Di keseharian kita, entah bersama anak-anak, suami, asisten rumah tangga, maupun rekan kerja, terkadang ada yang namanya kebuntuan komunikasi. Atau dengan kata lain, komunikasi yang kita lakukan tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Apa yang kita maksudkan, tidak dapat dipahami oleh pihak yang berkomunikasi dengan kita. Jadi inget salah satu pelajaran di kelas Ibu PRofesional yang telah lalu, ada sesi yang disebut sebagai Komunikasi Produktif atau kami biasa menyebutnya komprod.
Salah satu poin yang aku ingat dalam pembelajaran komunikasi produktif ini adalah KIIS,
Keep Information Short and Simple.
KISS dalam komunikasi ini perlu dilatih, dan dibiasakan. Utamanya oleh kita sebagai pelaku, kita sebagai seorang ibu yang berkepentingan menjaga ketertiban dunia dan perdamaian abadi di wilayah teritorial kita. Iya kan kan kaaan..
Kita ambil contoh suasana di pagi hari. Di mana anak atau beberapa anak akan berangkat sekolah, kebayang kaan.. suasana rebutan kamar mandi, mogok makan, buku hilang atau seragam belum disetrika, yang mana mungkin itu akan menjadi pemicu ketegangan syaraf. Jangan ditambah dengan posisi televisi menyala ya.. nanti yang terjadi adalah kemageran yang hakiki. Untung aja anak-anak udah mau libur ya.. pasti mamak-mamak sudah mulai santai. Eh atau mulai tegang ya.. soalnya bakal mikirin kegiatan anak selama liburan.
Maka yang perlu dilakukan oleh seorang ibu adalah mengomunikasikan. Pilih kata-kata sederhana yang sekiranya dapat dipahami oleh anak. Cukup satu kata satu kata. Hingga kata-kata tersebut melekat di benak anak.
Misalkan anak sudah dibiasakan mandi sendiri, menyiapkan dan ganti baju sendiri, terus buku - buku pelajaran sudah
ditata dalam tas sekolah.. kadang jeda dari satu kegiatan ke kegiatan kemudian itu bisa bikin emak murka. Rebahan dulu lah.. baca komik dulu lah.. atau kalau anak jaman sekarang mungkin sudah ada yang sibuk mengecek pesan dan sosial media di gawainya.. begitu banyak tantangan ya bu ibuu..
Daripada emak ngomel atau merepet panjang lebar, coba pilih satu kata yang mewakili keinginan kita ..
contoh :
- sat set yuk Nak
- bergegas yuk
- dsb
setelah kita temukan, konsistenlah melatih menggunakan kata-kata tsb untuk menyampaikan kondisi yang kita kehendaki.
Atau misalnya ketika anak-anak bermain tapi meninggalkan mainannya begitu saja di ruang keluarga, atau di kamarnya. Dari pada merepet panjang lebar misalnya "kakak teh, ya.. udah umi bilangin berkali-kali, selalu lupa lagi lupa lagi. Apa umi bilang, kalau habis main itu, kembalikan lagi ke tempatnya. Jangan dibiarkan berantakan gini, nanti kalau terinjak gimana.. kalau mainannya rusak gimana.. nanti kalau ilang, nanyainnya ke umi umi juga.. "
Hadeeuh.. kebayang kan ya.. berapa banyak informasi yang masuk dan mungkin anak justru malah nggak merhatiin karena udah bete dengan marah-marahnya kita. So bisa dicoba untuk menemukan satu kata yang pas / mewakili perasaan kita
- Nak, kita RAPI kan yuk mainannya..
misalnya, Itu hanya contoh saja ya. Tentunya para mamak yang membaca tulisan ini dapat mencari dan memilih kata yang paling cocok buat anak anak kita di rumah
Selamat mencoba,,

