Sabtu, 24 Februari 2024

Ikut Pound Biar Fit

Sudah setahun ini di sekitarku mulai ramai olah raga pound fit. Aku sendiri tadinya kurang tertarik, karena sekilas olah raga ini kan kardio banget ya.. sementara aku tahun kemaren sudah memasuki usia setengah abad. Apakah ini cocok buatku? Rasanya tidak cukup pede. Pasti untuk ini dibutuhkan nafas yang panjang alias stamina yang cukup. Aku lebih memilih yoga untuk olah raga mingguanku.

Terkadang agak tergoda juga melihat keseruan mereka yang pound. Kalau di wilayah Bandung Timur aku pernah lihat dari story orang-orang, dilakukan di Rumah Makan Ponyo-Cinunuk. Pernah lihat juga di Jatinangor National Flower / Jans Park. Dan melihat wajah-wajah mereka yang ikut pound, kayaknya tuh puas banget. hehe

Mulai Tergoda  Pound

Sekilas yang aku lihat dari teman-teman yang ikut pound, gerakannya tuh mirip banget sama gerakan yoga. Hanya saja dalam versi kardio. Ketika ada sahabat dekat yang kemudian lulus ujian Pro (istilah untuk pelatih Pound yang sudah tersertifikasi), maka perlahan pendapatku tentang pound mulai bergeser. Dan ketika dia buka kelas kecil di rumahnya, yes aku langsung mendaftarkan diri.

Niat awal woman support woman aja sih.. eh ternyata cocoklah, dalam artian masih dalam batas toleransi. Jadi, sebelum latihan dimulai, dijelaskan dulu beberapa hal seperti, cara memegang ripstik, posisi berdiri, posisi kaki, posisi duduk, posisi berbaring (khusus untuk pound dalam ruangan), cara menggerakkan stik, dsb Pro berpesan, ukur kekuatan diri sendiri aja. Mau squat sedalam apa, ukur kekuatan kaki kita. Cukup okelah kalau gitu..

Durasi dan Ketukan 

Untuk satu sesi latihan, setelah pemanasan, durasi rata-rata adalah 45 menit atau setara dengan sepuluh lagu. Tiga lagu di awal adalah masih pemanasan, katanya. Tapi meski dengan beat yang tidak terlalu cepat, inipun sudah menguras keringat.Bagiku sendiri semua menguras keringat, hehe

Ada tiga ketukan yang diajarkan : yaitu single/satu ketukan, double (dua - dua ketukan) dan speed it up. itu adalah kode mempercepat gerakan baik dalam posisi single maupun double kalau dengar Pro meneriakkan speed it up, berarti harus hah heh hoh  (LoL).

Yang dirasa sepulang latihan

Apa yang paling berkesan dari latihan pound? Paha yang ngilu karena latihan squat. Itu aja sih buat aku mah. Karena aku latihannya mungkin belum mengerahkan segala daya upaya alias santuy.

Minum yang cukup, karena sesi latihan pound ini bener-bener menguras keringat dan bikin haus.

Ganti baju is the must. Karena baju yang dipakai latihan udah basah kuyup kena keringat sampai ke dalam-dalam ke underwearnya. Jadi kalau setelah pound ada kegiatan lain, atau musti jalan nyetir motor, mending ganti baju dulu biar nggak masuk angin

Apakah mau balik lagi?

Kayaknya sih.. soalnya mood banget tuh ketemu ibu-ibu yang semangat olah raga. Terus aku juga lagi punya keluhan paha yang tabrakan saking kelebihan lemaknya sepertinya gerakan pound dapat menjadi solusi. Semoga istiqomah ..

 


Rabu, 21 Februari 2024

25 Tahun Membangun Tradisi Keluarga

Setiap keluarga memiliki sebuah kebiasaannya masing-masing. Ini terbentuk seiring perjalanan waktu dan bersama dengan peristiwa-peristiwa yang dihadapi oleh keluarga tersebut.


Seseorang yang berada di suatu keluarga,  tidak dapat menyalahkan keluarga lainnya jika memiliki kebiasaan yang berbeda.


Kebiasaan yang dilangsungkan secara terus menerus tiap hari atau tiap pekan, akan cenderung menjadi rutinitas. Sedangkan tradisi adalah peristiwa yang meninggalkan kesan mendalam buat anak-anak, utamanya anak kita sendiri. Misalnya moment ulang tahun, prestasi, pertemuan setelah sebelumnya berpisah, dsb. Memori tersebut akan tersimpan di benak anak-anak kita. Dan harapannya tentu saja akan menjadi kenangan indah buat mereka tentang keluarga dan orang tuanya.


Ada beberapa tradisi keluarga yang telah berlangsung selama 26 tahun usia pernikahan, yaitu :


1. Semua Bayi Dimandikan oleh Abi 


Weiss.. ini dibuat secara kronologis ya.. Jadi gini, ketika anak pertama lahir dan aku masih di ruang pemulihan, bidan yang membantu persalinan selalu memanggil pak suami ketika tiba waktunya memandikan bayi. Memang waktu itu judulnya 'belajar' ya.. Karena aku masih lemah, maka suami yang diajarin oleh bidan. Bersyukur sekali, praktek dari belajar itu ternyata terus menerus hingga anak ke-5 lahir.


Abi full memandikan sendiri bayi hingga usia bayi mencapai satu bulanan. Aku bantu menyiapkan air, handuk dan baju ganti. Usai mandi, baru aku yang memakaikan baju dan segala pernak-pernik. Setelah satu bulan, nyeri jahitan sudah mereda, bisa jongkok berdiri dengan leluasa baru aku belajar memandikan. 


2. Membacakan buku cerita


Sejak anak anak kecil, memang sudah mulai dibacakan buku. Bahkan dari mereka belum bisa apa-apa, baru dapat mendengar saja. Alhamdulillah tradisi ini berjalan dari anak pertama hingga ke lima.


3. Membelikan buku sebagai hadiah ulang tahun


Karena budget buku yang terbatas, jadi kami menggabungkan beberapa reward dalam satu kategori hadiah. Ya buku ini yang akan menjadi kado ulang tahun atau prestasi lain.


Teknisnya adalah, anak yang ulang tahun , diajak naik motor ke toko buku tersebut. Di sana mereka dipersilakan membeli buku mana aja asalkan sesuai kategori umur dan sesuai budget yang ada.


4. Pesta Ulang Tahun hingga anak usia ke -12

Kenapa 12? Tentunya kami memiliki pertimbangan tersendiri untuk menentukan ini. Ketika F1-F5 masih usia Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, tidak jarang mendapat bagian kue ulang tahun dari temannya. Oleh karena itu dengan semangat berbagi kembali, maka gantian F1-F5 yang membuat karakter dirinya.


5. Foto Keluarga di Hari Raya Idul Fitri

Sejak anak-anak berpencaran menuntut ilmu, praktis kami jarang sekali bertemu dengan anak-anak. Setiap Idul Fitri tiba, akan menjadi momentum kumpul keluarga. Maka sudah beberapat tahun ini foto keluarga versi hemat pisan.


6. Makan bersama full team.

Setelah dipisahkan oleh banyak peristiwa dan juga waktu, maka momentum ngumpul bareng ini menjadi sangat istimewa. Iya ngak ? Ataupun ada salah satu yang berprestasi.


Nah itu beberapa tradisi keluarga yang berjalan selama ini. Mungkin nggak ada teorinya, tapi semua hal di atas telah kami lakukan sejak lama. Gimana di keluargamu?

Rabu, 14 Februari 2024

3 Rekomendasi Gudeg di Wilayah Arcamanik

 Bagi penggemar gudeg, tentunya satu warung dengan warung lainnya memiliki kekhasan tersendiri. Ini menimbulkan rasa ingin mencicipi makanan di berbagai warung tadi. Lain koki lain masakan, mungkin itu padanan yang pas. Meski sama-sama gudeg, masing-masing memiliki kekhususan


1. Gudeg 288

Lokasinya di Jl AH Nasution, di halaman minimarket 288 kel. Cisaranten Bina Harapan, Kec Arcamanik.  

Warung ini sudah ada di sini mungkin sejak 90an. Tokonya sudah berkembang sangat pesat. Yang tadinya hanya berupa gerobak saja, kini sudah menjadi toko/warung yang lebih permanen.

Yang paling aku suka dari warung ini adalah menu gudegnya tentu saja, sama perpaduan sayur tahu putih dan  telur pindang. Selain itu mendoan di sini juga enak. 

Bisa dipesan melalui aplikasi ojek daring, bisa juga dine in di warungnya. 


2. Gudeg Ceker Seturan SR

Alamatnya adalah di Jalan Arcamanik no. 93C, Cisaranten Endah, Arcamanik Bandung.  

Kalau yang udah sering makan gudeg di Yogya, apalagi gudeg Seturan, ke sini tuh asli ngobatin banget kerinduan makanan Yogya.

Penataan masakannya persis banget kayak lagi makan di Yogya. Gudeg keringnya, krecek, ayamnya juga ayam kampung, dan sesuai namanya.. gudeg cekernya sungguh menggoda.

Udah gitu didukung suasana di tempat makannya juga, meja kursi dari kayu dengan suasana jadul. Di salah satu sisi dindingnya terpampang foto ownernya yang cantik dengan riasan sanggul ala Jawa. Jadi ceritanya dulu memang bisnis gudeg ini di Yogya, terus karena sesuatu dan lain hal, pulang ke Bandung. Akhirnya buka di Bandung deh.

Oh iya, di lokasi ini juga ada bakmi jawa, terus ada es kuwut yang rasanya seger banget.


3. Gudeg Jogja Monggo Mampir Mas Alan

Alamatnya di jalan Sukarno Hatta / by pass no. 763, Cisaranten Endah, Arcamanik . Nyarinya juga gampang. Patokannya kalau dari arah Kiara Condong menuju Cibiru, di sisi kiri jalan setelah jembatan kali Lio, sebelum Kantor Pelayanan BPKB Polda Jabar. Ada spanduk besar sebagai penunjuk arah.

Makanan di sini enak-enak. Sayur tahunya lekoh banget kuahnya. Harga juga sangat terjangkau. 

Mulai buka jam 7 pagi, tutup sehabisnya, katanya..

Kalau mau makan di sini, tempatnya juga lumayan luas. Sedangkan parkir, kalau motor leluasalah, nah kalau mobil mungkin agak repot. Sepertinya bisa masuk ke halaman bengkel yang lokasinya di situ juga.


Nah teman teman, itu ya.. rekomendasi gudeg di wilayah arcamanik yang sudah pernah aku coba. Mungkin masih ada lagi, kalian bisa menambahkan di komentar ya..