Minggu, 28 September 2025

Lari di Gasibu




Pagi ini aku mengajak anakku untuk olahraga di Gasibu. Tujuanku adalah agar di akhir pekan ini anak-anak tetap beraktivitas dan no mager-mager club. Dari dua anak yang ada di rumah yaitu F3 dan F5, ternyata hanya F3 yang menyambut ajakanku. Jadilah aku berangkat berdua naik motor. Padahal kalau bertiga tadinya mau naik gocar aja, sekalian pulangnya bareng sama F2 yang balik dari Jakarta. Rencana sudah bagus. Realita? Sudah terima aja haha

Seperti aku ceritakan di postinganku sebelumnya tentang aplikasi Strava, ceritanya aku ikut tantangan berlari 5km sekali dalam sebulan, minimal ya. Ini baru masuk bulan ketiga. Bulan pertama aku gagal, karena masih mengejar berjalan 50km. Bulan kedua alhamdulillah berhasil lari 5km. Waktu itu aku nggak meluangkan waktu untuk khusus lari, tapi aku lari pulang dari kantor ke rumah sore hari seusai jam kerja.

Nah kali ini sengaja melakukan lari lagi. Untuk lari kali ini ada dua lokasi yang aku bayangin. Jadi kubayangin tempatnya antara Gasibu atau Summarecon Bandung.Bukan karena tempatnya yang kalcer, tapi lebih ke mencari tempat yang datar, supaya perjuangan pelari pemula ini tidak terlalu berat. Gitu ceritanya. . Hasil diskusi sama anak akhirnya memilih Gasibu. Mungkin karena lebih familiar aja ya..

Sudah lama tidak olahraga di Gasibu, kini ada banyak perubahan. Pertama pas nyampai, ternyata kalau Sabtu tidak seramai hari Minggu. Parkiran motor hanya ada di Jalan Sentot ALibasyah/jalan yang di depan Yakes Telkom. Itupun hanya sedikit. Biaya parkir Rp. 5.000 diminta di awal dan nggak ada karcis parkir. 

Begitu masuk track lari, ternyata ada nomor jalurnya. 1-5. Jalur 1-2 untuk pelari, jalur 3 untuk yang selfie, jalur 4 untuk yang ngobrol, dan jalur 5 untuk yang ngegosip. Ada-ada saja ya.. Inilah Bandung dengan ide-ide kreatifnya. 

Meski sudah diberikan keterangan baik di jalur lari maupun di spanduk, tetap saja ada pengunjung yang tidak mematuhi anjuran tersebut. Bahkan terdengar beberapa kali pengumuman dari pengeras suara juga. Tapi ya mungkin memang susah ya ngatur rakyat banyak, banyak maunya dan banyak yang semau-maunya sendiri. wkwk

Selesai lari, kami jajan di sekitar lapangan. F3 jajan sosis bakar, aku jajan buah potong. Eh ternyata masih lapar. Jadi nambah lagi jajan lontong sayur sepiring berdua. Sampai akhirnya malah jadi kekenyangan.

Jumat, 26 September 2025

Aku dan Strava









Bagi para pecinta olahraga, aplikasi Strava ini pasti sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini sangat berguna untuk merekam kegiatan olahraga. Mulai dari olahraga lari, bersepeda, olahraga air, olah raga musim dingin dan olahraga lainnya. Mulai dari berjalan, lari trail, mendaki, bersepeda, bersepeda gunung, berenang, selancar, kayak, mendayung, berseluncur es, sepatu roda, angkat beban, panjat tebing, yoga, sepakbola,  dan masih banyak lagi. Tentu ingin mencoba selagi bisa.

Aku sendiri baru menggunakan beberapa dari pilihan menu olahraga tersebut. Beberapa yang sudah pernah aku coba yaitu :

  • berjalan - hampir tiap hari
  • berlari - sebulan sekali
  • olahraga (biasanya ini kupakai untuk merekam senam bersama di kantor atau di RT)
  • yoga - sepekan sekali
  • bersepeda - jarang

Tak terasa, rupanya cukup lama juga aku pakai aplikasi Strava ini. Sekitar awal 2021 ketika masa pandemi. Namun aku mulai disiplin olahraga baru kurang lebih 3 bulan terakhir. Juli lalu ada notifikasi di Strava katanya aku sudah merekam aktivitas ke 300. Wah banyak juga ya.. Sekarang lagi ngejar aktivitas ke 400 nih ceritanya.

Nah untuk Strava yang enggak berbayar ini, apa saja yang bisa kita nikmati dan manfaatkan, antara lain:

1. merekam aneka macam olahraga seperti aku sebutkan di atas. Jadi jangan sampai ada kata "malas olahraga" karena hampir setiap jenis olahraga ada alat pencatatnya. Lumayan kan ya.. bisa buat bikin story di instagram/whatsapp

2. membuatkan statistik olahraga kita dalam harian, bulanan atau mingguan. Jadi kita dapat mengevaluasi naik turunnya semangat olahraga kita. Selain itu dia juga  mencatat aktivitas ke-berapa seperti yang aku cerita di atas. 

statistik olahraga

3. mengikuti tantangan yang ada di aplikasi. Pilih tantangan yang paling gue banget. Kalau aku baru ikut tantangan aktivitas 10 hari berturut-turut, terus aktivitas 400 menit dalam sebulan, terus berjalan 50km dalam sebulan, dan yang paling baru adalah aku mau coba lari 5km. Yang ini aku baru mulai bulan Agustus kemarin. 









4. Membuat grup. Ternyata kita bisa lho membuat grup di Strava. Misal kita punya genk sehat begitu, kita buatkan grup, nanti anggotanya setor aktivitas olahraga apa yang sudah dilakukan hari ini. Bila grup ini hidup, maka akan ada suasana saling memotivasi untuk berolahraga.

5. Bisa share aktivitas olahraga kita. Misal jalan kaki dapat berapa km, olahraga berapa menit, dsb

6. Berjejaring. Bisa banget lho di Strava kita menambah teman atau mengikuti teman, lalu kemudian saling memberi komentar juga bisa. Jadi sudah mirip dengan media sosial yang kita kenal seperti IG, FB dan lainnya.

7. Mengumpulkan piala dari berbagai aktivitas.

8. Menyimpan kenangan, sesekali strava mengirimkan notifikasi macam di instagram atau di facebook. Ini aktivitasmu sekian tahun lalu, gitu ... seneng juga kalau ternyata kita udah sadar olahraga dari dulu. 

Baru itu sih hal-hal yang aku ketahui dari aplikasi Strava gratisan. Kamu mau menambahkan? atau mau follow-follow an sama aku? Cuss cari namaku di Strava ya..










Rabu, 24 September 2025

Olahraga di Pinus Regency

Olahraga adalah kebiasaan baik yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Olahraga juga dikenal luas sebagai aktivitas yang menstimulasi tubuh untuk melepaskan hormon endorfin atau hormon bahagia. So orang yang rajin berolah raga teratur, akan cenderung lebih tenang dan terhindar dari kecemasan. Selain itu, olahraga juga dapat mencegah stress akan keadaan maupun kehidupan 

Akhir-akhir ini aku lagi suka olahraga jalan kaki di komplek Pinus Regency. Iya jalan kaki doang, karena aku belum kuat larinya.
Nggak harus ada teman, sendirian juga aku nggak papa. Udah macam gadis pemberani aja, padahal ya masih takut. 
Jalur jalan kakiku adalah melalui gang yang jalan Cisaranten Wetan, masuk melalui gang yang terletak diantara sampah.  Selanjutnya tinggal jalan kaki mengikuti feeling aja, Atau kalau kamu bingung atau pusing, boleh tanya pada anak-anak atau penduduk setempat.. Sampai ketemu pintu komplek. Sebenarnya bukan pintu juga kali ya, melainkan tembok yang dilubangi. Dia berfungsi sebagai batas tanah juga antara pihak Kompke Pinus Regenci dan  penduduk di luar komplek.

Kenapa olah raga di Pinus?

Mungkin kondisi Komplek Pinus hari ini , masih jauh dibandingkan dengan Summarecon. Tapi yang ada beberapa hal yang aku suka dari Komplek ini:

1. Track-nya jelas. 

Di sini tinggal jalan dari depan ke belakang, atau kalau aku dari belakang komplek menuju ke depan/bagian gerbang. itu saja jaraknya sudah sekitar 1km. Kalau mau lebih jauh tinggal bolak-balik aja. Kemudian kalau kita di jalan utama itu, jalannya juga sudah lumayan rapi beraspal. Belum merata sih..ada yang bagus ada yang bagus banget.

2. Udara cukup bersih

Kalau pagi, di Pinus belum banyak banyak kegiatan. Mobil dan kendaraan roda empat juga hanya satu dua. Mungkin karena di sini masih banyak tanaman dan lahan yang belum dibangun cukup luas juga, jadi cukup nyaman untuk berolah raga. Minim polusi dan kebisingan.

3. Suasana yang asri

Mungkin aku salah satu penikmat alam. Lihat bunga mekar, segera ambil kamera. Lihat langit biru, ambil kamera. Jadi aku sangat menikmati suasana di Pinus ini.

4. Banyak tukang jajanan

Ini yang paling penting nih. Makin ke arah depan/gerbang makin banyak tukang jual makanan. Ada kedai sarapan semacam kupat tahu atau bubur. Ada kedai kudapan seperti singkong goreng, comro, misro, dsb ada juga warung serba ada yang lumayan besar yang menyediakan buah dan sayuran. Dan yang paling gong nya di gerbang ada cafe. Bubur DPR dan Kopi Teduh. Di sinilah pusat keramaiannya. Kendaraan roda dua dan roda empat kalau pagi sudah berjajar rapi.


Itu sih ya.. beberapa hal yang membuatku senang olah raga wabil khusus jalan kaki di Pinur Regency. Kalau kamu suka olahraga di mana?