Perkenalan
- Mak Linda panggilan Mak Ling, tinggal di Cijerah Cimahi (Pharmindo)
- teh Mehta tinggal di Cisangkan Cimahi
- teh Alvi tinggal di Sumbersari
- teh Elsa tinggal di Tani Mulya, Ngamprah
- teh Rizka tinggal di Cimahi
- Aku, di Ujungberung.

Sharing Zerowaste Journey
Perjalanan mengikuti kelas Belajar Zerowaste mengantarkan aku pada lingkaran pertemanan baru. Apa pasal? Bila tugas-tugas sebelumnya lebih ke tugas inidividu, di tugas ke-11 ini kami diminta merancang sebuah acara yang minim sampah. Tentunya ini tidak dapat dilakukan sendirian.
Akupun mulai berpikir dan menimbang-nimbang, ke mana gerangan aku akan melabuhkan harapan, eh salah maksudnya akan membuat acara ini. Awalnya kepikiran mau sosialisasi tentang gaya hidup minim sampah kepada komunitas ibu-ibu pengajian. Bisalah kali diatur di salah satu sesi ada aku yang bicara.
Belum sempat aku bikin woro-woro di grup kajian, eh ada ajakan dari teh Elsa untuk bergabung membuat event di Bandung. Tentu aku menyambut gembira penawaran tersebut. Ya hitung-hitung sebagai pemanasan, bagaimana nanti mengelola pertemuan dengan orang-orang baru di dunia zerowaste, maka sekarang belajar dulu dengan orang-orang zerowaste. sekaligus praktek ilmu ya..
Ketika aku dimasukkan ke dalam grup whats app, di sana telah ada 10 orang anggota. Yaitu : teh Alvi, teh Elsa sebagai inovator acara, teh Hesti, teh Rizka, teh Linda aka Makling, teh Putri, teh Aghnia, teh Najla, teh Mehta, teh Yuli dan Teh Ulva. Mereka rumahnya jauh jauh lho, beberapa dari Cimahi, ada yang dari Bojongsoang juga, bahkan teh Ulva dari Subang.
Dari obrolan di grup, sudah disepakati bahwa acara akan diselenggarakan pada tanggal 29 September 2024 hari Ahad di taman Ganesha Bandung. Target peserta adalah anggota kelas B yang tinggal di Bandung Raya. Rancangan acara nanti adalah kopdar, tukar barang, dan botram. Aku manut untuk pemilihan waktunya. Karena ngejar jam tayang tugas juga, nanti tanggal 6 Oktober.
Secara garis besar aku setuju dengan konsep acaranya, aku juga mengusulkan agar ada sesi berkenalan terlebih dahulu, karena kita semua belum ada yang saling kenal maupun saling bertemu sebelumnya. Jadi memang murni baru berinteraksi dalam kelas saja alias secara online melalui percakapan WhatsApp. Itupun jarang yang tek tokan saling menjawab. Lebih sering tanya jawab dengan teteh-teteh Fasil.
Kemudian aku juga menanyakan tentang konsep botram nya bagaimana. Apakah setiap orang membawa bekal masing-masing atau setiap orang membawa menu yang berbeda untuk semua peserta. Jawaban dari teh Elsa adalah kita bawa bekal masing-masing kemudian dipersilakan bila akan ada yang membawa hidangan untuk semuanya. Oke fiks ya..
Mengingat akan ada anak-anak, maka ada yang mengusulkan untuk membuat sesi games untuk anak. Namun setelah di data, dari 12 peserta BZW yang akan hadir, anak-anak baru berjumlah 5 anak usia 3 tahun ke atas, dan 3 anak usia tiga tahun ke bawah. Untuk games anak belum disepakati. Belum disepakati juga nanti yang pegang anak siapa selagi sharing berlangsung.
Lalu sesi berkenalannya bagaimana secara detail? Kalau usulan dari teh Linda awalnya kenalan dulu singkat, nama asal dan aktivitas. Baru setelah kenalan, nanti ada sharing perjalanan kita dengan BZW/ gaya hidup minim sampah. Mungkin sejak kapan, dengan siapa, bagaimana… nanti kalau di lokasi dapat ditanyakan langsung baik oleh peserta lain maupun oleh moderator.
Untuk dokumentasi acara tadi telah disepakati bahwa semua dokumen dalam bentuk digital. nanti yang akan menyimpan hasil foto-foto dari semua peserta adalah teh Aghnia. Beliau yang akan membuat drive untuk mengunggah. Semua peserta sepakat soal ini.. Karena meskipun sumber datanya sama tetap nantinya ada beda penyajian satu persatu.
Diskusi pun menjadi alot ketika telah membahas tentang sesi clean up atau bebersih taman. Sebagian peserta menanyakan tentang waktunya apakah masih tersedia karena target waktu pertemuan hanya dua jam. Kemudian pertimbangan lain adalah bagaimana nasib sampah yang telah kita kumpulkan. Apakah akan dibawa oleh salah seorang peserta kopdar atau bagaimana. Hingga jelang rapat onlilne berakhir diskusi ini belum ada solusi. Akhirnya mengingat waktu yang cukup pendek, peserta rapat sepakat bahwa acara clean up untuk sekarang belum dulu. Pertemuan ini fokus pada kondisi kita, masih banyak yang belum saling kenal.
Ada satu lagi sebenarnya acara ruang berbagi. Yaitu barter atau bertukar barang hasil declutering. Sebenarnya semua sepakat ada sesi ini. Tapi hingga H-1 nggak ada yang mengunggah barang dan nggak ada juga yang mau / butuh barang. Aku bilang ada dua kaos baru warna merah dan kuning, gak ada yang bersedia adopsi juga jadi ya .. ruang berbaginya berlalu begitu saja.
Penasaran banget kan ya.. sama jalannya acara nanti gimana..
Hai hai teman-teman kali ini aku akan cerita lagi soal Kelas Berbenah Sadis yang aku ikutin di bulan Agustus ini. Yaitu Kelas Berbenah Otak. Kenapa sih aku memilih kelas ini? karena aku sudah merasakan beberapa tanda dari hal hal berikut :
Ya memang usia udah setengah abad sih ya.. sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. Makanya.. pengen dong ya..gimana caranya biar bisa lebih mudah mengingat sesuatu, bisa mengingat nama dan wajah orang dengan mudah, bisa mengingat hal yang baru diucapkan, mengingat tanggal, ataupun plat nomor kendaraan. Dan pastinya, pengen juga dong otak menjadi lebih kreatif.
Nah di kelas ini, ternyata peserta diajak belajar untuk fokus membenahi otak kita. Tapi tenang saja, ini bukan kegiatan cuci otak ya.hehe. Tapi jujur sih, memang di awal kelas kita dapat materi mindset. Tidak ada yang tidak mungkin.. asalkan kita mau..
Rincinya, yang dipelajari di kelas berbenah otak ini adalah :
Di kelas berbenah itu nanti kita ada di dua grup whatsapp. Satu grup materi satunya grup diskusi. Grup diskusi ini akan dibukan di jam - jam tertentu karena aku ikut kelas reguler. Beda dengan yang ikut kelas eklusive ya.. mereka grupnya dibuka 24 jam. Dan di sini juga ada tugas lho. Tugasnya tiap hari hehe.. ada tugas mendengarkan materi,merangkum materi dan juga melakukan kebiasaan baik yang mendukung optimalisasi otak.
Ada tugas yang bikin aku agak kecanduan ya.. yaitu tugas sudoku. Sebenernya kenal game ini sudah beberapa tahun lalu ya dari pak suami. Ada masa suka ada masa bosen. Eh kemarin di kelas berbenah otak malah jadi materi. Mulai dari yang termudah hingga yang (menurutku) sulit yaitu yang 9x9. Masya allah.. tabarakallah. bener bener aku setengah harian ngerjain sudoku itu. Dan.. nggak beres haha. takut banget nggak lulus
Waktu aku ikut kelas ini kemaren, whatsaapku sempat eror dong. Ada satu materi yang aku nggak sempat rangkum karena tiba-tiba reset ke beberapa hari sebelumnya. Mau nangis deh rasanya. Tapi ya sudahlah. Kemudian juga ada satu hari yang aku tiba-tiba ada kesibukan seharian, sehingga nggak ngirim tugas.
Daaan.. sampailah pada hari terakhir kelas, aku malah nggak sempat buka WAG sama sekali. Duh nggak ngerjain tugas lagi. Jadi dari 15 hari durasi belajar, ada 2 hari yang aku bener-bener full nggak kirim tugas. Walhasil di hari pengumuman aku ngumpet. Nggak berani terima kenyataan kalau sampai nggak lulus. Hasilnya? alhamdulillaah... meski nomor sekian dari belakang.. di syukurin aja.