Hari ketujuh
Hari ini adikku udah mulai ngantor. Tadinya hari ini mau ngajak
anak anak jalan jalan. Minimal makan bareng di luar lah, atau nonton.
Mau
nonton pas lihat judul film, gak ada yang asyik. Ada Sang Pencerah
kayaknya terlalu serius buat anak anak yang kecil, mau nonton apa tuh,
merah putih 2, si Abi nggak tertarik.
Ternyata, acara keluarpun
bener bener nggak jadi, karena adik kesatu udah mulai kerja, dan adik
bungsu jalan jalan sekeluarga. Klo kami pergi, berarti Eyang di rumah
sendiri.
Aku menyelesaikan cucian dan setrikaan yang sempat
tertunda karena si Danielle Steel, anak anak asyik nonton TV. Heran juga
nih, para keponakan, biasanya pada maen lama lama. Tiap hari ada aja,
ini mah sepi sepi ajah.
Pas setrika sedikit heran, kenapa sarung
Eyang yang kucuci kemaren belum disetrika sama adikku, akhirnya aku
setrika dan kumasukkin kamar Eyang.
Tanggal 15 September, anak
pertama adik bungsu -si Kakak Faris- ulang tahun. Kami semua mau diajak
jalan ke Laut. Tadinya aku dan Faiz nggak akan ikut karena mau nemenin
Eyang. Si istri adik bungsu juga nggak ikut, karena semalem si Kakak
Faris ini gak sengaja membuat jari jari adiknya -de Restu- yang mukul
Faiz itu - kejepit pintu. Kasian juga, sampai tiga jari tengahnya luka.
Yang paling parah ya jari tengah, luka terbuka dan sekaligus luka memar
kejepit pintu.
Eh, Faiz dong, melihat kakak kakaknya sibuk,
menyiapkan perbekalan baju ganti, makanan, dengan masing masing tas di
punggung mereka, Faiz juga ikut sibuk.
"Itut ... itut.... itut..."
"Ikut kemana ? Ummi di sini kok, nggak kemana mana." kataku
"Itut edi, obil " (ikut pergi naik mobil)
Haha, ternyata udah gak bisa di tipu.
Eyang pun jatuh kasian liat Faiz merengek rengek gitu.
"Ajak aja sih..." kata Eyang
"Takut masuk angin, Yang." kataku ngeles. Padahal kan aku mau nungguin Eyang
"Pakein jaket aja" kata Eyang.
Aku bersitatap sama Abi. Abi mengangguk. Akhirnya aku dan Faiz ikut ke laut. Eyang sama adik bungsuku.
Di laut anak anak yang besar langsung on. Ini kali kedua mereka ke pantai pasir putih ini.
Faiz
ini kali pertama ke laut. Sama Abi diajak turun ke air. Pertama takut
takut. Eh, lama lama nggak mau naik sama persis dengan kakak kakaknya.
Nggak berasa sudah tengah hari dan waktunya pulang.
Malemnya ke
rumah kakak pertama. Musti mampir lah. Walaupun sudah ketemu di rumah
Eyang, tapi ternyata buat kakak-kakak, datang ke rumah lain artinya. Ya
sudah deh, turutkan sajaaaa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.