Hobi sunmoriku dimulai ketika masa pandemi dan mulai merasa bosan karena tiap hari hanya di rumah dan di rumah saja, Maka ketika F2 mengenalkan aktivitas baru yakni sunmori, ummi dengan semangat 45 gegap gempita menyambutnya. Terutama sejak F5 mulai mondok Mei 2021 dan nggak ada lagi bocil di rumah, praktis setiap libur tiba kesepian datang melanda.
Sunmori pun menjadi kesenangan baru. Bisa jadi sarana cuci mata, sekaligus healing tipis-tipis. Ke mana biasanya sunmori ? Nggak ada ke mana-mana. Sungguh-sungguh cuman random aja. Kadang ke gunung.. menyusuri jalan-jalan di sekitar rumah. Kadang ke kota, merambah daerah-daerah yang nggak pernah dilewati. Tapi ada juga sih yang nggak pernah ketingalan saat sunmori yaitu mampir belanja atau sekedar jajan sarapan.
Kalau F2 sunmori kadang sendiri, kadang juga sama F5 kalau pas di rumah. Sedangkan Ummi, nggak pernah sendiri. Belum sepemberani itu... Pasti ngajak salah satu antara F3, atau F4 atau F5. Cuman kan sekarang F4 dan F5 jarang ada di rumah, jadi ya paling sering sama F3.
Seperti hari Ahad kemaren ... setelah beres kerjaan domestik, aku ajak F3 jalan. Dianya mau, kebetulan lagi nggak ada kegiatan juga. Pas kutanya mau kemana, katanya pengen ke kota aja. Karena udah jam 8 lebih dan matahari mulai beranjak naik, sampai digodain sama Abi, katanya udah nggak morning lagi.. kami berdua hanya tertawa sambil salim pamitan.
Dari rumah aku ambil jalur kiri, menuju jalan Sukarno Hatta. Sejujurnya agak ngeri macet juga, dulu kan sempat ada pasar kaget / pasar minggu di sekitar Metro dan di Samsat. Eh ternyata udah nggak ada dong.. jalanan lancar sampai dekat Metro Indah Mall. Di situ mulai tersendat. Aku pikir macet lampu merah, panjang amaaat. Ternyata lagi ada pawai dari salah satu partai menuju kantor KPUD Kota Bandung, konon tanggal 14 Mei kemarin adalah hari terakhir pendaftaran bakal calon legislatif DPRD Kota Bandung.
Lepas dari lampu merah samsat, perjalanan cukup lancar menuju Buah Batu dan Batununggal. Kami lurus terus. Targetku sampai ujung Sukarno Hatta. Dan untuk pertama kalinya aku melewati jalan layang Kopo. Ternyata jalan layangnya lumayan panjang lho.. Perasaan lebih panjang dari jalan layang Supratman ataupun Gatot Subroto yang dibangun hampir bersamaan dengan ini. Sebentar aku searching dulu ya.. penasaran soalnya ..
- Jalan Layang Jl Jakarta-Supratman ; panjang 0.5 km dan lebar 9 meter.
- Jalan Layang Laswi panjang 0,5 km dan lebar 9 meter.
- Jalan Layang Kopo : panjang 1.3 km dan lebar 18 meter
Fix, ternyata benar ya.. jalan layang Kopo lebih panjang dari jalan layang Jl Jakarta dan Jl Laswi.
Perjalanan dilanjut terus menuju daerah Rajawali. Daaaan... surprise dong aku.. baru ngeuh ternyata setelah melewati bundaran di ujung jalan Sukarno Hatta, terus kita masuk Jl Elang Raya... di sini tuh kita jalan di sisi kanan, bukan di sisi kiri sebagaimana biasanya... Mungkin karena dari Jalan Rajawalinya satu arah ya.. yang dari Cimahi .. terus dari jalan Elang ini, harus belok ke kanan nantinya.. ya itu aja sih pembahasannya..
Dari jalan Elang, terus menyusur jalan Rajawali Timur, lalu lurus menuju Balai Kota. Di sinilah sempat agak ragu, ini kalau aku mau ke Baltos, mendingan belok di Jalan Riau atau terus aja lewat Wastu Kencana.. karena reflek nyetir ke kiri lebih kuat aku memilih menyusur jalan Wastu Kencana, belok ke Pajajaran, lalu ke Jl Cihampelas bawah dan masuk lagi Wastu Kencana. Setelah lewat Hotel California dan Pasar Bunga, belok kiri menuju Tamansari untuk ke Baltos. Kayaknya lebih dekat ke Riau terus Jl Juanda lalu jalan Sulanjana yak.. entahlah.. haha
Di Baltos kami berhenti sejenak. Memang ada yang dicari sih.. F3 lagi cari blazer dan aku butuh rok lipit hitam buat seragam Senin. Syukurlah di Baltos langsung ketemu yang dicari di lantai bawah doang. Karena waktu sudah mendekati jam makan siang, kami memilih pulang. Bukan apa-apa, yang di rumah belum dimasakin







