Semua yang menyangkut "kehilangan" pasti bakal terasa menyesakkan.
Kehilangan apapun itu. Hatta untuk masalah atau benda yang kelihatannya
sepele. Karena sudah penyakit manusia kali ya.. baru terasa betapa
berartinya "sesuatu" setelah sesuatu itu tidak ada lagi di tangan kita,
atau sudah tidak dapat kita menjangkaunya.
Sebenernya ini masalah sepele kali ya...
Faiz
sejak usia dua tahun senang sekali memainkan uang kertas. Awalnya dari
uang kertas mainan, lama lama dia pinter memainkan uang kertas yang dia
ambil dari tas Umminya yang suka digeletakkan di lantai begitu saja,
dengan resleting yang kadang masih terbuka.
Ketika main itu, dia
belajar, uang 100rb-an buat deposit pulsa, uang 50rb an buat beli
beras/ke toko, uang 10rb buat naik ojeg kakaknya ke sekolah, dsb dsb
dengan pecahan lain.
Nah suatu malam di akhir bulan, dia memainkan
satu lembar 50 rb an dan bbrp 10 atau lima ribu aku lupa. Nah kali ini
dia mainnya lain jurusan. Dia lipat lipat si uang itu, dan mau
dimasukkan ke kotak infak dari masjid sekolah yang di memang disimpan di
rumah.
Sebagai Ummi yg penuh perhitungan (apa pelit ?) aku
tereak doong waktu Faiz lipat lipat satu satunya uang biru yang ada, mau
dia masukkin kotak infak. AKu membujuknya agar mau menukar dengan
pecahan lain, terserah yang mana.. Dengan susah payah berhasil tuh..
Syukurlah bisa dipakai bayar majalah besok (pikirku)
Dan
besoknya aku semangat menunggu Mang majalah. Eh, ternyata nggak datang,
Dan uang 50 ribu yang aku siapkan itu...... ya ampppunnnn... aku baru
ingat siangnya, dan AKU LUPA NAROKNYA DIMANA ??
Hmmm serasa dapat tamparan deh... mau dibelanjakan di jalan Allah gak boleh, malah hilang begitu saja....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.