Faiz
ini aku melihat pendengarannya tajam sekali. Emm.. maksudku
dibandingkan kakak kakaknya pada usia yang sama. Pertama adalah pas umur
8 bulanan gitu kalau dengar iklan tertentu bakal menoleh ke ruang tipi
yg nota bene tinggal merangkak beberapa langkah dari tempat dia
berguling dengan buku bukunya.
Kemudian beranjak agak besar sudah pinter ngikutin baca buku Mute Balita yang dibacain kak Eka Wardhana di VCD. Eh.. kemudian berlanjut ke intro intro iklan. Halah... (jadi inget olokan Sondang, hihi keturunan remaja vinolia..) Dan, yang sangat sangat berbeda dengan kakak-kakaknya yang puas dengan mainan buku, Faiz minta benda benda yang dia lihat baik langsung / di buku. Pertama sekali dulu minta semacam organ gitu.KLU nya yang dipencet pencet. Berhubung di rumah ada pianika, kayaknya dia cukup puas dengan mencet itu, dengan kakaknya yang meniup.
Kemudian minta drum, dan dia dengan mantap menggebuk drum, sedang kita yang disuruh kesana kemari naik motor motoran, memperagakan sholat, dll . Lho ? Iya.. doger monyet mode on. Dengan lebih gamblang, dia yang mukul drum, kita disuruh jadi monyetnya.
Kesini kesini dia minta gitar. Abinya doong,.. yang dirayunya jalan ke toko mainan dekat rumah. (yang asli lengkap, meski harganya jauh dari cibadak. ya eyalaaah.... ) Karena gak ada anggaran buat gitar beneran, gitar gitaran pun sangat membahagiakannya. Lihatlah gaya dia berdiri dan bernyanyi.. bari suara teu nyambung dengan gitar yang cuma bisa jrang jreng jreng.. hihi..
Berdoa ya Nak, kalau memang jalanmu di situ, Ummi dan Abi punya rejeki untuk membuka jalanmu.
Kemudian beranjak agak besar sudah pinter ngikutin baca buku Mute Balita yang dibacain kak Eka Wardhana di VCD. Eh.. kemudian berlanjut ke intro intro iklan. Halah... (jadi inget olokan Sondang, hihi keturunan remaja vinolia..) Dan, yang sangat sangat berbeda dengan kakak-kakaknya yang puas dengan mainan buku, Faiz minta benda benda yang dia lihat baik langsung / di buku. Pertama sekali dulu minta semacam organ gitu.KLU nya yang dipencet pencet. Berhubung di rumah ada pianika, kayaknya dia cukup puas dengan mencet itu, dengan kakaknya yang meniup.
Kemudian minta drum, dan dia dengan mantap menggebuk drum, sedang kita yang disuruh kesana kemari naik motor motoran, memperagakan sholat, dll . Lho ? Iya.. doger monyet mode on. Dengan lebih gamblang, dia yang mukul drum, kita disuruh jadi monyetnya.
Kesini kesini dia minta gitar. Abinya doong,.. yang dirayunya jalan ke toko mainan dekat rumah. (yang asli lengkap, meski harganya jauh dari cibadak. ya eyalaaah.... ) Karena gak ada anggaran buat gitar beneran, gitar gitaran pun sangat membahagiakannya. Lihatlah gaya dia berdiri dan bernyanyi.. bari suara teu nyambung dengan gitar yang cuma bisa jrang jreng jreng.. hihi..
Berdoa ya Nak, kalau memang jalanmu di situ, Ummi dan Abi punya rejeki untuk membuka jalanmu.
Tags: day to day, faizzz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.