Rabu, 07 November 2012

Bertemu Teman Lama

Kopdar kali ini bukan kopdar dengan sesama blogger. Tapi kopdar dengan teman face book. Teman face book pun bukan sembarang teman face book, tapi teman SMEA. (aaah.. SMEA, nama itupun sudah dilikuidasi jadi SMK..) Kebayang kaan.. betapa lamanya tidak ada pertemuan itu.

Semua ini rejeki dari Allah. Di pagi hari aku membaca status fb Aini Ney, bahwa dia sedang berada di Bandung. Spontan aja aku komen, ketemuan yuuukk...
Eh, gayung bersambut. Mulailah saling inbox posisi dan tukeran nomor hape. (Whaaatt... nggak punya nomor hape? ya eyalah, jaman dulu sekolah boro boro hape, pager aja barang mewah)
Sms-an pun berlangsung. Aku pake pesan-pesan, jangan nelpon, soalnya aku di front office, gak bisa ngangkat telepon. hihi...

Dan yang lebih tidak disangka sangka lagi adalaaah... setelah aku secara global menyebutkan posisi kantor dekat Gramedia/BIP/BEC, eh, beberapa waktu kemudian aku dapat sms
"Aku udah diparkiran Gramed, gak bisa ditelpon sih"  gitu bunyi sms-nya.
Karena menjelang makan siang, akupun capcus ke Gramed yang cuma tinggal ngesot.

Daaaaaan... singkat cerita... kami pun bertemu, berpelukan, dan entah berapa ribu kata (lebay) yang keluar siang itu untuk meringkas 20 tahun eh 21 tahun yang terlewat tanpa pertemuan dan kontak kontak.

Hihi..
Saking banyaknya yang mau diceritain jadi lupa mengingat ingat/mereview kembali, bahwa dulu aku dan Aini suka surat suratan. Eh, dia ingat nggak ya....
Tulisan Aini bagus, sesekali aku meniru gaya tulisannya di buku catatanku. (Walaupun tulisan tanganku juga cukup bagus lhooo..... ) Seneng aja, dalam satu buku ada berbagai gaya nulis.
Ada satu hal yang aku ingaaaaat sekali, dari Aini -lah aku tahu bahwa menyebut teman dengan "kamu" itu adalah tidak sopan. (hihi versi Aini). Maklum laaah, aku kan SD -SMP dari kampuuung. ceilee... ngeles.
Versi sopannya adalah menyebut nama.
Contoh : Aini, kamu istirahat mau ke kantin ? = tidak sopan
                Hai, Aini istirahat mau ke kantin ? (nanya ke Aini) = lebih sopan. wkwkwkwk.. memalukan yah.. tapi aku jadi tahu pergaulan anak kota.

Dan.. karena asyik makan mpek mpek Dempo di BEC jadi lupa popotoan cek orang Sunda. Maka akhirnya dua emak ini narsis di parkiran Gramed dengan cara mencolek teteh teteh yang lewat dimintai tolong untuk ambil gambar.

Inilah penampakan dua gadis SMEA itu....

foto di pintu mobil Aini

tukar tempat doang, eh, masih langsing seperti dulu ya...
 
 

Sabtu, 27 Oktober 2012

Wow ! Sambil Koprol

Punya anak lima dengan lima karakter yang berbeda selalu memberikan warna  tersendiri di dalam kehidupan .
Adakalanya mereka bertengkar, sehingga membuat perasaanku sulit dilukiskan
Adakalanya mereka ribuuuutt di depanku sehingga membuatku nge-hang, persis BB kebanyakan task.
Yah begitulaaah...
Udah gitu, seperti telah menjadi agenda rutin anak anak, setiap ummi mereka baaarrrrrruuu saja masuk rumah, entah dari kerja (biasanya pulang kerja) atau dari mana, selaluu saja anak anak ngerubutin. Bercerita semua, kadang satu persatu, kadang berebutan, semua diceritakan. Aku menyebutnya acara seputar Indonesia. :D
Nah, kalau pulang kerja kan menjelang maghrib, biasanya habis maghrib bersambung lagi.

Seperti beberapa hari lalu, F1-F4 berkumpul mengelilingiku. F5 gak ikut karena lagi tidur. (Tidur siang kesorean). Nah Mbak Fathimah menceritakan salah satu temannya yang menjadi bintang FTV.  Aneh kan... yang lain mah cerita sekolah, pelajaran, nilai dsb... Dan ceritanya itu 'maksa' banget. Sudah beberapa hari mengulang topik yang sama. Aku lagi masak, cerita itu. Aku lagi duduk crita itu. Dan kemaren sambung lagi entah yang keberapa kalinya.
"Ummi, temen aku ada yang main film lho.."
"Iya... " kataku sambil memperbaiki duduk
"Ih, ummi, meuni nggak ditanya, siapa namanya gitu .."
"Tahu, Andira kan ?" jawabku ngasal. Sesungguhnya nama temennya yang SMP ini -yang bintang pelm- aku nggak inget. Males ah *penting gitu ?
"Bukan lagi.. itu mah teman SD. Yang ini mah teman SMP"
Kemudian si Mbak menyebut satu nama. Aku nggak memperhatikan. Karena yang lain juga udah ngantri mau membacakan berita
Nah di puncak cuap cuap mereka yang melompat lompat topiknya itu, tiba tiba si Mbak nyeletuk
"Ummi... bilang wow gitu..."
"Iya... Wow !" kataku. Dan entah setan ketawa dari mana yang tiba tiba  membisiki, akupun bilang wow dan kemudian jungkir balik di kasur.
Lalu kami semua , Aku, mbak, fikri, Ayuk dan Teteh tertawa semua.  Akupun tak sanggup menahan geli. Sampai sampai pas Abi masuk kamar karena doi baru keluar dari kamar mandi, terheran heran, ngapain lima orang ini ngikik dan ngakak sampai segitunya.

Dan yang nggak nahan adalah komentar Fikri "Ummi, koprol mah enggak gitu ..."
Huh !

Selasa, 09 Oktober 2012

Panen Kersen

Ih... alhamdulillah senengnya .. seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, pohon kersen yang aku tanam makin rimbun dan berbuah banyak. Membuat gembira bukan hanya diriku (hihi..) tapi juga anak anakku. Akhirnya mereka mengalami yang namanya naik pohon. Seperti  Ummi dan Abinya jaman kecil dulu. Walaupun pohon itu adalah satu satunya pohon yang tumbuh di halaman kami.

Rupa rupanya, yang seneng bukan cuma aku yang nanem pohon itu, dan juga anak anak, ternyata banyak juga anak tetangga yang sering mampir dan ikut manjat pohon kersen ini.
Mulanya anak anak melarang, mungkin khawatir nggak kebagian. Padahal kersen ini kan tiap hari ada yang masak. Udah diambilin juga besoknya ada lagi dan ada lagi.

Pas Sabtu minggu lalu, si Abi ngeluarin tangga kirain buat apa. ternyata....
  
Metik kersen
Dan hasilnya adalah....
Teteh dan kersen hasil panen

 Dan entah benar entah tidak secara ilmiah ya.. sejak turunnya hujan, kersen ini makin besar dan ranum...
maniiisss... apalagi kalau disimpan di kulkas. Hmm.. manis dan dingin..