Nyambung ngomongin customer.
Awal awal di kantor baru ini aku takjub
takjub. Hampir tiap hari kantor tidak pernah sepi. Ada sih.. saat saat
agak senggang yaitu antara tanggal 21 - 27 setiap bulannya. Di awal
bulan, dimana kantor kantor yang lain (apa lagi kantorku sebelumnya)
begitu sepi pengunjung, di sini sudah ramai. Hehe.. syukur jugalah.. aku
tidak dibayar percuma. Tapi memang karena ada kerjaan.
Nah, di musim laporan tahunan ini.. volume customer bisa dua kali lipat, bahkan lebih.
Dan
sebagai petugas front office, aduuuh.. sungguh sungguh perlu stok
senyum dan kesabaran yang tidak boleh ada batasnya. Macam macam aja
orang yang datang.
Kali ini aku mau ceritakan seorang customer dari
salah satu perusahaan telekomunikasi yang sudah terkenal di negeri ini.
Kukagumi bagian apapun di perusahaan itu, yang sudah menyediakan form
laporan tahunan orang pribadi di dalam sistem mereka, karyawan di bagian
apapun tinggal mengunduh dan jadilah.
Hanya sayangnya.. hasil
unduhan itu bukanlah bentuk standar. Di dalam buku petunjuk pengisian
laporan tahunan orang pribadi, sudah dijelaskan bahwa bentuk laporan
karyawan yang berpenghasilan 60jt ke atas /tahun haruslah kertas F4. Nah
karena laporan tahunan ini nantinya di-scan dan dikasih barcode lalu
dikirim ke bagian pengolahan dokumen di Jakarta, maka -yang kami
pahami-- kertas itu harus standar F4.
Suatu hari datanglah seorang
anak muda (hihi.. lebih muda dari aku.. kira kira 30an awal) dengan
laporannya yang tidak standar itu.
Titi :
Bapak, mohon maaf, kami tidak dapat menerima laporan tahunan Bapak,
karena bentuknya tidak standar. (Sambil aku jelaskan alasan dan
kutunjukan buku petunjuk)
Tamu : Kami kan tinggal down load di kantor, jadi nggak tahu kalau peraturannya begitu . Terus gimana ?
Titi : Bapak dapat mengunduh ulang di kantor dan dicetak di kertas F4
Tamu : Ribet amat. Di kantor saya nggak ada kertas F4. Lagian susah juga ijin mau ke sini.
Titi
: Bapak dapat membawa kertas F4 dari sini (kataku sambil mengeluarkan
kertas F4) dan Bapak dapat minta tolong office boy untuk kemari.
Tamu : Nggak usahlah. (meno ak kertas dan sambil mencet mencet smart phone-nya)
Titi
: atau Bapak dapat menyalin laporan Bapak di sini dengan di tulis
tangan (laporannya cuman 1 halaman yang diisi full, halaman lain cuma
sedikit-sedikit isinya)
Tamu :
Ribet ah. (masih sambil mainin smart phone, dan tiba tiba berdiri serta
berjalan keluar. Laporan tahunannya ditinggalkan begitu saja di mejaku)
Titi : ???? bengong (ih, ternyata yang bisa walk out gak cuman anggota dewan aja !!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.