Jumat, 18 April 2014

Ketika ABG Ditembak

Dor !
Pastinya bukan ditembak itu ya.... tapi ditembak dalam artian yang lain. Tau kan, Buuuu ?
Iyaa... ada yang bilang demen sama kita. Aih.. kata-katanya meuni jadul pisan. "Demen". Ya ada yang suka gitu deh... lope lope...
Tentu saja bukan aku yaa.. siapa juga mau nembak nenek - nenek lincah sepertiku, yang ditembak ini adalah anak gadisku. Trusss bukan anak pertama juga, melainkan anak yang ketiga.
He eh... lain ladang lain belalang, lain anak lain gayanya.
Kalau mbak Fathim itu kayaknya type-nya mirip-mirip aku gitu. Seriuuus sekolah, tekuuun (karena ngrasa gak pinter-pinter amat), trus cuek. Cueknya nggak bebek kayak aku yang dulu (rrrr.. sampai sekarang siih.. ) yang gak pernah bedakan, parfuman, handbody itu udah maksimal deh. *lirikparfumyangtumpahdilacikantor*
Ya jadi gaya pergaulan sama cowok ya lempeng dotcom. Semua teman.

Nah kalau anak ketiga ini sosial bingits. Mengenal socmed jelas lebih cepat dari kakak-kakaknya. Makainya pun lebih intens. Bener bener buat bersosialita laah... maka gak heran kalau temennya juga banyak.

Ceritanya kapan itu dia cerita ada yang nembak. Aku dengan gaya cuek kutanyain :
"Trus kamu terima ?"
"Ya enggaklah... aku nggak suka"
"Cowoknya bukan yang kamu suka ?"
"Hehe... iya"
"Trus, kalau cowok yang kamu suka yang nembak, kamu bakal terima enggak?" #ummikepo
Matanya berputar-putar dan tersenyum nakal.
"Ya enggak juga, mau ngapain juga jadian".
"Oh.... kirain" kataku
"Enggak laah Ummi... anak yang nembak aku itu teh udah terkenal. Pacaran sama kakak kelas semua tahu, pergi berduaan, nonton gitu gitu deh..  eh baru juga putus 4 hari masa udah ngajak aku jadian. Bukan cowok setia banget kaan ? Masa sih segitu mudahnya melupakan ceweknya yang dulu..."
*pengen ngikik asli dapat alasan gini*

Alhamdulillaah Nak.... meski di luar aku menampakkan ekspresi datar, ya sejujurnya aku pengen jingkrak-jingkrak.
Coba ya... kelas satu smp, mau jadian, mau ngapain coba? Nikah pastilah masih panjaaang.
Dan aku ngeriiii.... definisi pacaran jaman sekarang versi anak-anak yang diteliti bu Elly Risman, kalau cewek kan pacar itu teman curhat apalah, lha cowok pacar itu pergi berdua, jalan berdua, dsb dsb yang langsung sensor 17+.

Trus beberapa hari kemudian, pas lagi makan bareng Ayuk, dia cerita lagi soal temennya yang cewek.
"Ayuk, aih kamu cerita ditembak ke ibu kamu, ibu kamu nggak marah ?"
"Enggaklah, biasa aja keleuus"
"Ih, enak ih... kamu bisa curhat bebas gitu. Kalau aku cerita sama mamah aku pasti udah dimarah-marahin. Belajarlah apalah..."
Kami berdua berpandangan dan tertawa bersama.

Syukurlah ya Naaak... bukan kamu yang enak bisa curhat sama Ummi, tapi ummi juga enak, sampai sekarang nggak perlu ngepoin kamu, kamu bakal cerita sendiri.
Semoga kamu tetap teguh memegang prinsipmu ya : jomblo itu nasib, single itu pilihan.
Jadi gak kan terpengaruh ya.. meski di sekelilingmu ada banyak dar der dor teman jadian. Perjalanan masih panjang.

Selasa, 08 April 2014

Mendadak Model Jilid Dua

Cerita jilid satu silakan baca dari sini

Sebenernya kejadian  ini sudah cukup lama ya... sebulanan laah..
Jadi, seminggu setelah Teteh Firda popotoan, Sabtu berikutnya giliran mbak Fathimah yang berangkat.
Janjinya si temenku itu - sang owner kerudung- mau jemput jam 9 ke rumah.
Beberapa menit menjelang jam 9, tiba tiba dia nanyain bisa ketemuan di Cijambe nggak ?  Cijambe itu mah jalan rayanya ya... sekitar 500m dari rumahku.
Pas aku iyain dan tanya balik di mana persisnya, nggak dijawab malah tau-tau udah di depan rumah aja.
Akhirnya, cuuuzlah mbak Fathim sama temenku itu. Kali ini persiapan mbak udah lumayan lebih matang daripada Teteh kemarin.

Pas Teteh kemarin itu, sebenernya aku sempat nanya : kami musti nyiapin apa aja, katanya nggak usah. Ya udinlah. Akhirnya Teteh kan foto berkali-kali pakai baju yang sama.
Nah mbak Fathim dikasih tahu supaya bawa baju nuansa putih, pink/ungu dan biru. Pokoknya tiga macam.
Katanya mau foto di studio/ruang tertutup. Akupun ikut nyiapin. Karena sejujurnya si Mbak ini rada maju mundur gitu, sementara antara kami (aku dan suami) sama owner kerudung itu kan udah sahabatan lama, jangan sampaii... sekalinya dia minta tolong anak anak untuk jadi model aja, anaknya enggak mau. xixixi.. walaupun sebenernya kalau anak nggak mau, menurutku ya udah aja enggak usah. tapi kan mbak Fathim bukan nggak mau, dia maju mundur gitu. maka akupun hanya bisa membantu menyemangati. Pengalaman baru.

Kali ini aku nggak nganter Mbak. Di samping karena dia udah besar, juga aku musti ke sekolah Faiz ada open house -klo gak salah. Hehe .. soalnya udah sebulan jadi lupa.
Menjelang tengah hari aku SMS mbak
"Gimana ? Lancar ?"
"Hese !"
"Udah selesai ?"
"Baru juga mulai"
Jawab si Mbak singkat-singkat. Aku udah feeling aja. Kayaknya wajah dia bete pas nulis jawaban itu.

Sehabis zhuhur di Ujungberung hujan gerimis. Trus aku terima sms Mbak lagi, Ummi bisa jemput nggak ?
Kemana ? Tanyaku.
Ke Taman Cilaki.
Taman Cilaki teh di mana ? Itu sama dengan Taman Lansia nggak ? *gubrak, 12 tahun di Bandung belum tahu taman Cilaki*
Trus lammaaa nggak ada balasan.
Cuman aku heran aja. Gimana Fathimah ganti bajunya ?
Gimana dia gonta ganti kerudung kalau fotonya di taman ?  Apakah lari ke mobil dulu ? Eh si temenku kan gak bawa mobil. Kan Fathimah sudah besar. Setiap keluar pintu rumah walaupun ke teras dia udah selalu pakai kerudung .
Ah sudahlah nanti aja di tanyain.

Kurang lebih setengah dua, Fathimah sms lagi, minta jemput di Rechees Factory Jl Riau.
Kubilang Ujungberung masih hujaan. Nanti tunggu reda.
Akhirnya sepakatan jemputnya di Hotel Dago aja, karena abis itu si temenku mau ke sana janjian sama temennya yang lain.

Abis shalat ashar aku baru jalan njemput Mbak ke Hotel Dago. Untung hotelnya kecil ya... jadi aku masih pede masuk masuk ke sono.
Pas ketemu, temenku mengeluhkan mbak, mbak lebih susah diarahkan daripada Teteh. Fotonya banyak yang gagal.
Haha aku cuma ketawa aja. Lha kan yang 'maksa' jadi model mereka suami-istri. Aku tawar-tawarin anak-anak temen lain nggak mau. Dan untuk seperti ini aku lebih prefer Ayuk, karena pengalaman panggungnya lebih banyakan Ayuk daripada Mbak. (Etapi Ayuk nggak mau, Sabtu dia masih sekolah).
Dan Mbak juga ngorbanin eskul pramuka dan PMR untuk popotoan ini.

Sepanjang perjalanan pulang Mbaknya GTM kutanyai seputar acara pemotretan tadi.
"Udahlah nggak usah dibahas" kata si Mbak.
Jadi ... teman-teman, apa yang terjadi di taman Cilaki ? sampai sekarang masih misteri. Hehehe

Ini satu dari hasil foto yang kuculik dari DP pemilik kerudung :

Jumat, 04 April 2014

Tiga Hal Penyebab Patah Hati dengan Odoj

Ini adalah postingan keempatku tentang ODOJ.
Pertama kali aku cerita tentang seluk beluk odoj di sini
Kemudian aku pernah testimoni saat sebulan bersama odoj. Masih semangat yaa.. ibarat pengantin baru mah masih hanimun.
Yang ketiga sudah mulai merasakan tuh, asam dan garam odoj meskipun seiprit, aku cerita tentang tantangan odoj.
Jangan bosan ya, kalau aku mau cerita lagi tentang odoj. Setelah empat bulan aku ber-odoj ria, ternyata ada beberapa anggota grup yang silih berganti. Rupanya mereka itulah yang tidak kuat dengan tantangan odoj. Tadinya postingan ini mau aku kasih judul yang berjatuhan di jalan odoj. hehe.. kayaknya seru gitu lho.. Macam judul buku yang hits di kalangan kampus pada tahun 90-an : "yang berjatuhan di jalan dakwah". Tapi berhubung banyak yang mencari dengan kata kunci patah hati, baiklah, aku tulis aja dengan judul patah hati.

Ih, ada yang nyariin aku ternyata ya.. kadang pakai judul 'blog titi esti". berasa tenar deh
Kalau menurut pengamatanku, ada beberapa sebab kenapa seseorang  patah hati dengan odoj.
* menurunnya semangat odoj
sebenarnya naik turunnya semangat ini adalah hal yang wajar, namanya keimanan itu kan yazid (bertambah) wa yanqus (berkurang). Nah kadang kala, kalau malesnya lagi kumat, rasanya setengah jam untuk menyelesaikan odoj itu susssaaah... banget meluangkannya. Akhirnya kalau sehari nggak selesai, besok jadi PR. besok lagi udah nambah dengan jatah hari besok. dst sampai akhirnya ada yang numpuk utang sampai 5 juz. Akhirnya -di tempatku- bu admin yang baik hati, 'memutihkan' utang tersebut.
Solusiku : berteman dengan orang-orang yang semangat. Jadi selalu tertular semangat mereka. Juga selalu berdoa agar dimudahkan membaca Al Qur'an (Allahummar hamni bil qur'an,... dst)

* kurang kuatnya komitmen.
ada yang bilang odoj atau one day one juz itu udah enggak musim. Jadi kemaren rame - rame ndaftar karena lagi heits. Sekarang musimnya Three Days Three Juz. Haha.. itu mah akal-akalan tetangga sebelah. Intinya sama ya...
Solusiku : kembalikan ke niat / komitmen awal aja. kita ikut odoj itu buat apa.. keinginan siapa dan demi kepentingan siapa sih..
Nah kalau udah ketemu jawabannya, yaitu "untukku" maka insya Allah kita akan selalu berusaha untuk bertahan di jalan odoj

* tidak cocok dengan admin dan atau teman satu grup
Memang dalam satu grup odoj itu berawal dari tidak kenal. Mungkin ada yang sudah kenal sebelumnya, satu dua lah. Rata-rata bergabung dengan orang yang baru dikenal.
Nah, namanya belum kenal, yaa... ada aja deh... sessssuuuatu di antara anggota itu.
Misal : ada yang rajiiin sekali, sehingga pagi-pagi baru aja jadwal di -share  oleh admin, dia langsung lapor done. Eh.. ada doong yang merasa gimanaaa gitu dengan done-nya seseorang di awal waktu. kesellah diaa..
Trus ada yang suka telat lapor, trus dijapri sama admin, tersinggung lah dia....
Akhirnya lama kelamaan ilang deh dari peredaran odoj.
Solusiku : dikembalikan ke hal pertama dan kedua tadi, kalau udah lulus keduanya, maka hal ketiga ini nggak akan terjadi insya Allah. Intinya : luruskan niat, kuatkan semangat.

Soo... buat teman-teman yang  bergabung dengan odoj, semoga cintanya makin berkembang ya... sebentar lagi ramadhan. Syahrul qur'an.... ODOJ ini akan membiasakan kita untuk makin dekat dengan Al Qur'an insya Allah. Saling mendoakan ya..semoga kita semua bisa istiqomah sampai akhir hayat. Amiiin

Mungkin sekarang masih dalam taraf tilawah, tapi insya ALlah nanti akan melangkah lebih jauh, belajar maknanya, belajar tafsirnya, belajar prakteknya dan akhirnya bisa menjadi hafidz dan hafidzoh, insya Allah, Amiin.

Ini jleb banget nggak sih..