Persiapan Hima dan Panitia
Sharing, Gaming, Eating
Hari 'H' Acara
| Sharing Session |
Oleh-oleh Sharing
Sharing hari ini disampaikan oleh Teh Michelle Ronida CH,CHt, beliau adalah Lulusan BunSal #1, Emotional Healing Therapist, dan juga Founder Lentera Ibu. Temanya adalah mental health.
Kesadaran akan kesehatan mental ini sedang mengemuka dan sepertinya juga menjadi fenomena yang sifatnya umum. Bahkan kita juga dapat melihat dari lagu-lagu yang digemari oleh masyarakat pada umumnya adalah lagu-lagu dengan tema tersebut.
Manusia terdiri dari dua unsur, unsur fisik dan mental, jasad dan ruh. Ruh tanpa jasad nggak akan terlihat sebagai manusia. Sedangkan jasad tanpa ruh juga akan seperti robot, seperti zombie.
Emosi pada diri manusia sifatnya fitrah. Memang Allah karuniakan emosi itu. Kita bisa marah, sedih, kecewa dsb. Misalnya ketika melihat kebrutalan dan kebengisan Israel terhadap Palestina, kita marah kan.. kita ikut sedih..
Marah terhadap anak adalah emosi, namun respon atas emosi itu yang perlu dikelola. Marah boleh, tapi marah-marah tidak boleh. demikian permisalannya.
Sedih, menangis, boleh. Bahkan ada penelitian tentang air mata. Penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air, hampir zero toxic.. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh.
Jadi nggap papa kita mengaku pada Allah kalau kita sedang tidak baik baik saja. Kadang kepada manusia kita bilang baik saja, tapi sama Allah harus jujur. Sering-seringlah me time, masuk ke dalam diri, lalu connect sama Allah
Bagaimana agar seseorang tidak terjebak pada self diagnosa dan kapan perlu minta bantuan profesional ?
Seringnya, permasalahan kesehatan mental ini karena nggak jujur pada diri. Maka cobalah, keluarkan sampah-sampah emosi melalui Realease Emosi. Atau kalau di IP ada kebiasaan baik berupa aliran rasa.
Bagaimana agar mengurangi emosi, stress dan sampah-sampah lainnya
Banyak-banyak ngadu sama Allah
Latihan nafas, inhale exhale
Mindfull - hadir dengan sadar, khusyu dalam aktifitas
Penjelasan : Marah adalah reflek.Untuk melatihnya, ketika emosi marah datang, latihlah dengan memberi jeda selama tiga detik, latihan bernafas, tarik nafas, hembuskan. Perlunya melatih kesadaran ini karena ketika emosi naik maka saat itu logika turun
Sadar lagi makan, Sadar lagi nafas, inhale exhale. Sedang apa saat ini, mau ngapain semua dilakukan dengan sadar, nggak disambi-sambi.
Terkait dengan sampah emosi ini, ada peserta yang menanyakan bagaimana cara memaafkan ? Terutama terhadap orang-orang yang sulit dihindari.
Teh Michelle menjelaskan memang memaafkan itu tidak mudah. karena memaafkan adalah soal hati. Kalau seseorang menanyakan resep membuat kue, kemudian resep itu diberikan, maka saat dicoba, keberhasilannya bisa dipastikan. Tetapi ketika ditanyakan resep memaafkan, maka orang per orang akan berbeda.
Ada langkah-langkahnya :
1. Jangan izinkan diri kita sebagai korban, ubah sudut pandangnya. Orang lain kita anggap toxic, bisa jadi kita juga toxic buat dia. contoh seperti itu. Mengubah sudut pandang di sini adalah, lihat diri kita, apa yang Allah hendak sampaikan dengan kejadian-kejadian ini?
Allah mau jadikan kita seperti apa ? Dunia ini kan seperti Panggung sandiwara, kita hanya menjalankan peran.
2. Memaafkan bukan untuk orang lain, tapi untuk diri yang lebih tenang seperti di surat al fajr. Akan dipanggil Allah dengan panggilan jiwa yang tenang.
Jangan sampai ada anggapan : “Enak aja aku maafin, nanti dianya gak berubah” → ini masih fokus ke orang lain
Ya aku maafin, jadi diri aku tenang .. begitu.
Apakah ada shortcut untuk menyembuhkan luka hati ini ? Ada.
Semua amalah hati, temui Yang Memiliki Hati-Hati ini.
Allah yang Maha Membolak balik hati. Kita minta ridhoNya. Kalau Allah sudah ridho, maka Kun, terjadilah. Yang kata orang memaafkan itu susah, kalau Allah menghendaki, maka akan jadi mudah.
Ini Ibarat seseorang mau bersihin rumah, dia gak punya kunci, maka dia usaha masuk lewat jendela, dobrak pintu, dsb. Capek kaan ? Iya capek. Tapi kalau punya kunci, maka lebih mudah masuknya.
Itu beberapa hal yang dapat aku catat dari pertemuan IP Bandung kemarin. Sayang aku nggak bisa ikut gaming dan eatingnya karena mau lanjut perjalanan.


.jpg)