Nah, seringkali karena keterbatasan kita sendiri, kadang kita merasa kok tugas ini tabrakan dengan ini, kok tugas ini tabrakan dengan itu. Sebenarnya tidak, ketika kita lebih jeli melihatnya. Yaitu dengan kaca mata skala prioritas. Ada yang penting dan sekarang, ada yang penting tapi bisa nanti. Ada yang nggak penting tapi harus sekarang (hihi.. ngangkatin jemuran pas ujan gerimis kali ya..*becanda) atau nggak penting dan bisa nanti nanti . Ketika kita bisa memilih inilah maka kita akan senantiasa merasa tentram dengan pilihan kita, menurutku.
Misalnya aja ketika karena sesuatu hal aku nggak bisa ngantor (karena bibi nggak datang dan suamiku nggak bisa gantian membolos) ya sudahlah aku nikmati saja hari membolosku dengan mengoptimalkannya. Maka suatu hari itu akan aku gunakan untuk jalan jalan sama Faiz (iya karena tinggal dia yang di rumah, yang lain kan udah pada sekolah sampai siang/sore).
Aku ajak Faiz ke rumah Puput, urusan dagangan tentu saja, walaupun Puput nggak ada, poin pentingnya adalah aku jalan sama Faiz. Dagangan mah titipin aja sama Mbah.
Kami berangkat dengan jalur yang berbeda. Pertama naik angkot biru dari jalan Rumah Sakit, turun di Superindo, sambung becak dari Superindo ke rumah Put. (aduuh senengnya,.. karena dia sudah belajar lagu Naik Becak), Pulangnya ku ajak dia naik jembatan penyebrangan, dan naik angkot jurusan Cibiru sampe bunderan. Lalu naik Damri kesukaannya.
Tak lupa membungkus satu paket KFC untuk makan siangnya.
Maka cukuplah semua menjadi penghibur. Tak terbayar semua senyum dan tawa berdua dengan berapapun potongan penghasilan yang orang sering bilang "sayaaangg.. klo gak masuk... absen ajaa..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan Tinggalkan Kesan
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.