Kamis, 25 April 2024

Ayam Tulang Lunak Mas Rohmat

Setelah memasuki tahun ketiga bekerja di kantor yang sekarang ini, sedikit demi sedikit aku mulai mengenal aneka menu murah meriah harga terjangkau di sekitar kantor. 
Semua dapat diperoleh dengan mudah. Dekat dan anti macet. Kalaupun pesan melalui aplikasi ojek online pun, masih dalam radius bebas ongkir dari fasilitas Plus. 
Atau alternatif lainnya bisa juga pesan melalui chat whatsapp ke penjualnya, lalu pengambilan minta tolong office boy. Terkadang harganya lebih ekonomis pesan manual begini. 

Kalau alu amati, saat ini semakin banyak warung jajanan di belakang kantor. Mungkin karena pengaruh pandemi covid yang sudah dinyatakan selesai juga, dan anak-anak sudah mulai sekolah, mahasiswa pun sudah mulai kuliah luring. Karena ada permintaan maka pasar pun berjalan, iya to? 

Salah satu tempat makan andalan yang cocok banget untuk didatangi berulang kali adalah Ayam Tulang Lunak Mas Rohmat. Posisinya hampir berseberangan dengan SD Al Ghifari. Menempati lahan minimalis di halaman sebuah toko swalayan, tidak mengurangi animo pembeli untuk mencicipi masakan mas Rohmat. 
Kalau makan di tempat, tersedia dua meja kursi persegi dan satu meja bulat. Cukuplah untuk duduk bareng satu genk emak-emak 😃

Menu ayam di kantin Ayam Tulang Lunak Mas Rohmat ini, harganya sangat masul akal. Masih kisaran 20 ribuan. Kecuali menu bebek dan ikan itu pasti spesial ya.  Wow ada bebek dan ikan juga? Iyez. 

Selengkapnya, menu yang ditawarkan di warung ini adalah :
- Ayam bakar atau goreng
- ikan bakar atau goreng
- bebek bakar atau goreng
- gurame bakar atau goreng
- tempe goreng
- tahu goreng
- sambel lalap (sepertinya include, soalnya nggak pernah ada tagihan pembelian lalap) 
Menu favoritku apa? Aku yang biasanya lebih memilih ikan dibanding ayam, kalau di warung ini aku memilih ayam bakar. Ayamnya lembut banget sampai ke tulang-tulangnya juga bisa digigit. Bumbunya juga meresap, bahkan untuk bagian dada yang kadang rasanya cuman di luar, di warung ini terasa beda. 
Aku pernah juga mencoba menu ikan bakar. Tapi termyata ikan bakarnya digoreng dulu baru dibakar. Mungkin khasnya memang begitu. Tapi ini membuat tekstur daging ikan menjadi keras, menurutku. Rasa tetap mantul sih ya, sesuai harganya. 

Kalau kebetulan kamu jalan-jalan sekitar SD Al Ghifari, atau Al Ghifari University, boleh lho mampir ke sini. Inget ya, bukanya jelang jam makan siang sampai makan malam. Karena kalau pagi hingga siang, lokasi ini ditempati tukang kupat tahu dan tukang buah potong. Yuk, Coba yuk! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Tinggalkan Kesan

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.