalanan pulang ke Bandung.
Fyuuuuh, ngebayanginnya udah capek duluan. Tapi karena ini adalah perjalanan pertama ke arah Jawa Tengah buat kami sekeluarga, maka semua anggota keluarga pun antusias.

Kurang lebih seminggu sebelum perjalanan aku udah beli tiket KA Bandung-Cilacap (KA Ekonomi, karena cuma sebentar) dan juga tiket KA Yogya-Bandung (pakai kereta bisnis karena perjalanan bakal semaleman) . Aku juga udah mulai mengintip semacam trivago, traveloka, yogyes dsb untuk pemesanan kamar. Tapi karena aku dibuat bingung dengan perbedaan harga mereka dan fasilitas yang ditawarkan, akhirnya aku memilih pemesanan manual lewat telpon langsung ke pihak hotel. Alhamdulillah semua clear ya...

Setelah itu persiapan berlanjut pada perbekalan. Rencana semula, semua anak bertanggung jawab atas backpacker masing-masing, cuma punya Faiz dan Teteh yang akan digabung di tas Abi. Tapi mengingat bawaan cukup banyak (5 hari-5 kota, gak sempat nyuci laaah....) akhirnya Abi mengeluarkan travel bag simpanan untuk pakaian para cewek.

Ini tas perbekalan para cewek. Yang hijau buat Teteh sama Ayuk, yang batik buat Ummi dan Mbak

Kami berangkat Kamis pagi pukul 05.20 dari stasiun Kiara Condong. Terima kasih buat aplikasi Mybluebird yang sudah 'memastikan' bahwa taksi bakalan datang. Maklumlah, tinggal di Bandung coret ya begini ini, taksi jarang ada yang mau njemput ke arah sini. Tapi alhamdulillah, sejak aku pakai aplikasi My Bluebird, taksi biru ini selalu datang. 
Kemarin kami pesan yang MPV, ceritanya mau nyobain Honda Mobilio sekeluarga gituu.... tapi kemudian ditelpon sama CS Bluebird, katanya  armadanya nggak ada, jadi kami minta dikirim dua taksi sebagai gantinya.
Syukurlah kereta nggak penuh semua, jadi duduknya santai, bisa pindah kanan kiri memilih jendela yang menyuguhkan pemandangan lebih indah

Pemandangan matahari terbit di sekitar Garut
 Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam, pada pukul 11 siang kami tiba di stasiun tujuan, yaitu Stasiun Maos. Di Maos inilah aku menempuh pendidikanku semasa SMP. Duuuh.. udah lama banget. Ada kali 20 tahun aku nggak ke Maos ini. Rasanya nyesek dan terharu akhirnya aku bisa sampai sini lagi. Ada perasaan semacam dejavu gitu, karena SMP-ku ini dekat sekali dengan stasiun.
Tapi ternyata pas aku menyusuri sepanjang jalan kenangan (hihi), SMP-ku udah berubah. Yang tadinya menghadap jalan stasiun berubah jadi menghadap jalan baru. Nggak ada bekas sama sekali. Yaah... sayang sekali ya... Padahal pas aku kelas dua, setiap ada kereta lewat, pasti kelihatan dari jendela karena antara rel dan kelasku cuma berbatas jalan.


Aku dan Faiz di Stasiun Maos
Sayang sekali perjalanan dari Maos menuju kampungku di Desa Adiraja Kec. Adipala (kecamatan sebelah), ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Kupikir sekian puluh tahun akan memberikan kemajuan di angkutan massal. ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Angkutan pedesaan berupa bis kecil dari Maos ke Adipala sudah jarang, bahkan angkutan kota dari Adipala ke Adiraja sudah punah, alias nggak ada lagi. Kata kakakku, ini terjadi karena orang lebih suka naik motor. Apalagi sekarang kredit motor sudah dapat dilakukan dengan persyaratan yang cukup mudah.
Alhamdulillah kami bertujuh ketemu bis kecil yang kosong, aku meminta sopir mengantarkan kami langsung sampai desaku (jaraknya cuma sekitar 2 km laah, dari Adipala). Alhamdulillah pak sopirnya bersedia, dan harganya pun tidak terlalu mahal. Kamipun sampai di rumah kakak dengan selamat dan penuh kemudahan.

Rabu, 23 Desember 2015

Mudahnya Pesan Taksi dengan Aplikasi My Blue Bird

Alhamdulillah , pekan lalu aku mendapat kesempatan untuk menghadiri acara Launching Aplikasi My Blue Bird untuk area Metro Bandung Raya. Acara ini dilangsungkan di Saka Bistro and Bar, Jl. Karangsari no. 2 Bandung.
Mungkin ada yang belum tahu, apa sih aplikasi My Blue Bird ini ? Apakah ada hubungannya dengan taksi Blue Bird ? Benar sekali, teman-teman.
Aplikasi My Blue Bird adalah sebuah inovasi dari PT Blue Bird Tbk agar  masyarakat wilayah Bandung Raya semakin mudah untuk  mendapatkan layanan taksi Blue Bird. Sesuai motto-nya yaitu ANDAL (Aman, Nyaman, Mudah, dan Personalise), Blue Bird selalu menciptakan berbagai inovasi dalam hal pelayanan kepada pelanggan. Sejak tahun 70-an Blue Bird sudah menerima pesanan / reservasi melalui telepon. Kemudian meningkat menjadi call center dan radio calling. Blue Bird juga yang pertama kali menerapkan teknologi GPS. Tahun 2000an ketika  telepon genggam mulai menjamur, Blue Bird menerima reservasi melalui SMS. Dilanjutkan dengan Taxi Mobile Reservation pada tahun 2011 yang saat iti masih terbatas pada blackberry dan IOS. Barulah tahun tahun terakhir ini Blue Bird meluncurkan aplikasi My Blue Bird dengan berbasis android.
Selain dalam hal teknologi reservasi, Blue Bird juga mempunyai inovasi dalam jenis jenis kendaraan, untuk taksi kini telah tersedia jenis sedan dan  MPV, ada jenis limusin yang kita kenal dengan nama Silver Bird dan ada bus yang dikenal juga dengan Big Bird. Selain itu Blue Bird juga punya layanan kendaraan khusus untuk para disable yang disebut dengan taksi Lifecare.

Acara launching aplikasi ini dilakukan langsung oleh Bapak Sigit P. Djokosoetono, Direktur  PT Bluebird.  Melalui aplikasi My Blue Bird, calon penumpang dapat mengetahui di mana posisi taksi yang dipesan, dapat menghubungi pengemudi, sekaligus dapat mengetahui estimasi biaya dari lokasi penjemputan sampai tempat tujuan, berapa no taksinya sekaligus identitas pengemudinya. Selain itu, setelah kita berada dalam taksi, kita bisa share info kepada keluarga atau teman, di mana posisi taksi kita. Asyik kaan...
Hadir juga dalam acara ini pejabat dari Dinas Perhubungan Kota Bandung Bapak Ricky Gustiadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Dishub sangat mendukung peluncuran aplikasi ini, karena sejalan dengan program Bandung Smart City. Untuk mendukung smart transportation beliau mengharap semua perusahaan transportasi memperbaiki layanan terhadap masyarakat.
Terus bagaimana caranya memakai aplikasi My Blue Bird ini ?
1. Cari aplikasi My Blue Bird di appstore, unduh dan pasang.
2. Setelah itu kita registrasi, langkah pertama adalah memilih kota, karena Bandung adalah kota keenam dalam hal peluncuran aplikasi ini.
3. Kemudian minta kode verifikasi. Caranya masukkan nomor telepon kita. Nanti kita mendapat sms kode verifikasi
4. Masukkan kode verifikasi, dan klik tombol verifikasi.
5. Mengisi identitas lain.

pencarian aplikasi di appstore dan lembar persetujuan

empat langkah registrasi aplikasi

Bapak Sigit P. Djokosoetono saat peluncuran aplikasi My Blue Bird di Bandung
Selain awak media dan blogger, hadir juga selebriti yaitu Pidi Baiq yang kerap dipanggil Ayah, dan juga Pramudina, seorang anak muda yang lebih dikenal sebagai selebgram dengan akun @prafr. Baik Ayah Pidi Baiq maupun Pramudina mengaku sebagai pelanggan setia taksi Blue Bird. Dan merasa terbantu sekali dengan diluncurkannya aplikasi My Blue Bird ini. Sambil bercanda ayah Pidi Baiq membujuk untuk diijinkan menyetir sendiri taksi blue bird. Pak Sigit membalas agar Ayah Pidi mendaftar dulu sebagai driver dengan menghubungi Bapak Gatot (Kepala Cabang Bandung). Hadirin pun tertawa bersama.

Pidi Baiq dan Pramudina turut hadir
Setelah acara usai, dilakukan percobaan pemakaian aplikasi ini. Pak Sigit menunjukkan langkah-langkah memesan taksi melalui aplikasi. Tak harus lama kami menunggu, taksi yang dipesanpun datang. Penasaran dengan aplikasi ini, sehari setelah peluncuran akupun mencoba melakukan pemesanan taksi dari tempat tinggalku di Bandung Timur. Yang mana selama ini sussaaaah sekali untuk memanggil taksi menjemput ke daerah sana. Untuk jaga jaga, aku melakukan pesanan sekitar jam 12 dan minta dijemput jam 15. Alhamdulillah, taksi yang kupesan datang juga meski sedikit terlambat. Wajarlah.. namanya juga cari alamat.
Kemudian aku mencoba lagi dari Jalan Katamso menuju Hotel Imperium Jl. Dr. Rum, ternyata taksinya lebih cepat datang kalau posisi kita agak di tengah kota.
Aku puas dengan aplikasi ini. Bila teman-teman mau nyoba, aplikasi ini baru dapat digunakan di kota kota sbb. Jakarta, Semarang, Medan, Bali, Surabaya dan Bandung sebagai kota keenam. 
 
Mejeng di tengah acara