Senin, 25 November 2024

Membuat Watermelon Cake



Hari-hari menjelang F2 wisuda kemarin, aku udah kasak kusuk dengan F1 dan F3

kira-kira perlu pesan apa saja buat memeriahkan hari tersebut. 


Pertama, tentu kami pesan buket bunga. Kalau pas lulus sidang kemarin pesannya buket snack, maka kali ini bener-bener pesan buket bunga dengan hiasan boneka bertoga. Mainstream banget ya… biarlah gapapa. 


Kemudian kita mikirin kira-kira mau beli kue apa. Kayaknya bosen deh, jenis kue kan itu-itu aja. Kemudian aku teringat postingan salah satu selebgram yaitu kue ulang tahun dari buah semangka. Namanya watermelon cake. Waah ide bagus. 


Aku pun mulai mencari info, mengenai cara pembuatan dan tentu juga gambar-gambar yang sudah jadi untuk memancing imaginasi. 
Wah..ternyata watermelon cake  memang sedang menjadi tren saat ini. Wajar sih ya…
Kalau dicermati, ada beberapa hal yang membuat kue ini langsung jadi tren, diantaranya:

  • Unik : di tengah arus sugar rush dan junk food, watermelon cake hadir dengan kesegaran alami. 
  • Sehat: Karena bahan utamanya adalah buah-buahan segar. No olah-olah atau masak-masak. Tentu juga tidak mengandung lemak😃 wajarlah kalau ini dijadikan  pilihan pengganti cake pada umumnya. 
  • Mudah dikreasikan : kita bisa mengkreasikan watermelon cake dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Bisa bulat, bisa persegi. Bisa besar bisa slice. Bisa tinggi bisa juga pendek. Pokoknya suka-suka aja. Setelah itu tinggal menambahkan topping seperti buah-buahan lain sesuai kondisi dan dompet masing-masing.
  • Lebih ramah lingkungan : Karena semua bahan yang diperlukan adalah bahan alami. No kemasan. Ini sejalan dengan tagline kelas belajar zero waste kemarin, yaitu “kurangi kemasan perbanyak kupasan”. Jadi kulit buah dan limbah lain dapat dijadikan kompos di halaman. 


H-1 aku belanja buah di toko buah dekat kantor. Seadanya dalam arti yang sesungguhnya. Yang aku beli semangka, jeruk sunkist, anggur hijau dan nanas. Yang aku pengen beli tapi nggak ada: stroberry dan kiwi. 
Oh iya, kamu juga harus menyiapkan tusuk sate/ tusuk gigi untuk membuat hiasan. Mari kita coba… 


Cara Membuat Watermelon Cake

Untuk membuat kue sendiri  perhatikan langkah langkah sbb:
  • Pilih Semangka: Ini terserah kamu, mau semangka yang bulat atau yang lonjong, tapi harus mateng. Bisa minta tolong penjual untuk bantu memilihkan semangka.  
  • Potong Semangka: memotongnya sesuai rencana kita. Bisa langsung potong bulat/kotak sesuai selera, yang penting usahakan rata.  Letakkan base kue ini di nampan atau di piring lebar. Aku pilih bulat ya.. Walaupun kemaren itu ada yang salah potong malah sisinya lurus. Tapi akhirnya aku jadikan sisi yang lurus sebagai tempat menusukkan hiasan. 
  • Buat garnish : gunakan pisau tajam dan lancip untuk mengukir hiasan-hiasan kue nantinya. 
Buah yang dipakai bisa Stroberi, blueberry, kiwi, anggur, jeruk atau buah-buahan lainnya. Hiasan kue dari nutrijel bisa. Susun sesuai selera. Nah aku juga metik daun anggur di halaman. 


Tips Membuat Watermelon Cake
Setelah pengalaman membuat kue ini untuk pertama kalinya, ada beberapa tips yang bisa aku share

  • Sebisa mungkin, gunakan pisau yang tajam agar potongan semangka terlihat rapi. Selain itu pisaunya harus lurus juga. 
  • Dinginkan semangka sebelum dipotong agar lebih mudah dibentuk. Gunakan cairan lemon agar semangka tidak berubah warna. 
  • Kreasikan watermelon cake sesuai kesukaan kamu. Enaknya sih, hiasan anggur dkk   sudah dipotong-potong dan siap tempelkan. Sehingga pembuatan watermelon cake tidak terlalu lama. 
  • Untuk cake yang tinggi, aku lebih menyarankan dari semangka utuh, daripada yang dua potongan lalu disatukan pakai tusuk sate. 
  • Cuci tangan agar selalu bersih 
Nah demikian pembahasan  kita soal watermelon cake ini. Buat kalian yang mau bikin, bisa dicoba aja ya.. 

Rabu, 30 Oktober 2024

Kelas Belajar Zero Waste


Empat bulan ke belakang aku baru saja mengikuti kelas belajar zerowaste angkatan 14. Kelas yang padat merayap ini memberikan pondasi untuk menjadi seorang praktisi zerowaste. Aku sendiri mengikuti kelas ini bagaikan mendapat rezeki nomplok. Melihat iklannya tanpa sengaja di IGS seorang teman, kemudian aku klik tautan pendaftaran. Pendaftarnya sangat banyak. Langsung terpenuhi dalam waktu 6 jam 55 menit 32 detik (sumber:IG @belajarzerowaste_id)

Beberapa hari kemudian, diumumkanlah siapa siapa yang boleh mengikuti kelas tersebut. Ada sekitar 500 peserta yang mendaftar. Dari jumlah tersebut sekitar 300an orang yang lolos dalam seleksi. alhamdulillah namaku salah satunya.  Saat itulah aku baru tahu kalau banyak sekali yang berminat menjadi calon peserta BZW.  Bismillah aku harus komitmen selama 4 bulan, belajar tiap pekan sekaligus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.


Opening Ceremony kelas dilangsungkan secara daring pada tanggal 29 Juni 2024. Di dalam kelas BZW ini sebenarnya dibagi lagi menjadi 4 tahapan. Di setiap tahapan, akan diseleksi lagi siapa yang lanjut berjalan dan siapa yang tinggal. Tahapan-tahapannya yaitu :

  • Kelas pengantar
  • Kelas bertumbuh
  • Kelas Bergiat
  • Kelas Berdaya


Kelas Pengantar

Pada tahap ini peserta baru diberikan materi teknis. Karena belajarnya daring melalui GCR/Google Class Room. Materinya meliputi :

1. Teknik memakai GCR oleh Kak Nurul Aulia dan kak Kasuma. 

2. Adab menuntut ilmu oleh Meirna F dan Niki Fadjar

3. Berbagi di media sosial oleh Kang Kuswan dan Kak Dhani Andhika. Kala itu kita belajar teknik foto, teknik pengambilan gambar di foto/vieo serta  pengenalan aplikasi capcut secara cepat untuk dibagikan di media sosial.


Kelas Bertumbuh

1. Mindset Belajar Zero Waste oleh  Lenti Nucifera dan kak Ana

2. Evaluasi Konsumsi Keluarga oleh Rachma DO Amelia dan Hena Christina

3. Cegah Sisa Konsumsi oleh Legis Novianty dan Noor Sofiah

4. Pilah Sisa Konsumsi oleh Anisah Helmy dan dIan Pratiwi


Kelas Bergiat

1. Olah sisa konsumsi organik oleh teh Lita Eliana dan Defi Pransiska

2. Olah sisa konsumsi anorganik oleh Kak Yenni Merdeka dan Ida Sani

3. Pengelolaan limbah B3 dan Medis Skala rumah tangga oleh Anisah Nuraini dan Iis Istianah

4. Jejak Karbon, Air dan Listrik oleh Widia Anggia V dan Ilma Amalia


Kelas Berdaya

1. DIY Pembersih Alami oleh Nurza Dwi dan Iah Syariah

2. Ketahanan pangan (berkebun) oleh Aang Hudaya dan Tri Damayanti

3. Mengelola makanan homemade oleh Suciana Widi dan Kartika Eka

4. Zerowaste Event oleh Nurie Lubis dan Dea Fadhilah. Untuk tugas materi ini dapat dibaca lagi Kopdar Kelas B BZW#14 dan Sharing Zerowaste Journey

5. Pelopor dan personal branding oleh Oeliva Iswandi dan Nia Metyana

6. Public Speaking oleh Dhea hajaru dan Tita Dewangga


Demikian 4 tahapan di kelas BZW yang aku rangkum dari akun instagram @Belajarzerowaste_id. 

Bukan hal yang mudah bisa lolos di 4 tahapan. Karena sampai detik ini pun masih terus berjuang menjadi pembelajar dan pelaku gaya hidup minim sampah/zerowaste.

Oh iya semua materi di atas, kalau ada penugasan, sifatnya individal. Dan selama4 bulan itu stamina perlu di jaga terus. Bayangin deh misal hari Senin malam itu materi, selasa pagi jam 7ada kuis, nanti sabtu sudah harus mengumpulkan tugas yang berupa tautan postingan kita di media sosial.


Nah gimana, kamu siap untuk ikut kelas ini?  


Minggu, 27 Oktober 2024

Bakmi Bersahadja 77



Akhir pekan lalu  aku ada kesempatan berkunjung ke Yogya. Orang bilang selalu ada yang baru di Yogya. Mirip-mirip Bandung lah.. jadi memang nggak akan pernah bosen pergi ke Yogya.

Berbekal postingan viral di instagram, dan sudah bingung mau coba apa, dengan sepenuh niat aku putuskan mencoba salah satu wisata kuliner yang direkomendasikan, Bakmi Bersahadja 77. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari penginapanku.

Dengan memesan aplikasi angkutan daring, akupun menuju ke sana. Perjalanan yang berawal dari belakang kampus UGM ke lokasi  ternyata lumayan berliku. Jalannya kecil dan belak belok. 

Sampai di tempat, aku agak kaget juga. Ternyata Bakmi Bersahadja tempatnya benar-benar bersahaja dan berada di tengah pemukiman. Dekorasi didominasi warna putih dan merah, terlihat sekali identitas bahwa ini adalah restoran Chinesse Food. 

Alamat 

Bakmie Bersahadja 77
Jl. Petung No.9a, Papringan, Caturtunggal, Depok, Yogyakarta
Apa saja yang ada di sana?

Menu 

Menu Utamanya adalah bakmi. Adapun variannya ada bermacam-macam:
  • Bakmie polos
  • Bakmie jamur
  • Bakmie ayam cincang
  • Bakmie ayam rebus
  • Bakmie szechuan 
  • Bakmie szechuan pedas manis
  • Bakmie kuah creamy
Dari berbagai varian di atas, harganya juga bervariasi. Yang paling ekonomis tentu saja bakmie polos di angka Rp. 11.000,- sedangkan paling sultan adalah bakmie creamy seharga Rp 25.000.

Oh iya di sini kita diberikan pilihan, mau mie keriting atau mie karet. Mie karet itu mie yang pipih maksudnya. Kalau mie keriting pasti kalian sudah familiar.  Pilihanku jatuh pada  bakmie jamur, yaitu bakmie dengan taburan jamur tiram yang penampakannya sangat menggoda. Konon bumbunya adalah saus tiram dan bawang putih. 

Benar saja, rasanya sangat nagih. Andai perutnya cukup pasti nambah barang setengah porsi.
Kalian sudah mengenal bumbu charsiu? Charsiu adalah resep marinasi/rebus ayam dengan salah satu bumbunya  adalah beras angkak. Semacam diungkep gitu. Jadi setelah ayam dimasak nanti warnanya jadi merah. Nah ayam charsiu ini kita bisa pilih antara digoreng atau dibakar/panggang.

Beda lagi dengan ayam szechuan, meski sama sama merah,  merahnya szechuan berasal dari cabe. Di sini juga banyak rempah yang dipergunakan sebagai bumbu,  seperti .. Cabe kering, cabe giling, jahe, lada hitam, dll

Selain menu utama bakmie, ada juga menu sampingannya yaitu : 
  • Cah pokcoy
  • Bakso goreng
  • Pangsit goreng
  • Swekiau chili oil
  • Swekiau kuah
Di sini aku memilih swiewkiau chilli oil. Rasanya mantap gak bikin nyesel. Sayangnya aku cuman berdua, jadi nggak bisa mencoba aneka hidangan. Perut keburu penuh..Padahal mumpung harganya juga sangat bersahaja.  Hidangan termahal  harganya Rp. 20.000. Sedangkan yang paling murah adalah cah pakcoy seharga Rp. 12.000

Untuk menu minumannya simpel-simpel. Sangat simpel bahkan. Cuman ada teh tawar, teh manis, lemon tea,  dan jeruk manis. Air mineral mah nggak usah dihitung ya. kan menyediakannya juga hampir tanpa effort. Semua dapat dihidangkan dingin/panas. Harga minuman kisaran Rp. 3.500- Rp 8.000 saja.

Suasana

Aku datang dan makan di tempat pada sore hari. Suasana sudah agak adem. Kebetulan resto juga tidak terlalu ramai. 
Catatanku tentang suasana :
Meja kecil-kecil. Hanya muat untuk berduaan. Buat pasangan mungkin asyik, buat rombongan jadi berdesakan
Pemilihan lagu ketika aku di sana kayak kurang pas. Biasanya lagu cafe itu slow dan bikin betah. Di sini agak-agak jedag jedug. jadi bikin agak  gimana ..gitu 
Overall oke lah. 8/10. Cuman kalau ditanya bakal balik lagi nggak, kayaknya enggak deh. Soalnya terlalu sayang untuk melewatkan tempat-tempat baru di Yogya. Kalau makan bakmie doang di Bandung juga bisa. Make sense kaan?