Duapuluh atau sepuluh tahun lalu, ketika usiaku masih kepala tiga dan empat, sama sekali tidak terbayangkan olehku kalau mempersiapkan acara makan-makan ternyata bisa dilakukan sambil rebahan. Teringat ketika Abi mengabarkan kalau akan ada teman Abi yang mau pada rapat di rumah sekitar sepuluh orang, aku paniknya minta ampun.
Yang pertama kulakukan ya mempersiapkan wadah hidangan, terus dilanjutkan dengan mengumpulkan piring dan gelas. Aku cari yang sama bentuknya atau minimal sewarna, setelah itu baru menentukan ini aku pesan di warung mana ya sayuran dan lauk pauknya.
Silakan dibayangkan sendiri. Duapuluh tahun lalu bearti aku ada 3 balita di rumah hehe, kalau 10 tahun lalu aku ada lima anak di rumah. Paling besar baru masuk SMA dan bungsuku masih SD.
Dan kini tahun 2024, ketika semua anak sudah beranjak dewasa, yang bungsu juga sudah memasuki usia 16 tahun, justru aku bisa melakukan persiapan makan-makan tanpa tekanan apapun.
Jadi ceritanya H-1 si F5 kembali ke pondok, Abi meminta semua orang kumpul di rumah. Nggak ngapa-ngapain sih, duduk-duduk aja santuy. Ngobrol sana sini. Abi juga melarangku masak untuk makan siang. Jajan aja katanya. ya udah alhamdulillah. Karena yang mau nraktir Abi ya kita nurut aja pilihan restonya. Ternyata Abi milih Solaria.
Karena hari itu adalah hari mager sekeluarga, makan siang bareng menu Solaria ini tidak dilakukan di restonya/dine in, melainkan pesan makanan secara daring.Baiklah.. dengan senang hati.
Telepon genggam Abi pun beredar menyambangi jiwa-jiwa yang sedang rebahan. Masing-masing mengklik menu yang dipilih di aplikasi langsung. Kata Abi bebas mau pilih menu mana aja. Eh ternyata anak-anak juga nggak aji mumpung lho. Mereka memilih menu yang memang bener-bener diinginkan. Ketika ditawari menu yang lebih mahal mereka juga tetap keukeuh dengan pilihan pertamanya.
![]() |
| Jajanan Solaria |
Satu hal yang aku harus banyak belajar ke Abi adalah diam-diam empatinya itu lho. Ketika anak-anak sedang sibuk memilih menu, Abi berpesan jangan lupa pilihin satu untuk driver. Katanya "Abi nggak tega membayangkan driver nungguin di resto, terus mencium aroma masakan dan dia tidak dapat menikmatinya. Yah.. bener juga sih. Kemudian anak-anak menimpali, katanya ada beberapa resto yang menawarkan menu untuk driver di saat kita memesan makanan melalui aplikasi tsb.
Walhasil hari itu, kami sekeluarga sukses makan-makan sesuai selera masing-masing. Akupun merdeka meski menu aneka rupa, aku tak perlu mengerjakan apa-apa. Cukup berterima kasih dan menghabiskan makanan dengan bahagia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.