Jumat, 22 Maret 2024

Lakukan 3 Hal ini Agar Puasamu Tenang

Pada kesempatan ini aku akan menuliskan catatan kajian yang disampaikan oleh Dr. Thyazen Abdo Hizam Alhakimi melalui kelas daring. Pertama beliau mengajak kita semua untuk bersyukr, karena kita semua berkesempatan ketemu dengan ramadhan. Kesempatan untuk mendapat pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala di bulan yang penuh rahmat ini. 

Ketika memasuki bulan Ramadhan hendaklah kita sudah tidak mempunyai perselisihan ataupun masih ada permusuhan antara dirinya dan orang lain. Karena Ini akan merusak kebaikan kebaikan yang kita lakukan di bulan Ramadhan. Ketika tidak ada lagi perselisihan maka kita akan beribadah dengan damai dan tenang. Inilah perlunya kita membersihkan hati agar kita dapat mengoptimalkan ibadah di sisa ramadhan ini. 

Siapakah orang lain itu ?

1. Kedua orang tua. 

Orang- orang yang mendurhakai orang tuanya maka ibadahnya tidak akan diterima. Meskipun dia rajin membaca al-quran, rajin berinfak sampai habis satu juta dua juta per hari, rajin menghidupkan malam hari, niscaya tidak sempurna puasanya selagi masih ada masalah dengan orang tua. 

Sebaliknya dengan berbakti kepada orang tua niscaya pahalanya besar disisi Allah.

Meskipun kedudukan sang anak yang tinggi,  jabatan kita sudah sangat mulia, ilmunya  sudah sangat luas, hartanya sangat banyak dan kaya raya, tetap haru memuliakan orang tua. 


2. Pasangan kita baik suami / istri

Seorang istri wajib meminta ridho kepada suaminya, dan  seorang suami juga wajib memberikah hak-hak terhadap istrinya. 

arrijalu qawwamuna Alan-nisa. Laki laki itu pemimpin atas wanita. Sehingga istri yang soleha itu yang menjadikan suaminya adalah yang utama dalam hidup setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan RasulNya. Demikian juga seorang suami wajib  membahagiakan istrinya. 

Memberikan rasa secure kepada istrinya. Sudah sifat manusia takut masa depan, takut kehiilangan, takut tidak aman dsb. Nah kebutuhan keamanan ini wajib diberikan oleh suami. 

Jaga jangan sampai saling menceritakan aib dan kekurangan kepada orang lain, seorang istri yang menceritakan aib dan kekurangan suaminya kepada orang lain atau sebaliknya, ini membuat rasa tidak aman. 

Suami istri juga wajib menjaga rasa percaya dan menjaga kesetiaan diantara mereka berdua

3. Terhadap saudaranya.

Lapangkan dada dan bersihkan dari sifat iri hati, dengki, dsb. Orang yang berlapang dada ini tentu tidak mudah alias berat. Apalagi terhadap orang lain yang sudah menyakiti perasaan kita atau sudah mengambil hak kita.

Allah Subhanahu Wa Ta'Ala menurunkan kitabNya dan memerintahkan kita untuk memaafkan orang lain dan tentu juga meminta maaf kepada orang lain. Kemuliaan atau harga diri itu bukan saat seseorang merasa sombong terhadap orang lain. Sama sekali bukan, bahkan Rasulullah menjelaskan tentang orang sombong itu tidak akan pernah masuk surga masuk surga. 

Mari kita melihatnya di dalam diri kita, segera kita perbaiki diri membersihkan hati kita dari meremehkan orang lain 

Rendah hatilah kepada saudaranya. Karena orang orang yang rendah hati ini akan disayangi oleh orang orang di sekelilingnya.

Sekali lagi mari jalani sisa ramadan dengan membersihkan hati kita dari penyakit hati baik terhadap orang tua, pasangan kita dan keluarga, juga dengan saudara-saudara kita, supaya amal saleh yang kita lakukan di bulan ramadhan ini dapat diterima oleh Allah SWT. 

Wallahu alam bish showab. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.